Tag: buta

Aku Mengerti Cinta Dengan Dua Cara


Puisi ini ditulis oleh pada
4 May 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

aku mengerti cinta dengan cara yang paling sederhana
ketika seorang wanita memeluk mesra buah hatinya
selepas pagi buta dia membuka mata
diiringi sebaris senyum manis pembuka hari

aku mengerti cinta dengan cara yang paling sederhana
ketika seorang pria duduk di beranda diterpa renyahnya gelak tawa
mengawasi buah hatinya dari balik bingkai kaca matanya
yang sedari tadi berlomba memanjat tingginya pohon mangga

Aku mengerti cita dengan cara yang luar biasa
ketika seorang wanita menyerahkan seluruh hidup dan jiwanya
hanya untuk mencintai anak yang dibesarkannya
tanpa pernah berpikir untuk meminta apa

aku mengerti cinta dengan cara yang luar biasa
ketika seorang pria yang tak perduli akan dirinya
tetap saja tegar berdiri dan mengulurkan tangan
ketika anaknya jatuh dalam pekatnya dunia

aku hanya tahu cinta dengan dua cara
dan jangan paksa diri untuk menguraikannya
karna yang aku tahu sebatas milikku saja
cinta itu sederhana tapi luar biasa

Seto Danu
Cogito Ergo Sum
Samarinda.gereja.14.10.06.18:40

From: Seto Danu [setodanu@xxx]

Sepotong Masa Lalu


Puisi ini ditulis oleh pada
26 April 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

Sorot mata mengarah pada sudut masa lalu
Dimana aku pertama melangkah di dunia yang baru
Pastilah dulu aku buta,
Hingga aku begitu memerlukanmu
Dan ingatlah ketika kita pertama berjabat tangan
Ada setetes embun memercik ditengah senja yang merekah
Aku harap itu bukan hanya siluet,
Tetapi mimpi yang akan menjadi kenyataan
Bertahun-tahun kita mengalami pasang surut,
Namun kuharap kita akan kembali
Seperti air laut yang tak bosan dengan pantainya
Kalaulah tak ada jalan pulang,
Aku selalu berharap kita selalu se-dunia
Bersama sebagai sahabat,
walau tak mungkin saling mengikat
Dan ingatlah satu hal,
Rasa yang tulus tak mungkin padam seperti lilin yang tertiup angin

From: Dinie

Aku Sepi


Puisi ini ditulis oleh pada
8 March 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (10 votes, average: 3.90 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kamu pergi entah kemana,
meninggalkan aku sendiri disini . .

Dan aku kan terus berjalan,
meski tanpa arah dan tujuan . .

Kamu yang membuat hari ini buta,
Hingga tak dapat melihat arah yang benar . .

Kamu yang membuat hati ini sepi,
Hingga hati ini hampa dalam kekosongan . .

From: Niko Dwi Cahyo [nikodwicahyo@yahoo.co.id]

Katanya Kau Kawan Setia


Puisi ini ditulis oleh pada
16 June 2009 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 4.38 out of 5)
Loading ... Loading ...

dari dunia

kuturunkan wajahku ke buku, dan kau sirna

ah, kau hebat

kehebatanmu adalah keletihanku

aku ingat raibmu tersimpan pada loncatan kucing

kelincahanmu menyelinap pergi menumbuki kepalaku

tapi dalam sepi dunia pun merindu tubrukmu

menempa kakiku jalan ke arah kota

terbelit lalulintas kabel listrik mataku

jika kau tak kunjung menyergapku

aku akan berselancar di tubuh angin saja

kupindahkan angkasa ke mataku yang silau

kusibak cahaya surya, kuraba udara, tiada kau rupanya

meluncuri dinding gedung kantor, aku turun, melamun

kau sembunyi di titik entah, ke sana langkahku sunyi

kuseret gontai langkahku, kuberi kakiku pulang

nanti di rumah akan kubilas semua kepedulian ini

akan kujemur di tali daun-daun saja, itu sikapku

tidur dalam rentang waktu pendek yang penuh sandung

aku dibangunkan oleh sengat pening di kening

aku bangkit dari kekaraman, kupakai bajuku yang lain

dan kejengkelanku pun mengecat kaca komputer

mencarimu selalu saja kudapati mataku sendiri

yang buta.

BIRU 4


Puisi ini ditulis oleh pada
2 May 2009 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 3.44 out of 5)
Loading ... Loading ...

BIRU 4

Apa maksudmu dengan terjaga dari mimpi

Apa maksudmu dengan sekarang

Dan nanti bila esok menyergapmu

Tidak.

Aku tahu sedikit

Sedikit tak cukup bagiku

Seperti setetes embun dini hari

Takkan sanggup membasahi bara

Takkan bisa melibas dahaga

Tidak.

Kau tahu banyak

Banyak tak cukup bagiku

Seperti air bah yang datang tiba-tiba

Tak juga menuju muara

Ketika aku terdiam di puncak suar

Yang tak lagi nyala

Redam terdesak tua pertiwi

Terhantam sunyi pesisir ini

Di riuhnya gelombang pasang

Tidak.

Aku seharusnya menggapaimu

Aku seharusnya berlari menjemputmu

Ya.

Dan seharusnya kau tak berhenti

Setidaknya untuk saat ini

Lalu mengapa harus disesali

Ia merayap di hati

Mencari jalannya sendiri

Berliku tak peduli

Seperih hati nurani menuntun buih

Menuju lautan harapan maha luas disini

Bertebaran di sekelilingku

Tapi benarkah harus diikuti

Titian lembayung senja hari

Dan benarkah ia tak peduli

Pada nyanyian kesunyian

Pada nyanyian kecemburuan

Pada nyanyian keterasingan

Mungkin tak ada yang harus dijawab

Karena hati bukanlah batu yang terpahat

Karena segala sesuatu menjadi lapuk

Seiring hujan badai di tengah hari

Seiring angin topan di keremangan

Karena kau ada di sana

Dan karena aku manusia biasa

Yang menjadi buta seiring waktu

Pias terhisap kilaumu

Sahabat dan Cinta


Puisi ini ditulis oleh pada
26 October 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (41 votes, average: 3.24 out of 5)
Loading ... Loading ...

Satu hari CINTA & KAWAN berjalan dalam kampung…
Tiba-tiba CINTA terjatuh dalam telaga…
Kenapa??
Kerena CINTA itu buta…
Lalu KAWAN pun ikut terjun dalam telaga…
Kenapa??
Kerena… KAWAN akan buat apa saja demi CINTA !!
Di dalam telaga CINTA hilang…
Kenapa??
Kerena… CINTA itu halus, mudah hilang kalau tak dijaga, sukar dicari
apa lagi dalam telaga yang gelap…
Sedangkan KAWAN masih lagi tercari-cari dimana CINTA & terus menunggu..
Kenapa??
Kerana… KAWAN itu sejati & akan kekal sebagai KAWAN yang setia…kan ??
so, hargai lah KAWAN kita selagi kita terasa dia BERARTI….
Walau kita punya couple, teman tetap yang paling setia.
Walau kita punya harta banyak, teman tetap yang paling berharga.
Kirim balik jika anda anggap saya sebagai teman selamanya.

KEMERDEKAAN


Puisi ini ditulis oleh pada
8 April 2008 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (13 votes, average: 4.23 out of 5)
Loading ... Loading ...

: buat negeri yang telah tergadai oleh utangnya sendiri.

Televisi meraungraung sejak pagi buta

Amerika kuasai tigapuluhpersen ekonomi dunia

padahal dunia lebih dari seratustujuhpuluh negara

seorang wanita perkasa bersuara

“WHO mengambil contoh virus dari negara dunia ketiga

lalu dijualnya kenegara Adikuasa

buat dibikin senjata kimia,

sudah mau diambilnya tanah dan air kita

dikeruknya kekayaan alam kita

masih pula mau dihabisinya kita”

Aku tertidur mendengarnya,

dimimpiku bertandang seorang pria

mengaku bernama Gajah Mada

membaca sumpah palapa dialunalun ibukota

“Aku berpantang makan buah palapa,

hingga bersatunya nusantara”

Bumi hampir rengkah mendengarnya

janji setia pada nusantara,
aku tak ingin terjaga

bermimpi jadi Gajah Mada

Langit yang mendung dibulan hujan

menyaksikan ia tinggalkan kepentingan

demi kesatuan yang ia impikan.

-Tibatiba aku rindukan kemerdekaan-

Langit tumpahkan haru sebagai hujan perlahan

menyaksikan katakata meledak dijalanjalan

“Bumi dan air ini, pada siapapun jangan pernah kau serahkan”

Aku terjaga hampir senja

saat Presiden mengeluarkan pidatonya

didepan negara Adikuasa

“Menuruti atau tidak menuruti perintah anda

kami tetap kau injakinjak juga

kami dijajah berabad lamanya

hingga kini belum mengerti sebenarnya arti kemerdekaan

jika hidup kami ditakdirkan selamanya melawan

maka akan kau saksikan kami kobarkan perlawanan

hingga titik darah penghabisan”

-Tibatiba dunia menjadi begitu indah

dan kematian menjadi begitu romantis-

05-04-2008