Tag: bohong

PUISI: Kau Miasha


Puisi ini ditulis oleh pada
28 June 2010 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

kepada oktober;

kuredam denting hujan dalam senyap malam
yang tak pernah bisa membatasi angan
tentang indahmu

tak pernah habis pula kuhitung tiap bulir waktu
yang di penuhi barisan aksara namamu
membentuk sebuah narasi tanpa jeda
dari rindu yang kian hari
kian dalam terpatri di dada ini

relung hati yang tak bisa membohongi rasa
semakin menggeliat resah ketika tentangmu
tak terbersit sekejap saja

gundah

gulana

sejuta

tanya

menusuk dalam benak yang memang
selalu ada bayangmu

…kau miasha…

Batavia, 211009
petak-tujuh.blogspot.com

aku takut,aku menyakiti


Puisi ini ditulis oleh pada
9 December 2009 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

aku takut mencintai engkau
bukan karena ku tak dapat mencintai
tapi aku takut
ketika cinta ini tak dapat bertahan
dan aku ini mulai menyakiti

aku takut menyayangi engkau
bukan karena aku bukan penyayang
tapi aku takut
ketika sayang ini menjadi benci
dan aku ini mulai menyakiti

aku takut ikuti kata hatiku
bukan karena hatiku ini berbohong
tapi aku takut
ketika hati ini membuat kesalahan
dan aku ini mulai menyakiti

Selalu melangkah pada jarak dua anak panah…


Puisi ini ditulis oleh pada
26 October 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (11 votes, average: 3.18 out of 5)
Loading ... Loading ...

Selalu melangkah pada jarak dua anak panah…

Berusaha mendekat dan tersampai pada alunan….

Sang Ruci…..

Yang selalu memberikan kesegaran bagi segalanya…

Tanpa terasa berusaha merengkuh dan berkuasa atasnya..

Bahkan setelah mengetahui…

Arti kebebasan dan kesendiriannya…

Hanya saja terlalu menyedihkan pada kesendiriannya…

Hanya saja terlalu menyakitkan pada amarahnya…

Kenyataan terkadang sangatlah jelas…

Terkadang bagai mencari dalam kegelapan…

Mereka membagi dalam dua keberadaan…

Adanya hitam dan putih….

Dan kemudian berlanjut pada cerita yang selalu mengisi dunia…

Dengan keindahan yang sesuai dengan kapasitasnya…

Yang tak dapat diraih rahasianya oleh sebagian manusia….

Memasuki lembaran baru…

Atau hanya akan mengulang kejadian yang sama…

Tak hanya janji semata…

Tak hanya usaha belaka….

Perpaduan antara kerusakan yang membunuh…

Dan jiwa yang luruh…

Sungguh seakan menjadi sebuah pantangan…

Pada satu jenis..akan kebebasan…

Mengutarakan perasaan…

Jatuhkan air mata….

Selalu mencoba berdalih…

Alasan-alasan yang menjadi perisai…

Kebohongan-kebohongan yang menyelamatkan..

atau malah menghancurkan?

Tak sanggup menilai segala sesuatu…

Ketika segalanya menjadi sulit…

Hanya diam terpaku…

Meratapi lemahnya kalbu….

I’m just a Sword with no honor….

I let my anger to spread and conquer…

And you are the flower

That will always bloom in the summer….

aku menemukan…


Puisi ini ditulis oleh pada
10 October 2008 dengan 4 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (13 votes, average: 2.92 out of 5)
Loading ... Loading ...

aku menemukan air mata dalam cinta

mungkin untuk kesedihan, mungkin juga untuk bahagia

aku menemukan kesepian dalam cinta

mungkin karena meninggalkan, mungkin juga ditinggalkan

aku menemukan ke egoan dalam cinta

mungkin karena memiliki, mungkin juga dimiliki

aku menemukan kebohongan dalam cinta

mungkin karna tak ingin menyakiti, ataupun takut disakiti

aku menemukan kejenuhan dalam cinta

mungkin karna tak memahami, ataupun takut untuk dipahami

aku menemukan ketakutan dalam cinta

ketakutan untuk mencinta, ataupun ketakutan untuk dicinta

Aku Pendosa


Puisi ini ditulis oleh pada
10 October 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 3.17 out of 5)
Loading ... Loading ...

inilah sejujurnya dari seribu satu serapah yang telah terucap
aku, aku…, aku seorang pendosa
semua hidupku adalah kebohongan
bahkan saya membohongi diriku sendiri
terus dan terus kulakukan bagai badai di tanjung harapan
kemudian… saya kehilangan diriku
siapakah aku… siapakah aku?

kuteringat puisi “AKU” oleh Chairil Anwar
berbahagialah ia yang menemukan jati dirinya
hebat ia yang dapat lepas dari sedu dan rindu
luar biasa baginya yang mengejar mimpi dan cita
kusujud padanya yang menemukan arti dewasa
haaahh…
lalu siapakah diriku?

terkukung dalam gelapnya marah dan dendam
ku ingin lepas! ku ingin terbang!
apa daya sayap jiwaku telah melayang
menunggu gelapnya akhir dunia
terduduk dalam kekosongan
mataku tertutup kegelapan
napasku terisak
tangis pun melanda

apakah hanya ini arti hidup saya?
inikah diri saya sesungguhnya?
dimanakah seharunya saya berada?
apakah yang harus saya lakukan?
mengapa dan mengapa dan mengapa
bagaimana dan bagaimana dan bagaimana

lelah aku berusaha
ingin kuakhiri dunia
untuk sekarang dan selama lamanya…

6 oktober 2008
NICHOLAS_DE_OWEN

Jika


Puisi ini ditulis oleh pada
31 July 2008 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 3.29 out of 5)
Loading ... Loading ...

Jika kau tetap dapat menegakkan kepala
Ketika semua milikmu lenyap dan orang mencelamu
Jika kau tetap dapat mempercayai dirimu sendiri
Ketika semua orang mencelamu
Jika kau sedang menanti dan tidak menjadi lelah karenanya
Atau membohongi kehidupan, jangan melakukan kebohongan
Atau hidup dalam kebencian, jangan membenci
Jangan berlaku terlalu baik ataupun berbicara terlalu bijak
Jika kau memiliki cita-cita dan tidak diperbudak olehnya
Jika kau dapat berfikir dan itu bukan merupakan tujuan hidupmu
Jika kau diperhadapkan pada keberhasilan dan kegagalan
Namun tetap dapat menguasai diri
Jika kau tetap dapat berpijak pada kebenaran yang kau yakini
Serta menjadikannya perangkap bagi sibodoh
Atau menatap kehidupanmu….hancur
Lalu membungkuk dan membangunnya kembali dengan peralatan bekas
Jika semua keberhasilan yang telah kau raih selama ini harus kau pertaruhkan
Dan ketika gagal, kau memulainya lagi dari awal
Dengan tanpa mengeluh sepatah katapun karenanya
Jika kau mampu menguasai hati, keberanian serta nadimu
guna mendukung tindakanmu setelah semuanya musnah
Dan tetap dapat bertahan meskipun kau tidak memiliki apapun
Kecuali semangat membara yang memaksa, “bertahanlah”
Jika kau sedang berbicara dengan banyak orang dan tetap dapat memperlihatkan jati dirimu
Atau berjalan bersama para raja dan tidak lupa diri
Jika lawan dan karib tidak mampu menyakitimu
Jika rekan kerjamu bekerja tidak dengan sepenuh hati
Jika kau dapat mengganti menit yang terhilang
Senilai enam puluh detik jarak lari
Milikmu adalah bumi dengan segala isinya
Dan lebih dari semuanya itu,
Kau akan menjadi laki-laki…..anakku.

Puisi dari Rdyrt Kplng

disadur di serpong
20 juni 1998

Sight.cla10

Jika


Puisi ini ditulis oleh pada
21 July 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Jika kau tetap dapat menegakkan kepala
Ketika semua milikmu lenyap dan orang  mencelamu
Jika kau tetap dapat mempercayai dirimu sendiri
Ketika semua orang mencelamu
Jika kau sedang menanti dan tidak menjadi lelah karenanya
Atau membohongi kehidupan, jangan melakukan kebohongan
Atau hidup dalam kebencian, jangan membenci
Jangan berlaku terlalu baik ataupun berbicara terlalu bijak
Jika kau memiliki cita-cita dan tidak diperbudak olehnya
Jika kau dapat berfikir dan itu bukan merupakan tujuan hidupmu
Jika kau diperhadapkan pada keberhasilan dan kegagalan
Namun tetap dapat menguasai diri
Jika kau tetap dapat berpijak pada kebenaran yang kau yakini
Serta menjadikannya perangkap bagi sibodoh
Atau menatap kehidupanmu….hancur
Lalu membungkuk dan membangunnya kembali dengan peralatan bekas
Jika semua keberhasilan yang telah kau raih selama ini harus kau pertaruhkan
Dan ketika gagal, kau memulainya lagi dari awal
Dengan tanpa mengeluh sepatah katapun karenanya
Jika kau mampu menguasai hati, keberanian serta nadimu
guna mendukung tindakanmu setelah semuanya musnah
Dan tetap dapat bertahan meskipun kau tidak memiliki apapun
Kecuali semangat membara yang memaksa, “bertahanlah”
Jika kau sedang berbicara dengan banyak orang dan tetap dapat memperlihatkan jati dirimu
Atau berjalan bersama para raja dan tidak lupa diri
Jika lawan dan karib tidak mampu menyakitimu
Jika rekan kerjamu bekerja tidak dengan sepenuh hati
Jika kau dapat mengganti menit yang terhilang
Senilai enam puluh detik jarak lari
Milikmu adalah bumu dengan segala isinya
Dan lebih dari semuanya itu,
Kau menjadi akan menjadi laki-laki…..anakku.

Puisi dari Rdyrt Kplng

disadur di serpong
20 juni 1998

Puisi Kiriman dari Sight_Cla10

Aku Dimakamkan Hari Ini


Puisi ini ditulis oleh pada
16 July 2008 dengan 3 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (12 votes, average: 3.92 out of 5)
Loading ... Loading ...

Perlahan, tubuhku ditutup tanah,

perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan…

.

Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apalah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat,
rekan bisnis, atau orang-orang lain,
aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

.

Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri, disini,
menunggu perhitungan…

.

Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma’af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri…

.

Tuhanku,
(entah dari mana kekuatan itu datang,
setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),
jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja…

.

Aku harus berkeliling, memohon ma’af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi

.

Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku umbar dulu

.

Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta ,
teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hati mereka ,
maafkan aku ayah dan ibu ,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang mu
beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh sungguh beramal soleh ,
Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,
bersama mereka…

.

Begitu sesal diri ini
karena hari hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia-siaan
kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak ada artinya
sama sekali mengapa ku sia sia saja ,
waktu hidup yg  hanya sekali itu
andai ku bisa putar ulang waktu itu…

.

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma’afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan…

Diambil dari : http://renirosari.staff.ugm.ac.id/puisi.htm

ESOK NANTI (kesandung mendung bag.2)


Puisi ini ditulis oleh pada
15 July 2008 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 2.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Baca sajak sebelumnya, ‘Buah hati (kesandung mendung bag.1)

Bocah berulah datang menodong
Tagih janji bapak yg tidur di siang bolong
Minta mainan seperti punya anak tetangga
Mengamuk karena bosan bermain ular tangga

Bocah menangis bersembunyi di bawah kolong
Terisak tak mengerti kenapa bapak berbohong
Minta mainan baru sejak hari rabu
Merengek karena bosan bermain bambu

Nak, sini nak! bapak punya cerita
Kisah tentang si kaya dan ‘siapa kita’
Jangan di kolong jangan rusak dinding bata
Sudah, sudah! kau hapuslah itu air mata

Kau tau kenapa orang bisa kaya?
Karena mereka buaya!
Karena mereka pencuri!
Kau tau kenapa mereka tak punya harga diri.

Kau tau kenapa orang, ‘seperti kita’?
Karena tak punya cukup pelita!
Karena tak punya cukup kesempatan!
Kau tau kenapa kita susah membeli mainan.

Kita ini orang miskin
Selalu hidup seperti lilin
Lalu menunggu redup ditiup angin

Esok nanti
Jadilah pencuri yang tak punya hati
Lebih baik tak punya harga diri daripada mati

Kau lelaki
Bersahabatlah dengan maki
Kau simpan permata, dibeli dengan daki

Kau lelaki
Berilah orang segelas susu pakai baki
Kau teguk lautan, muntahkan satu seloki

Esok nanti….
Jadilah kau buaya,
Dan jauhi mara bahaya
Jadilah kau hewan,
Dan berlagak seperti pahlawan

Jadilah kau penjilat,
Jangan akui kau seekor ‘lalat’
Jadilah kau penipu,
Jangan akui kau seorang ‘tukang sapu’

Menjadi pencuri
Untuk anak isteri

Esok nanti
Semoga kita tak lagi lagi sakit hati

(Bersambung lagi ya….)

Wizurai,

BELENGGU


Puisi ini ditulis oleh pada
19 May 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

perempuan yang terjebak rasa

bukannya kau yang sengaja

berkubang luka

dapatkah kau peluk Tuhan

bukannya damai yang kau rasa

hanyalah kebohongan

kenapa tetap berlari

jika katamu cinta itu

ada di hati

sakitmusakitku

tawamutawaku

kita samasama menipu

kau tahu itu!