Tag: bingung

Cermin Pecah


Puisi ini ditulis oleh pada
13 October 2009 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Tawaku pada cermin pecah
berbalik melihat rupaku yang mendua
Kecam diri, hati berbelah
rutukku saja berputus jua

Masih kupijak di dalam bayangan
relung gelap dalam malam kelam
Kududuk dengan sepi, terdiam
bintang diatas penuh sindir

Langkah kaki kumantap
Bingung menatap pantulan kaca
Mengapa? Ada apa?
pada cermin ku bertanya

Cinta Adalah Saya


Puisi ini ditulis oleh pada
25 April 2009 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 2.20 out of 5)
Loading ... Loading ...

Seseorang pernah menghampiri saya
Kemudian ia bertanya dengan tiba-tiba
Katanya, apa itu cinta?
Saya kaget ditanya
Jujur saja, saya tidak mau terlalu sok tahu berkata
Jadi saya bilang saja, cinta itu buta
Seperti pernah orang-orang lain berkata
Lalu ia pun protes keras
Katanya, itu sifat cinta
Yang ia tanya, apa itu cinta?
Saya jadi bingung ditanya
Saya jawab saja, cinta adalah kata
Ia pun berkata, lalu bagaimana dengan kata cinta?
Aduh, saya jadi tambah bingung berkata
Saya sok tahu saja berkata, cinta adalah kata
Dan saya menambah, cinta adalah juga rasa
Ia pun kembali bertanya, kenapa kata cinta adalah rasa?
Aduduh, saya jadi tambah tambah bingung berkata
Saya semakin sok tahu saja berkata, karena cinta ada di dalam kata dan rasa
Ia kemudian hanya memandang saya
Saya juga tidak mengerti mengapa
Lalu ia berkata dengan tiba-tiba
Katanya, bagi saya cinta adalah kata dan rasa
Sekarang giliran saya yang protes keras
Saya berkata, lalu apa salahnya dengan jawaban saya?
Dengan tenang, ia berkata, jawabannya tidak salah
Lalu, ia berkata, hanya saja ada yang terlewat
Semakin bingung saya bertanya, apa?
Dengan senyum penuh arti ia berkata, saya rasa kamu lupa berkata
Cinta itu adalah saya…

-bitaZ
Jan 11th, 09
04:44

Cinta Terlarang ?


Puisi ini ditulis oleh pada
2 November 2008 dengan 7 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (35 votes, average: 4.06 out of 5)
Loading ... Loading ...

Apakah salah jika aku mencintai seseorang yang sudah dimiliki orang lain?,

Apakah salah jika aku ingin memiliki seseorang yang sudah mencintai orang lain?,

Apakah salah jika aku merindukan seseorang yang tidak pernah mengharapkanku?,

Apakah salah jika aku mengharapkan seseorang yang tidak merindukanku?,

Apakah salah jika aku berpaling dan pergi dari dirinya?,

Apakah aku salah?,

Apakah ini yang dinamakan Cinta Terlarang?,

Aku tidak tahu,

Aku bingung dan sendiri,

Adakah yang bisa menjawab?

Bingung


Puisi ini ditulis oleh pada
13 August 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Terseok di angkuhnya kehidupan
Meniti setiap langkah dengan enggannya
Namun harus terus berjalan
Walaupun gontai selalu mengiringi
Bertemen dengan dingin yang semakin menusuk
Menggandeng gelap yang semakin gulita
Mencari yang tak ada…
Menanti yang tak pasti…
Pasrahku kian menjadi ditengah keraguan hati
Membongkar kedok kepalsuan jiwa
Membakar amarah yang tanpa sebab
Sadar akan hadirmu yang selalu membayangi
Menari indah disetiap detik yang terus berdetak
Mengulum waktu yang tak mau berhanti barang sejenak
Buatku terpasung di rapuhnya harapan semu
Tersesat bagaikan jiwa tak bertuan
Gelap, sepi, sunyi jadi teman setia di perjalanan ini
Mendendangkan dongeng nikmatnya mimpi buruk distiap tidurku
Aku yang semakin hilang tak tau harus bagaimana…

Siapa aku…???
Aku yang tak henti berharap…
Aku yang tak henti menanti…
Aku yang kian membuatku bingung…
Aku yang hilang ditengah pengharapan…

http://viruseyan.blogspot.com

Puisi kiriman dari Setya

dian, jangan pernah takut!


Puisi ini ditulis oleh pada
26 June 2008 dengan 3 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

kala rindu meraja bagai pundik bara

merah tua lalu datang dan memanggil pulang

aku terhanyut dalam kebingungan

dalam satu hati yang tak kunjung hilang

adakah rindu itu datang lalu musnah

begitu saja seperti tak pernah terjadi apa-apa

antara aku dan kau yang dulu begitu satu

tapi kini entah apa yang membuatnya hilang

dian-dian,, jangan pernah takut!

takut itu hanya kuda yang ingin membawamu pergi dari ku.

Pembangkang


Puisi ini ditulis oleh pada
8 April 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 2.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Ia termenung sendirian di gardu gelap di ujung jalan.
Tidak jelas, ia peronda yang kesepian
atau pencuri yang kebingungan.
Dari arah belakang muncul seorang pengarang
yang kehilangan jejak tokoh cerita
yang belum selesai ditulisnya.
“Kucari-cari dari tadi, ternyata sedang
melamun di sini. Ayo pulang!”
Dari pada harus pulang, ia pilih lari ke seberang.

(2007)

Kompas, Minggu, 15 April 2007

dikutip dari: Puisi Joko Pinurbo ; sumber: celanasenja.blogspot.com

Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia


Puisi ini ditulis oleh pada
4 March 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja
Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan
Amarah merajalela tanpa alamat
Kelakuan muncul dari sampah kehidupan
Pikiran kusut membentur simpul-simpul sejarah

O, zaman edan!
O, malam kelam pikiran insan!
Koyak moyak sudah keteduhan tenda kepercayaan
Kitab undang-undang tergeletak di selokan
Kepastian hidup terhuyung-huyung dalam comberan

O, tatawarna fatamorgana kekuasaan!
O, sihir berkilauan dari mahkota raja-raja!
Dari sejak zaman Ibrahim dan Musa
Allah selalu mengingatkan
bahwa hukum harus lebih tinggi
dari ketinggian para politisi, raja-raja, dan tentara

O, kebingungan yang muncul dari kabut ketakutan!
O, rasa putus asa yang terbentur sangkur!
Berhentilah mencari Ratu Adil!
Ratu Adil itu tidak ada. Ratu Adil itu tipu daya!
Apa yang harus kita tegakkan bersama
adalah Hukum Adil
Hukum Adil adalah bintang pedoman di dalam prahara

Bau anyir darah yang kini memenuhi udara
menjadi saksi yang akan berkata:
Apabila pemerintah sudah menjarah Daulat Rakyat
apabila cukong-cukong sudah menjarah ekonomi bangsa
apabila aparat keamanan sudah menjarah keamanan
maka rakyat yang tertekan akan mencontoh penguasa
lalu menjadi penjarah di pasar dan jalan raya

Wahai, penguasa dunia yang fana!
Wahai, jiwa yang tertenung sihir tahta!
Apakah masih buta dan tuli di dalam hati?
Apakah masih akan menipu diri sendiri?
Apabila saran akal sehat kamu remehkan
berarti pintu untuk pikiran-pikiran kalap
yang akan muncul dari sudut-sudut gelap
telah kamu bukakan!

Cadar kabut duka cita menutup wajah Ibu Pertiwi
Airmata mengalir dari sajakku ini.

======
Sajak ini dibuat di Jakarta pada tanggal 17 Mei 1998 dan
dibacakan Rendra di DPR pada tanggal 18 Mei 1998

sandiwara topeng


Puisi ini ditulis oleh pada
3 January 2008 dengan 0 Komentar
Rating Puisi : 1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (belum ada)
Loading ... Loading ...

topengku retak sebelahmembuatku bingung menjalankan lakon
padahal waktu memburu
aku seorang munafik
panggung sepi tanpa sandiwara
mukaku bopeng
sedang topeng retak sebelah
tak ada tepuktangan
aku bukan orang baik
hanya coba mainkan peran
dalam sandiwara topeng
; menjadi munafik
aku harus apa
panggung tak lagi milikku
sandiwara topeng
tak lagi penuh sanjung

***

23 tahun


Puisi ini ditulis oleh pada
27 November 2007 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 2.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

23 tahun sudah waktu berlalu,
23 tahun dalam kebodohan,
23 tahun dalam keterpurukan,
23 tahun dalam kebingungan,
23 tahun berjalan tanpa arah,
cukup sudah segala penderitaan,
cukup sudah ketidaktahuan,
cukup sudah keputusasaan,
sadarku telah tenggelam,
kini ku kan kembali,
kembali ke jalan-Mu,

Saat Ku Pinjam Gitar


Puisi ini ditulis oleh pada
26 November 2007 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Dalam gelab kehampaan malam
Bertabur rona bintang selatan
Tercium gelisah sekeping hati
Dalam diriku bertanya
Benarkah itu terjadi
Diantara lorong gelab aku berjalan
Entah mengapa jantung berdegub kencang
Tak sanggup kutahan bersikap tenang
Gelisah hati semakin terganjal
Sejuta tanya berselimut kebingungan
Sekali lagi ku bertanya
Mengapa itu terjadi
Sosok tubuh kekar bersimpuh padanya
Terbayang seorang ratu dan pemuja
Seluruh tubuhku membatu
Sesaat berhentilah sang waktu
Aku layaknya gelas kosong
Kering dipenuhi desir angina
Tiap patah kata terdengar hampa
Menyamarkan duka bersimbah luka
Tangis hati iringi perjalanan
Lara hati semakin menghujam
Hancur rasa dalam kobar amarah
Jauh asa bersemayam kasih duka
Antara rumput
padang ilalang
Perlahan menghilang jejak sang bayangan