Tag: bertemu

Hai Wanita, Tersenyumlah padaku


Puisi ini ditulis oleh pada
10 May 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

Hai wanita, senyumlah padaku
Walaupun kutahu kau tak tahu
Akan siapakah aku dan bagaimana bisa
Namun senyumlah jika kita bersua mata
.
Sudah lama kau kupuja
Dan tak lebih aku bisa meminta
Pada sosok yang begitu mempesona
Yang jelas meninggalkan coretan gambar cinta
.
Entah darimana bisa kumulai
Ketika hati ingin berbagi kata
Memilah kalimat untuk bicara
Sehingga ada rasa yang bisa berdua
.
Kutahu kalau kau begitu kupuja
Dan kutahu kalau kaupun tak tahu
Tapi satu yang kuyakini kutahu
Kalau kita kadang bertemu sua
.
Sosokku mungkin memang tak ada
Didalam laluan sepanjang jalan hidupmu
Namun kuingin kau itu tahu
Kalau sosokmu benar-benar ada di hidupku
.
Entah kapan lagi ku bisa bertemu
Dan impianku mata kita kan beradu
Kan kuberikan senyumku pembuka
Dan hai wanita, senyumlah padaku sekali saja
.
Shige
Cogito Ergo Sum
Batam.LK.29.11.07.00:11

Ketika Mata Ketemu Mata


Puisi ini ditulis oleh pada
30 July 2010 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

KETIKA MATA KETEMU MATA
(Puisi III dari Tiga Puisi)

1/
Aku turun dari angkot, masuk ke dalam kompleks perumahan tempat kakakku tinggal. Setelah pertigaan kedua, aku berbelok ke kiri dan berjalan sedikit ke tengah. Dan tiba-tiba mobil Trooper hitam itu berhenti mendadak di depanku.

Aku bisa dengan jelas menatap lelaki yang duduk di belakang kemudi itu. Dan aku yakin ia pun bisa melihatku dengan jelas dari dalam. Mata kami saling beradu.

Aku berpikir cepat dalam waktu sedetik itu. Apakah aku harus melangkah ke samping dan memberinya jalan? Ataukah tetap berdiri dihadapan mobil itu dan membiarkan ia melajukan mobilnya?

2/
Aku melihat wanita itu di kereta ekspres. Pertama kali melihatnya, aku pikir ia seekor anak kucing yang imut, manja dan kinyis-kinyis. Setelah aku mendekatinya, ia sudah menjelma menjadi wanita yang jungkir balik mencari biaya untuk menghidupi keluarganya.

3/
Aku mengenal lelaki itu di kereta ekspres juga. Bercakap-cakap setiap pagi. Kupikir ia seorang lelaki yang baik dan kepala rumah tangga yang bertanggung jawab. Tetapi aku kurang suka kalau ia sudah berbicara tentang barang-barang bermerek yang ia kenakan. Mungkin ia butuh dipuji, sementara aku tidak pernah memuji penampilan seseorang.

4/
Aku memperkenalkan keduanya. Namun seperti kata pepatah, kalau sedang jatuh cinta, jangan jalan bertiga, karena orang ketiga akan menjadi setan.

Pengkhianatan memang selalu datang dari orang dekat. Aku tidak tahu pada saat mana ia menelikungku. Ada wanita yang membutuhkan banyak uang, ada pria yang punya banyak uang. Dan tiba-tiba mereka menghilang seperti bayangan ditelan kegelapan.

5/
Hingga akhirnya kabar angin itu berhembus kencang dan menjadi nyata ketika aku harus menjawab pertanyaan istri lelaki itu. “Apakah wanita ini teman Mas?” katanya bertanya sembari menyorongkan sebuah foto wanita cantik.

Aku tidak mengelak dari pertanyaan itu. Dan setelah itu diikuti serentetan pertanyaan lainnya. Kulihat mata ibu itu basah.

6/
Hidup kadangkala seperti kita membuka pintu. Buka pintunya, masuklah ke dalam dan lupakan bahwa pintu itu pernah ada. Kita tidak bisa memutar balik jarum waktu. Tetapi kita bisa saja bertemu kembali dengan masa silam di masa depan. Siapa yang tahu?

7/
Suatu pagi, masa silam itu ada di dalam angkot bersamaku. Kami sama-sama turun di terminal. Lelaki itu masih sempat bertanya dengan muka manis,”Apa kabarnya? Sudah lama ya kita tidak bertemu?”

Aku menatapnya dingin. Aku yakin aku masih bisa memukulnya jatuh saat itu juga. Namun aku memutuskan untuk tidak melakukannya. “Anda salah menegur orang, saya tidak kenal anda.” kataku singkat dan meninggalkannya.

8/
Dan pagi itu, kembali aku bertemu dengannya. Mata ketemu mata.

Aku menatapnya, sementara ia tetap duduk di dalam Trooper hitamnya. Entah berapa lama. Sampai akhirnya aku melangkah ke samping kiri perlahan-lahan, tanpa melepaskan pandanganku padanya. Mobil melaju perlahan, ia setengah menunduk saat melewatiku.

9/
Apa yang kita dapatkan sekarang adalah hasil dari masa silam, dan apa yang kita lakukan sekarang akan menentukan seperti apa kita di masa depan.

Apa yang kita lihat, apa yang kita perlihatkan, tidak lain hanyalah suatu mimpi dalam mimpi.

Jakarta, 27 Juli 2010

Urip Herdiman Kambali

http://www.theurhekaproject.blogspot.com

Demi waktu


Puisi ini ditulis oleh pada
24 October 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 4.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

Waktu seperti merayap…

Hari seolah tak pernah berganti…

Tapi rindu semakin menggebu hingga menyesakan kalbu…

Makan hanya ingat badan…

Tidurpun hanya sekedar memejamkan mata…

Karena hati ini sesungguhnya selalu berkelana…

Berkelana tuk menggapai sang dambaan jiwa yang terpisah antara ruang dan waktu…

Tawa tergelak tapi hati menggelisah…

Senyum merekah tapi hati membiru…

Ceria ini adalah fiksi karena sesungguhnya dalam kalbu mendung selalu merundung…

Karena jiwa ini selalu merinduk tuk segera bertemu denganmu…

Waktu seperti merayap…tapi waktu juga pasti kan segera berlalu…

Kuharus hadapi itu…

Dan harus kutulis…karena hanya ini satu-satunya caraku tuk sekedar menghilangkan penatku….

Waktu yang segerakan berlalu….

Semoga Allah masih mengijinkanku tuk bisa bertemu denganmu sayangku…….