Tag: banjir

Surat Untuk Ayah


Puisi ini ditulis oleh pada
9 February 2011 dengan 2 Komentar

siapa bilang aku tak boleh tidur di siang hari? bagiku langit biru terlalu menyilaukan untuk dinikmati. lebih baik kututup saja mataku dan menyimpannya untuk bulan nanti malam. ya. aku memang jauh dari terang kalau kau ingin tahu. tempatku tinggal hanyalah sebatas bayang-bayang di kakimu. merangkak terus di atas bumi seperti pesakitan kusta yang tak kunjung [...]

Continue Reading

Cinta Berkalis Dusta…


Puisi ini ditulis oleh pada
23 October 2010 dengan 0 Komentar

sedu-sedan tangis mendera goresan pilu peluh membanjir ditelungkup hati yang terkoyak asa masih berpangku mendawai syair sembilu menghirup tangis sendu saat rindu kian memburu hati ini terenggut binasa penantian terbungkus luka kukira manis yang hendak kusapa ternyata pahit harus kutelan juga lebur rasa jiwa mengabdi disetiap tetes air mata terbentur dinding kekecewaan saat cinta dan [...]

Continue Reading

In The Region of The Summer Stars


Puisi ini ditulis oleh pada
6 August 2010 dengan 0 Komentar

IN THE REGION OF THE SUMMER STARS (The Tower of Babel) Setelah banjir besar Pada awalnya adalah keheningan (Apa yang kita ketahui tentang Menara Babel?) Tiupan trumpet Dengung keyboards Petikan guitar Sunyi Tenang Bayangan di bawah sinar rembulan Angin malam yang bertiup sepoi-sepoi Menyibakkan rambut-rambut (Apa arti kata ‘babel’?) Dibangun diantara dua sungai besar Lebih [...]

Continue Reading

It is as it is


Puisi ini ditulis oleh pada
11 July 2010 dengan 1 Komentar

Jangan katakan kepadaku begitulah hidup, sebab aku bernapas dengannya: keberadaan, juga ketiadaan. Puncak-puncak peristiwa yang sepertinya sekedar menumpuk di laci ingatan, sampai kita tidak lagi menyadari mana yang nyata dan tidak nyata. Sebab yang nyata hanyalah saat ini, di tempat ini. Here and now! Begitulah dikatakan penganut Zen Budha atau aliran yang sejenis itu. Dan [...]

Continue Reading

Elemen dalam duniaku


Puisi ini ditulis oleh pada
22 February 2010 dengan 0 Komentar

Hadirmu bagai angin Yang datang tuk segarkan hari-hariku Namun datang tuk sekejap saja. Hadirmu bagai air Datang tuk melegakanku Lalu kau mengalir kembali & meninggalkan aku. Hadirmu bagai tanah Yang menyuburkan ladang keceriaan di hatiku Kemudian banjir datang & membawanya pergi. Dan hadirmu bagai api Yang mencairkan hatiku yang tlah membeku Kemudian hujan datang tuk [...]

Continue Reading

Elemen dalam duniaku


Puisi ini ditulis oleh pada
22 July 2009 dengan 1 Komentar

Hadirmu bagai angin Yang datang tuk segarkan hari-hariku Namun datang tuk sekejap saja. Hadirmu bagai air Datang tuk melegakanku Lalu kau mengalir kembali & meninggalkan aku. Hadirmu bagai tanah Yang menyuburkan ladang keceriaan di hatiku Kemudian banjir datang & membawanya pergi. Dan hadirmu bagai api Yang mencairkan hatiku yang tlah membeku Kemudian hujan datang tuk [...]

Continue Reading

bacalah


Puisi ini ditulis oleh pada
25 April 2009 dengan 0 Komentar

Dengarkanlah Kumengadu pada embun pagi yang jatuh dalam kalbu, Adakah dia dapat menyejukan gersangnya kasihmu Kumengadu pada angin yang bertiup sepoy .. Adakah dia dapat menepikan kemaraunya persaanmu Kumengau pada hujan menderu.. Adakah dia dapat membawa kasihku untuk membanjiri hatimu Dengarkanlah.. Kali ini aku bertanya padamu kasih Tiada tara sakit yang kurasakan tanpamu Semu jiwaku [...]

Continue Reading

kepercayaan


Puisi ini ditulis oleh pada
3 September 2008 dengan 4 Komentar

Sesaat ku rasakan kebahagian yang dulu tidak pernah aku dapatkan Perkataan indah yang terucap dari bibir mereka telah meringankan bebanku dan membuatku berharap lebih terhadap hari indah ku Sejuta sayang telah ku curahkan kepada mereka Pikiranku yang semula buruk terhadap mereka telah ku gantikan dengan kasih yang tulus Perkataan indah mereka telah membuatku terhanyut dalam [...]

Continue Reading

Hutan yang Hilang


Puisi ini ditulis oleh pada
16 July 2008 dengan 2 Komentar

Hijau terhampar Hasilkan udara segar Tanah gembur penghasil kehidupan Satwa liar bebas berkeliaran Tersaji dalam satu kawasan Terdapat dalam rimba raya penuh petualangan Kita semua kagum melihatnya Kita semua ingin memilikinya Bahkan kita ingin jadi kaya karenanya Dan alat-alat berat dikerahkan Dan senjata-senjata tajam digunakan Dan para tenaga kerja dikerahkan Deru gergaji meraung dengan ganas [...]

Continue Reading

Yang Selalu Terapung Diatas Gelombang


Puisi ini ditulis oleh pada
10 April 2008 dengan 4 Komentar

Seseorang dianggap tak bersalah, sampai dia dibuktikan hukum bersalah. Di negeri kami, ungkapan ini terdengar begitu indah. Kini simaklah sebuah kisah, Seorang pegawai tinggi, gajinya sebulan satu setengah juta rupiah, Di garasinya ada Honda metalik,Volvo hitam, BMW abu-abu, Porsche biru dan Mercedes merah. Anaknya sekolah di Leiden, Montpelier dan Savannah. Rumahnya bertebaran di Menteng, Kebayoran [...]

Continue Reading