Tag: balada kematian sahabat

Waktu yang kian menipis


Puisi ini ditulis oleh pada
2 February 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (10 votes, average: 4.10 out of 5)
Loading ... Loading ...

Bagaimanapun, perang ini harus kuhadapi seorang diri
Tidak ada seorang pun Panglima akan berdiri disisiku
Bahkan sebagian dari kolegaku,
akan menjadi gundik-gundik daripada musuh-musuhku;

Sudah pasti mereka ini akan berusaha mencabik-cabikku
Tidak ada yang bisa kulakukan, selain membiarkan
semua malapetaka ini menimpaku seorang diri

Menang kalah….
Selamat mati.
masih menjadi tanda tanya yang tiada mungkin
disikap dalam kabut pekat yang tebal ini;
Harapan sudah hampir lenyap seluruhnya

sang Darwis bersabda, mintalah tolong kepada Tuhan-MU
kemudian kujawab,jika dia sang semesta alam malah bersembunyi
di masa damai, mana mungkin kuharap keberaniannya di masa perang?
Kami-pun lantas terdiam, tenggelam masing-masing dalam dunia kami yang sepi;

Kami sama-sama sadar bahwa waktu-ku tak lagi lama
sementara Darwis itu lantaran cendekianya, ditakdirkan untuk
menjadi saksi daripada semesta raya;

Kamar Rumah Sakit Jiwa no 28

http://www.xanga.com/krsj28

Salvatore Nevide [efendisaw@...]