Jika hari ini adalah hari pencurian sedunia
Apa yang akan kaucuri dariku?

Kaubilang, “puisi-puisimu.”

kau dan aku sama-sama tahu
hanya itu yang sekarang kita miliki

{ 0 comments }

Sudut Beranda

by resverae on November 15, 2007

Dan malam akan berakhir di sudut beranda
Didekat kursi malasmu, tapestri itu ku taruh
Pelan-pelan
Saat lewat pemutar kaset tua
Sebuah lagu mengiringi saat-saat

Wahai…….Aku akan berdiam
Kubiarkan harmoni menjadikanku makin wagu
Pada suasana luluh lantak…….
Di perjalanan
Aku menunggu periode baru
Sebuah episode……adegan tanpa dialog
Hanya gelora memekik menghela

Aku ada kau ada……
Yakini langit sedang benderang oleh apogee
Meski gelap mendesaki ruang pengap
Meski naluri sedang dicandai

Kemarin hanya sebuah hari
Yang ada hanya kini
Dalam nalar aku menafikan arti-arti
Apa itu memorabilia

Dalam derunya……aku lari mengitari risau
Membunuhmu……kau aku kremasi

Dan kau kujelmakan sebagai seorang bersayap
Yang membawa terbang pergi
Sebagian dari aku……ke negeri para kurcaci
Sampai teriakmu……. maha distorsi jadi melodi
Komposisi lama dalam partiturku…….

(resverae, 2007)

{ 0 comments }

MONOLOG TENGAH MALAM

by Karuna on November 15, 2007

Masuklah kedalam bilik-batinmu
dengan telanjang dan inderalah :
Apakah kau mampu menangkap
sebentuk patung dirimu,
isyarat-isyarat rahasia nan agung
yang lewat debu berabad-abad
datang dari hembusan nafas para dewa
Rabalah hatimu,
tataplah wajahmu dan
nikmatilah kehampaan yang murni

Janganlah kau susun dongeng
tentang hewan khayali
tentang akhirat atau alam semesta,
sebelum engkau mengenal siapa
sesungguhnya engkau ?
Janganlah kau tatap indahnya panorama,
atau kau dengar pesona konser musik Beethoven,
atau kau rasakan halusnya hati perempuan,
atau kau cium wangi aroma bunga surgawi
Pupuslah indera lahirmu,
sebelum kau hayati dunia batinmu

Maka tatap dan rabalah lagi patungmu
dan sebelum dia seelok mimpimu :
“Janganlah sekali-kali engkau berhenti memahatnya !”

{ 0 comments }

TENTANG SEPI

by Karuna on November 15, 2007

sebuah delima berayun sendiri ditangkainya
ketika angin tak bertiup
seperti tatap mata kilat-pisaumu yang
ditelan gulita
aku tak sempat menangkapnya
kemana pula sirnanya api di tungku itu ?

{ 0 comments }

MENUNGGUMU

by Karuna on November 15, 2007

pendar embun pagimu telah membuatku hanyut
menyebut-nyebut namamu
tebaran warna pelangimu telah membuatku larut
hamil oleh kata-katamu
irama tarian surgamu telah membuatku merajut
kenangan dalam sungai jiwamu
senyap tenang telagamu telah membuatku mengabut
menerkamu bagai angin dan debu

jika semua warna kembali ke putih
dan semua jarak kembali pada titik
jika semua rasa kembali pada pedih
dan semua laut telah kehilangan buih
aku akan menunggumu tanpa kehendak
walau dalam serumpun semak-beronak

{ 0 comments }

Metamorfosis

by Karuna on November 15, 2007

engkau adalah bebunga liar yang tumbuh di puncak kesunyian
terjerat dalam jejaring kesangsian
rumahrumah mungil yang dibangun didadamu: penuh keriangan
celoteh anakanak dari dunia impian
lalu, kisahkisah tentang laut yang diam
serupa desahan yang tertahan

anganangan dimatamu tumbuh melabirin
serupa jalanjalan setapak dicadas dingin
dedaun luruh rindukan tangkainya
melayang pasrah susuri pusaran angin
memuara ngungun didasar lembah kepedihan
melukis keindahan di lengkung pelangi

mestikah hanya kesiasiaan di bawah langitku
bebunga liar tumbuh di puncak kesunyian
sementara aku mengulangulang kematianku

{ 0 comments }

Sahabat

by sonyputra on November 15, 2007

aku ingin kembali pada malam yang kemarin
pada malam yang tak ada dingin
pada malam yang aku rindukan kini
aku ingin kembali pada malam yang kemarin
akan ku belenggu waktu itu
hingga tak bisa pagi yang sepi ini datang
betapa inginnya aku kembali denganmu lagi
melihat keramaian dari jembatan layang dan berbincang-bincang sampai lupa waktu
kasihku, mungkin mimpi kita terlalu indah
karena ternyata mati itu sesuatu yang pasti
kasihku, berjanjilah
nanti saat kepastian itu datang padaku
peluklah aku seperti malam kemarin

{ 0 comments }

Kepada Sepasang Capung Merah

by katjha on November 13, 2007

langit biru bersambut,

bersama kepakan sayap-sayapmu,

terbang tinggi di atas sebuah padang hijau.

sepasang capung merah, terbang

di bawah birunya langit harapan,

berkejaran sebagai mahligai kecintaan yang melambung tinggi

dalam angan dan impian.

sesaat kujemput pagi ini

dengan senyum dan detak jantung berirama,

kutatap langit biru,

julihat setitik warna merah berpasangan,

kulihat seberkas gairah yang berkejaran

pada birunya rona langit pagi ini.

sebuah pagiku ….. bersama sebentuk kejenuhan,

kulempar pada sepasang capung merah.

seraya kubisikkan dengan liri “usiklah gairah kecintaanku ini”

dengan warna merahmu, seperti musim dingin

yang mengugurkan bunga-bunga sakura.

seperti juga kerinduan ini akan bersemi,

karena kusambut sosok bayangnya,

walau dari mimpi dan sudut keinginan yang mana.

kepada sepasang capung merah,

bawalah bisikan ku itu terbang,

dan singgahkanlah pada tempat yang jauh.

agar dapat kubersembunyi

dari pagi yang sesak dan penuh kegamangan.

terbanglah …….

dan marilah kita jelang impian kita sendiri-sendiri.

( Persembahan kepada Nia/Agustus 2007)

{ 6 comments }

Arti Cinta (menurutku)

by Galang on November 13, 2007

Banyak orang yang menafsirkan arti cinta…

Dari Kahlil gibran, Chairil anwar, Guru Bahasa, Sampai Pengamen Jalanan

Tapi Menurutku cinta itu sebuah kisah…

Kisah yang terbuat dari tinta persahabatan yang digoreskan di suratan takdir setiap insan…

Cinta sejati akan tertulis jika seorang manusia menemukan inspirasi dan hikmah hidupnya sendiri…

Dan dia akan berusaha agar goresan setiap makna, rasa dan arti dari cinta takkan terhapus dari lembaran-lembaran kehidupan…

Namun cinta sejati tidak akan tecetak disaat pulpen kasih sayang telah lenyap…

Saat tinta persahabatan telah bocor kau akan merindukannya..

Saat pulpen kasih sayang telah patah ia akan merobek semua cinta yang telah terukir…

Namun saat cinta telah dimiliki ia akan digenggam erat hingga ia menjadi lusuh dan tergores-gores disaat itu ia akan menangis dan meminta terlepas dari semua ini

KARENA CINTA TIDAK BISA DIMILIKI DAN IA AKAN MEMANCARKAN INDAH NYA dengan IKHLAS

{ 4 comments }

Aku Masih Disini

by fidelicious on November 13, 2007

bila tidak dihapus jejak,
suaramu membisik di telinga
merajut mimpi yang pernah kita cari
bawa haru yang mengaburkan asa.

padamkan lilin itu
dan syair pun akan mati
seiring berjalannya senja
yang menghilang di batas kota

jika jejak terhembus kata
apa dan dimana menjadi tanya
dia tetap menjadi debu
bersarang di kalbuku.

aku bercermin pada jendela
mari kita lewati getir berdua
hingga luruh semua jiwa
menatap lagi apa yang tersisa..

bersama kejora disana
mencari sinar yang telah padam itu
mengganti pijarku..
menyinari dirimu.

{ 1 comment }