kutemukan jawaban dari penantianku
harapan, angan ,dan cinta tak ku rasakan lagi.
ku termenung menahan perih hati..
jiwa ini berontak menerima realita..
tapi serpihan hati yang hancur, tak akan ku susun kembali……..
khan ku biarkan hati ini hampa tanpa cinta, tanpa angan, tanpa harapan…
karna bagiku itu semua hanyalah suatu kesalahan yang sangat besar yang pernah ku lakukan…
takdir yang membuatku tenang dan inilah jalanku..
Puisi Kiriman dari Nadaminir
http://profiles.friendster.com/75128259
Aku mencintaimu manusia
Terkadang melebihi cintaku kepada sang pencipta
Walau kau jauh dari sempurna
Dan kau bukanlah penguasa alam semesta
Ku mencintaimu
Karena kau menemani hidupku
Karena kau mengerti aku
Karena aku dari tulang rusukmu
Akankah kita selamanya
Bertemu di surga setelah di dunia
Inginku merasakannya
Mari pasanganku kita berkemas
Benahi puasamu
Rapihkan shalatmu
Siapkan zakatmu
Lantunkan Qur’anmu
Masukkan semua itu dalam koper amalmu
Cepat sayangku lakukan sekarang
Agar tidak tertinggal golongan kanan
Puisi Kiriman dari Nurul
Dimana perempuanku diantara seribu perempuan…
akankah dia muncul dengan senyum seindah mentari timur…
Dimana perempuanku diantara sejuta perempuan akankah dia datang menyapaku dengan keceriaan pucat pasi embun pagi…
Dimana perempuan belahan jiwaku
yang seperti bidadari…
menari-nari dipelupuk mata
Dimana perempuan jantung hatiku yang membawa kedamaian surga
jalan menuju keabadian-NYA
Dimanakah perempuanku diantara ilalang yang bergoyang…
menghembuskan sepoi angin berlagu merdu
menidurkanku di teriknya hati
Dimana perempuanku diantara wangi kembang senja…
begitu harum…
menyeruak diantara kegalauan jiwa
Dimana perempuanku…
perempuan pelantun melodi cintaku…
yang meniliskan cerita
hitam dan putih hidupku
Dimana perempuanku
PEREMPUAN DIATAS PEREMPUAN
dengan tutur halus
bangunkanku dari belenggu mimpi
oh…
ternyata disini perempuanku
perempuan dari rajut benang sutera emas
begitu indah…
meskipun seutas talinya telah putus
PEREMPUAN DIATAS PEREMPUAN
dialah perempuanku
Anggun…
Sang Bidadari surga
Puisi kiriman dari Deddy Kusuma Wardhana
http://akudeka.page.tl
Merajut 1 mimpi bertabur harapan
Kuterbalut selimut kegelisahan
T’lah kutulis keceriaan dalam lembar hitam
Kugadaikan masa depan demi barang haram
Mengarungi dunia hitam yang tak terbatasi
Sang Mentari telah pergi akankah…kembali…
Why Black iD ?
My Infensy ?
Very Cozy Full To lought & cry …
Kau Beriku waktu untuk mengingat-Mu disaat ku ragu
Saat kukeliru langkahkan kakiku dijalan hitamku
Akankah kumampu hadir diaras-Mu semua dosaku bergelimang diragaku
Ku s’lalu menunggu datang Izrail-Mu tuk menemuiku
hadirmu..
entah bagaimana
telah menyita segenap rinduku
hadirmu..
pun telah merobek jiwa gelisahku
sakit..
sekaligus bahagia
kau meramu semua
cinta, racun dan janji harapan
kau kemas semua
lewat senyum dan tawamu yang
sungguh..
meremukkan hatiku
05/07/08
Puisi kiriman dari Castaway
lain musim terlalu sia-sia,
cadar belum tercabik juga, sedangkan jiwa tinggal secarik.
keping salju mencair, dan karang menggigil diterpa ombak,
hanya cinta yang masih mengesalkan, inginnya tetap hina.
matahari
tertawa
turun kebumi
lihat diri ku yg dilanda mabuknya cinta
ku minta tolong
bakar sisa2 nafas masa lalu
kemudian rangkai rembulan diufuk timur
tapi pindahkan agar
ia terbit di ufuk barat
ahhh…
tak perlu takut akan akhir
semua jadi bahagia
semua yg tertutupi akan terlihat
tak ada samar
tak ada mega
dan juga hanya teriknya iya bernyanyi
dan siapa aku?
Tuhan bertanya dalam malam
dalam mimpi ku
aku menjawab
tapi bisu
keluh bibirku
bukan berontak
tapi tak kuasa aku tertakjub pada dunia
pada mahkluk ciptaan-Nya
pada janjinya aku bariskan awan
yg hitam didepan kemudian yg putih kurangkai belakangan
agar hujan pertama datang
agar aku dapat menagis
agar aku dapat berdoa
susun cerita diujung senja
agar dapat ku berikan kepada
penguasa abad
penguasa hari,waktu dan air mata.
banda aceh
26 may 08
lewat tengah malam
buat cha2
Senja hari ini
mengapa begitu berbeda
tak tampak langit barat
berarak merah pekat
semua tertututp awan jingga
Cinta hari ini
mengapa begitu berbeda
saat hidup semakin senja
cinta sejati peluk raga
buatku rasakan kejam cinta
Walau cinta ini
belum merekah, bak
bunga belum ternoda asa
tapi rasa ini telah
tenggelam dalam sanubari jiwa
Ku tahu cinta ini
terantuk di ujung senja
kan ku bawa semua
lewat harum kamboja
di pelabuhan jiwa
Rasa itu datang
Ku pun tak pernah memintanya
Rasa itu mengalir
Dalam hulu hatiku
Dan rasa itu membuatku
Bahagia
Kau sirami dengan air sejukmu
Berbunga kedamaian di hatiku
Tak kan sanggup ku ungkapkan
Rasa itu
Tak kan sanggup ku ucapkan
Rasa itu
Karna aku lama tak rasakan
Karna aku takut membuat luka
Karna aku terlalu hampa
Dan Karna aku tak mampu
Hingga ku tak kuasa
Menahan suka cita bahagia
Kuungkapan padamu
Rasa itu
ya Tuhan aku merasa diriku bagaikan bom waktu
yang suatu saat nanti akan meledak
dan mencelakakan banyak orang termasuk diriku sendiri,
TUHAN tolong hentikan waktu itu Tuhan aku mohon……