sosok indahnya yang
membuatmu berpaling dari
kasihku
sunggingannya membawamu
melangkah jauh meninggalkan
sketsa cintaku
gelak tawanya menuntunmu
pada sudut kepalsuan dengan
bingkai indah bersangkar emas
kehadirannya membuatmu
meninggalkanku…
tanggalkan semua ketulusan
yang kuberikan padamu
melepaskan semua yang
kutitipkan hanya karena
mutiara yang disematkan
dipundakmu
perempuan itu yang
membuatmu melupakanku
memupus semua impian yang
kita ciptakan berdua
menghempaskan semua
memory yang terangkai karena
kilauan mutiara buatmu
menghilangkan jejak kepedihan
masa lalu kita
kini sosoknya telah berganti
meninggalkanmu,
melanglang buana mencari
rupa yang lain
rupa yang lebih segar untuk
dibuatkan sangkar dan kau
terhempas dalam kesendirian
kau menjadi kisah dari episode
perempuan itu, tanpa bisa kau
meratap
air matamu pun tak lagi ada,
kau membisu tanpa bisa
berkata
hanya tatapan mata
menggambarkan semuanya
maafkanlah aku….
kini aku hanya mampu
menderma do’a untukmu
karena perihmu itu perihku
juga.
by_lembayung_kelam
Aku terjatuh…
terkapar
dihamparan ilalang kering
memandang langit nan kelam
kucari bayangmu diantara
gugusan bintang
masihkah jejakmu ada
diantaranya..?
satu dua langkah kususuri
percikan rasa yang kudamba
namun tak jua kutemukan gurat
senyummu disana
telah kubulatkan tekad untuk
menghapus semua tentangmu
dari mimpi dan hidupku
disetiap detik waktu
kuberdekap dengan Sang
Pemberi Cinta aku selalu
berharap usapan KasihNYA kan
melunturkan
kenangan_kenanganku
bersamamu
namun desir angin yang
mencumbu anak rambutku
menggetarkan nurani hingga
suaramu kembali menggeliat
dibilik hatiku
menyapa kembali…
mengaduk rasa dibilik jiwa…
Aku harus bagaimana..?
cinta ini terlalu dalam
untukmu,,
kini kuterkapar karenamu tak
ada jalan untuk berlari menjauh
dari hatimu dan dari dalamnya
rasa yang kumiliki untukmu.
heningnya kalbu begitu kelam
memikat gundahnya hati
tarian pilu menyerang dengan
girangnya
tangan ini berusaha
menggapai…
namun semua berpaling dan
meninggalkan…
rintihan bathin kian mengiris
tapi tak ada yang peduli…
Sepi….
Sakit….
rasa itu membuncah
menghancurkan
menenggelamkan asa yang kian
terpuruk
kelumpuhan pada seluruh
bagian otak mulai menumpul
pekikan girang sang kegelapan
menyengat tajam
“Selamat datang dikehidupanku
wahai luka dan nestapa”
naluri terkikis perih asa
perlahan_lahan memudar
isak tangis runtuh berguguran
“Selamat tinggal cinta,,
menepilah bersama gugurnya
airmata”
‘by_lembayung
tavoli allungabili
Rindu ini datang dengan perlahan
Dia bertandang disaat malam yg beku
Dia menjelma pada mimpi mimpi yg menyakitkan
Dia berbisik, berkata, lalu berteriak tentang kenyataan
Dia hantui tiap kesendirian
Rindu ini datang semakin nyata
Dia membawa seribu khayalan kosong
Lantas dia ejekkan apa yang ada
…..MENYAKITKAN…!!!
Eko Nuryadi
Bumi Allah -Surabaya 16 februari 1991
Diantara bait bait do’a harianku
Tergenang airmata airmata rindu
Terselip sesal dan ragu…
Duhai Rabbi yg mutlak kuasai gurat nasibku..
Izinkan hamba jadi apapun yg KAU mau…
……..Asal ENGKAU ridha…
” Ilahi anta maqsudi waridhoka matslubi”
yaa Allah… hanya kepada-MU-lah tujuan akhir hidup kami,
dan hanya ridho-MU yang menjadi dambaan kami…
Eko nuryadi – di Bumi Allah, Harjamukti- hari ke 11 juli 2010
Saat tak tahu apa yg harus ditulis…
ternyata disitulah ego ku sedang memuncak
tak perduli akan sekeliling…
saat diri ini merasa sendiri…
ternyata saat itulah ku pergi tinggalkan semuanya
saat aku merasa sedih…
ternyata aku yg lupa bagaimana rasanya bahagia..
hidup….adalah pendewasaan diri
saat dihujani bahagia..
saat didera sengsara
saat bermandikan cahaya
saat diselimuti kegelapan
(Eko Nuryadi Cimanggis, Depok….August 16, 2010)
Adik ku sayang…
Ketika kecil dulu..kau kugendong gendong …
Kemana kusuka..kemana ku mau…
Sekarangpun masih mas inginkan hal seperti itu…
Tapi dlm bentuk lain…
Adikku Sayang….
Saat kita sama dewasa…
Kita sama sibuk dgn urusan masing masing…
Tapi tak pernah lekang sayangku padamu…
…Sekalipun dlm amarahku…
Eko Nuryadi, …..Cimanggis, Depok. November 5, 2010
menelisik di pinggir kubur hati
ternyata…
“dia tak mati”
menunggu saat yg ditetapkan
lampau …dimasa yg tak teringat
…”dia tak mati”
berdenyut lembut membungkam sunyi
bergumam perlahan pecahkan bisu
“dia tak mati”
hidup dari serpihan serpihan peristiwa pedih
?
Bumi Allah. Cimanggis – Depok 20 Desember 2010.
Eko Nuryadi
Kemana kan kubawa suara hati ini..?
Sedu sedannya tertahan di relung jiwa
Dimana kan ku tancapkan kepala penuh dosa..?
jika bumi pun mengejek jejak jejak ku di langit coklat….
Roda matahari bergemuruh menandai pergulatan jiwa
teriknya membabat habis semua harapan.. .
..”nak….hidup ini tak ramah”…
…”Biar kutanamkan bibit pokok rindangan ini untukmu”
…”agar jadi teduhan siapa yg jera terkena terpaan nista.”
(Eko Nuryadi …. Cijantung 22 Maret 2011)
nak, belajarlah untuk jatur lebih dahulu
sebelum kau mengepakkan sayapmu dan membumbung
menjangkau langit yang terus saja kau kejar
untuk sebuah kepuasan akan citamu
.
nak belajarlah untuk sakit
sebelum akhirnya kau terpuruk dan menjadi lemah
sebelum akhirnya kau duduk dan bertekur
dan mengerat menjadi sebuah nestapa
.
bukan untuk hati mengatakan tidak
tapi belajarlah untuk melihat
bukan maksud hati untuk bukan
tapi belajarlah untuk merasakan beban
.
belajarlah untuk mencintai luka
sebelum kau benar benar merasakannya
belajarlah untuk mengerti duka
sebelum kau terbuai dalam suka
.
dan jika kau sudah mengeti apa itu suka dan duka
kepakannlah sayapmu untuk mencoba
rengkuhlah dunia dalam genggaman sayapmu
dan nikmatilah apa yag menjadi inginmu
.
nak, kudoakan untuk kau bisa
menjadi satu dengan dunia
entah itu suka maupun duka
tapi kuharap kau belajar itu semua
.
kudoakan kau bahagia
kudoakan kau sejahtera
kudoakan kan berkarya
dan kudiakan kau membahana
.
nak, hanya itu yang kuminta
tak lebih dari sebuah kata-kata
tapi kuharap benar-benar kau rasa
belajarlah untuk mengerti luka sebelum kau bersuka
.
.
Seto Danu
www.setodanu.com
Batam 08.12.07.20:27