Kecewa…

by d_man on November 16, 2008

Aku kecewa pada diriku sendiri

Kecewa tidak bisa mandiri

kecewa tidak bisa menyelesaikan masalah sendiri

kecewa karna harus tergantung orang lain

kecewa karna harus dibimbing orang lain

kecewa karna harus di ajar orang lain

kecewa karna tidak bisa membahagiakan orang lain

kecewa karna meresahkan orang lain

kecewa karna menyakitkan hati orang lain

kecewa karna tidak bisa mendapatkan cinta sejati

Mungkin semua ini terjadi?

ya . . . benar . . . memang terjadi

mungkin karna aku takut

mungkin karna aku bodoh

mungkin karna aku tidak percaya diri

mungkin karna aku banyak berbuat dosa

atau juga karna aku ditakdirkan begini

yang jelas aku tak tau mengapa semua ini terjadi

Ya . . . Allah . . .

mengapa semua terjadi pada diriku

mengapa . . . ? mengapa . . . ?

berilah aku jawaban

berilah aku petunjuk-Mu

berilah aku jalan keluar dari semua ini

biar orang lain tidak merasa disakiti atas kehadiranku

Suatu hari . . .

terlintas dipikiranku untuk akhiri semua ini

agas semuanya berakhir

tapi . . . tapi . . .

karna aku masih mau berbuat yang lebih baik untuk orang lain

{ 1 comment }

Cemburu

by dedi_doank on November 16, 2008

bahkan habil pun terbunuh oleh saudaranya sendiri

ach,….

aku tak mengerti

{ 2 comments }

Cinta siapa

by Safira on November 16, 2008

Cinta ini cinta siapa
Kamu yang pertama mencuri pandang
Aku yang pertama memberi senyuman

Lalu ini apa artinya
Kamu jadi tukang ojek langganan
Aku mendadak rajin bikin masakan

Siapa yang cinta
Aku cinta
Apa kau cinta

Mengapa seperti anak sma
Malu-malu mengakuinya

-sebuah kenangan cinta masa lalu yang tak pernah terucapkan-

{ 6 comments }

BUATMU

by ngurah on November 16, 2008

Ku benci kamu

Sungguh sederhana tapi tak mampu terbahasakan

Pilu rasa saat bicara, membara, lalu dingin seketika

Hidup denganmu bak dineraka hanya itu kupunya tuk mewakili

Sungguh sederhana hingga saat bicara ku tak lagi rasa apa-apa

Karena kusadar kau hanya datang untuk sementara

Andai tak ada besok mungkin ku kan bahagia

Tak perlu mencumbumu, merayumu, mengingatmu

Meski kau mencibir,menghujat dan meragukanku

Kuingin ini berakhir tapi tak kulihat ujung

Kini kusadar bukan raga yang menolakmu

Tapi jiwa dan nafasku

Untuk itu mesti pilu ku kan slalu ada disampingmu

{ 7 comments }

Cahaya Suram

by dlavan9 on November 16, 2008

Menata kembali angan dalam sunyi

Aku tersedu merayu

Namun kalbu ‘tak lagi ingin kembali

Menyentuh sukma

Merenda rasa

Bersama mimpi dan jutaan harap

Kini aku terbangkan ia

Biar ia pergi sendiri

Karena aku pun ‘tak pernah ingin menemani

Hanya dapat menatap raga

Yang menjauh dari sisi

Biar ia melangkah jauh

Biar cintanya yang bertemu

Biar ia yang menemanimu

Karena aku sudah ‘tak lagi mampu

Biar ia berlari kejar mentari

Karena cahaya bulan disini

Sudah meredup menyuram

Hingga aku hilang dalam gelapnya malam

{ 0 comments }

Sudahlah

by 21040058 on November 16, 2008

Pak, ayo!

Kita lestarikan korupsi, kebudayaan nasional menurut kita!

Jangan lupa kolusi dan nepotisme konconya.

sampai tulang belulang kita terbaring di sepetak tanah

berukuran dua kali satu kali satu!

supaya harta kita cukup untuk anak cucu,

bahkan keturunan ketujuh kalau perlu!

setidaknya untuk kuburan kita itu!

Biarkan saja rakyat jelata,

yang berkicau seperti burung pipit, burung beo tepatnya!

kita ini kan tuli…

dan buta, karena semua media “KATANYA” mengutuki kita pak..

Pernah liat pak? sama… saya juga tidak pernah.

Lupakan perjuangan BUNG KARNO, BUNG HATTA, dan BUNG-BUNG lainnya!

Mereka tinggal sejarah bukan?

kalau mereka masih ada mungkin gawat, kepala kita bisa ditempeleng…

Atau gawatnya bambu runcing bukan ditancapkan di dada kompeni!

tapi di kepala kita!

Kita ini sedang berevolusi

dari manusia jadi orang utan!

Ahh… Percuma ngomong sama orang budek!

{ 1 comment }

Seumpama Surga

by 21040058 on November 16, 2008

Nafas mana menghunuskan nada Surga?

Di telapak kaki nadi jadi bermarga.

Tidak terkecuali sang keparat,

segala erat merapat.

Dan dongeng siang bolong takkan luruh,

Semoga pelangi tetap membusur seluruh.

Dalam rahim wanita merajut,

dan berdoa sambil bertelut.

Mama… Tuhan besertamu.

{ 1 comment }

Puisi Cinta Surga

by 21040058 on November 16, 2008

Warna pelangi bersetubuh, kerapkali gaduh

Roh tujuh nada bersulang seluruh

Inginnya langit menabuh guruh-gemuruh

Sida-sida mengepak surga sampai utuh

Titah Raja nafas para nabi

Pangeran meneguk cawan pekat, menerjemahkan sempurnanya cinta

hingga berdoa dan berdarah dibalik serambi

lantak melafazkan cinta.

{ 0 comments }

Menyusun Melodi

by Midea on November 16, 2008

Ada setetes gairah
Mengganggu bergemuruh
Dari desiran pasir pantai
Tapi bagi dia semua itu samar
Haruskah meronta
Sedangkan jiwa tak bersua
Ini tak menyusun melodi
Lalu desah meraja
Sudahlah aku reda
Biar meredam saja
Dimana aku dulu
Biar rasa tak begini
Merendahkan hati di bukit palsu
Berhias dan merayu
Masih ada jawaban
Sedangkan kata membisu
Hanya jiwa yang resah
Lalu untuk apa seandainya
Bukankah dunia nyata

by.Midea

{ 0 comments }