Disini ( Kota Tua )

by Devin_Dchy on October 3, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Andai waktu mampu ku putar,,

ku ingin menyingkap dimana rasa salahku yang ku buat??

tiada kata yang mampu ku sampaikan,

terlalu indah kurasa,
terlalu sulit ku lupa..

Maaf atas kekurangan yang ku punya,

Terima kasih yaach..

pernah menguatkan,
menyejukkan,

membuatku berarti..

seperti bidadari…

Namun kini bidadari hanya segelincir debu
tak berarti

hanya mampu menjadi benalu…

Trima kasih yaach.

pernah memilih aku tuk temanimu,

meski tak sesempurna yang kau mau,

tak seindah yang semestinya..

Namun sulit ku berdusta

bahwa aku menyayangimu

sepenuhnya..

meski tidak bagimu..

Dan kini..

Sedang ku nikmati setiap detik tanpamu,

setiap detik saat ku bersamamu..

Disini..

ku sendiri,

yang dulu kita pernah berdua

ungkap asa dan cinta

pada bintang yang bertaburan,
lukisan alam yang semakin mengindahkan

Disini

ku telusuri..
sepanjang jalan saat kita bersama
dalam hening malam

disini
tempat kita berpisah..
terakhir kali ku menggenggam tangan,
menangis lirih..

Dan Disini..

Aku menunggumu..

mungkinkah kan kunikmati lagi???

dalam sudut kota tua..

ada cerita aku kamu dan cinta….

{ 0 comments }

bahagiaku di ujung tanduk

by mayachan on October 3, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

saat bahagia bersamamu

kian meluap merekah mekar mewangi

mengisi relung hatiku

di sepanjang waktu ku selalu bahagia

entah kapan

bahagiaku di ujung tanduk

tangis ku rasa tiap saat

resah dan gelisah mewarnai hariku

kini ku hidup dengan sisa -sisa kenangan

bahagiaku di ujung tanduk

merobek semua memori yang kusimpan

kankah bahagiaku kembali bersua

walau bahagiaku diujung tanduk

ku kan selalu mengenangmu

{ 0 comments }

Pengertian Sebatas Debu

by omegachaos on October 3, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Berapa kali air mata ini mengukir
Sebuah arti kata cinta
Yang selalu terwakili kata frasa
Dari kisah debu lama
Seharusnya tak berarti….berakhir
Begitu saja….begitu saja…..

Percuma bertanya….bila tak ada jawab
Malam purnama saat tiada
Mata ini terus mengutuk
Air mata saat kilau itu tiada
Bentang ribu getar suara
Saat lembut itu hilang….

Lupa…lupa….
Hanya itu sebuah harap…
Hingga berbalut dalam dosa
Dengan begitu banyak luka
Hingga semua tak mengerti
Semua terbalut dalam teka-teki
Rasa ketakutan yang tak berarti
Pertahanan terakhir tanpanya

Kini seakan terhenti
Hujan itu untuk mereka
Biar panasnya dunia meraja
Ketika aku mengutuk mereka
Yang berasa akan sebuah frasa
Dan debu itu bersamaku
Menanti terlihat dalam purnama
Hanya aku hanya dia
Bukan mereka….

Hanya aku luka…duka….
Dan tangis air mata…
Hanya aku….tanpanya…

{ 0 comments }

Pohon pohon membisu

by Rumphut on August 20, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (47 votes, average: 3.94 out of 5)
Loading ... Loading ...

Pohon pohon membisu
Pena kertas pun membisu
Kasih, ku selalu merindumu
rasa kesepian samar membayang seribu

Deru angin semakin
Laraku bak gerimis itu
membasahi memenuhi tiap dahan dan daun daun

{ 4 comments }

Terimakasih

by sintadiana on August 20, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (26 votes, average: 4.35 out of 5)
Loading ... Loading ...

Ku lihat wajahmu

Ada tangisan di mata itu

Layaknya pagi pertama di musim semi

Begitu cantik begitu pucat

 

Isakan tangismu bisa kudengar

Getaran ketakutanmu mampu ku rasakan

Walaupun kau berkata semua akan baik-baik saja, aku tahu

Ini begitu berat bagimu

 

Apakah kau mendengarkan kata-kataku

Bisakah kau merasakan perasaanku

Ketika jarak yang memisahkan kita adalah nol

Ku ingin kau tahu

Aku bahagia kau membawaku ke dalam hidupmu

 

Makhluk seperti diriku ini

Terimakasih banyak telah mencintaiku

Walau takdir pertemuan kita begitu singkat

Aku tidak pernah menyesalinya

 

Aku mencintaimu, aku akan mencintaimu selamanya

Aku akan mengingatmu selamanya

Sampai kita bertemu lagi di kehidupan selanjutnya

Aku tidak akan pernah melupakanmu

 

{ 1 comment }

Bahagia Pada Akhir Cerita

by omegachaos on August 20, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (19 votes, average: 3.68 out of 5)
Loading ... Loading ...

Semua berawal dari sebuah frasa
Ketika sebuah canda mengukir senyum
Frasa itu datang menulis sebuah cerita
Yang mengalir dalam sungai kehidupan
Tak banyak berjudul namun entah bermakna

Frasa itu datang dari beda
Bila aku pria maka dia wanita
Sungguh pertama takutku menyakiti
Seakan langkahku menghantui
Dirinya yang selalu saja ada
Senyumnya yang selalu mempesona

Frasa itu mulai membebani
Ketika hidup ini tak berhenti mengalir
Permasalahan lain mulai saling berganti
Sementara frasa ini mulai memenuhi
Hingga pada akhir sadar kejamku
Sang pengecut mulai berlari darimu
Itulah aku dengan segala rendahku

Kuharap dia yang baru
Yang selalu mengharapkanmu
Meski aku lebih dulu
Namun dia selalu menatapmu
Tak seperti aku yang menciut selalu
Dia sahabatku mungkin yang terbaik untukmu
Meski frasa ini tetap ada padaku
Kuharap ceritamu berakhir bahagia dengannya
Wahai sahabatku kukorbankan frasa ini untukmu
Bahagialah pada akhir ceritaku yang sendu

{ 0 comments }

Hitamku

by omegachaos on August 20, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

Hujan hitam hanya untukku

Deras dan mengikis seluruh pigmen kulitku

Tiada sakit menusuk nadiku

Hanya hampa mata ini menatap langit

 

Berjatuhan segala ungkap rasa

Hujan hitam menembus sayap-sayap kertas

Menghapus memori menghilangkan duka

Segala bukti adanya cinta

Berlalu dalam genangan-genangan hitam kelam

 

Tiada kini yang tersisa

Hanya kata sebatas kata

Tiada terjalin kata-kata

Sebaris kata yang tak bermakna

Kupastikan semua tiada lagi di udara

Menatap sisa-sisa puing rasa

 

Lalu kini berlalu

Tiada lagi mengarang hitam

Bermaksud mengubar rasa dalam hitam

Tiada lagi…..

Hanya hitamku takkan pergi

Tak mengapa tiada yang mengerti

Hitam ini tak nampak pasti

Hanya sebuah perubahan daki

Dan mereka hanya menganggapku hitam

Sedari dulu hingga kini

{ 1 comment }

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Awal….

Berkhayal sebuah keindahan

Langkah menyusuri arung waktu

Bersahut dengan debur ombak

Tenang dalam hidup

Tak tergoyahkan si kelabu

 

Bertemu….

Sosok sendu senja sore

Ketika surya hendak membunuh hari

Terbias cahaya

Mengaliri air mata

Tak bersalah jatuh

Tak melawan sang bumi

 

Berakhir….

Keindahan sesaat sungguh

Hanya asa terputus

Keberadaan diri sang saksi

Mengawasi berakhirnya takdir

Membisu ketika menderu sang ombak

Menelan bulat hati yang gundah

Hilang sempat sang waktu tua

Untuk indah esok dan lusa

 

Sampai jumpa nona

Sang kelabu kan menemani

Mungkin esok entah lusa

Kini debur ombak berlanjut

Tak pernah asa terputus

Tak tergoyahkan sang kelabu

Hingga waktu tak menyangga lagi

{ 0 comments }

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 3.71 out of 5)
Loading ... Loading ...

sebentar lagi ramadhan, dan aku membenciMu.
call me stupid.
call me lost.

jika dunia ini adalah sebuah permainan yang Engkau ciptakan
dengan manusia sebagai para pemainnya
lalu mengapa aku merasa dipermainkan?

Engkau ciptakan sebuah pertunjukan drama manusia bagi kesendirianMu yang membosankan. agar lebih mengasyikkan untuk Engkau tonton, Engkau beri padaku pilihan-pilihan sulit serba dilematis berikut konsekuensi dan pengorbanan yang tidak pernah adil kurasakan.
lalu Engkau melihatku jungkir-balik, jatuh-bangun, terhempas dan terbentur dan tersungkur.

apa yang Engkau rasakan ketika melihatku kesakitan?
apakah Engkau tertawa saat melihat si bodoh ini kebingungan?
apakah Engkau tegang ketika aku mati-matian berjuang?
apa pendapatmu ketika aku merendahkan diriku dengan menjilat pantat orang?
sudahkah Engkau menangis melihatku? tertawa? marah? benci?
apakah Engkau sudah terhibur oleh sandiwara ciptaanMu? puas?
cause I’m not. cause I feel used. aku merasa dipermainkan.

mengapa Engkau duduk dan menonton?
Engkau hanya menonton, tapi tidak berani untuk menjalaninya.
mengapa tidak Engkau saja yang jadi manusia?
tidak, Engkau terlalu penakut untuk jadi manusia.

Engkau ciptakan aku untuk membuktikan bahwa Engkau Maha Pencipta.
Bahwa manusia adalah makhluk ciptaanMu yang paling sempurna.
demi kepengtinganMu itu kah aku Engkau ciptakan?
bagaimana dengan aku? keinginanku?
Engkau egois.

jika Engkau bisa berbuat apa saja, mengapa Engkau tidak bisa membuat ciptaanMu ini bahagia? jika benar Engkau mencintai ciptaanMu, mengapa Engkau buat aku menderita? itukah ungkapan cinta, jika yang bisa Engkau lakukan hanyalah menyiksa? sedang Engkau bisa berbuat apa saja. sedang Engkau bisa berbuat apa saja. sedang Engkau bisa berbuat apa saja.

buktikan bahwa Engkau mencintaiku
karena aku tidak pernah minta untuk diciptakan
karena aku tidak pernah minta untuk dilahirkan
justru Engkau lah yang memaksaku untuk lahir

segala perasaan bersumber dari penderitaan dan Engkau sendiri tidak pernah menderita. Engkau telah mempunyai semuanya sejak Engkau ada. Engkau hanyalah anak kecil yang manja, dengan merengek ‘kun fayakun’, maka semua keinginanMu dengan gampang terpenuhi. tapi pada akhirnya, memiliki segalanya justru membuatMu merasa hampa. memang pada akhirnya, memiliki segalanya justru membuatMu merasa hampa.

Engkau tidak bisa merasa betapa bahagianya seorang ibu mendengar anaknya bicara ‘mama’ untuk pertama kalinya. Engkau tidak bisa merasakan betapa besar perjuangan seorang suami untuk menghidupi keluarganya. Engkau tidak bisa merasakan betapa sakitnya seorang pemuda yang ditolak cintanya oleh gadis pujaannya. Engkau tidak bisa merasakan apa yang dibenak seorang ibu yang harus mencuri susu untuk bayinya dan mencuri baju untuk anaknya. Engkau tidak bisa merasakan seperti apa rasanya dicium wanita untuk pertama kalinya. Apakah Engkau bisa merasakan rasa kehilangan seorang anak manusia yang ditinggal mati sahabatnya?
sebelum Engkau ciptakan manusia, Engkau tidak bisa merasakan itu semua.
secuilpun.

ya, Engkau ciptakan manusia karena Engkau tidak bisa merasakan apapun. Karena Engkau bisa berbuat apa saja, Engkau ciptakan manusia untuk mengajariMu apa itu rasa sakit, kebahagiaan, penderitaan, sekaligus kesedihan. mengajariMu tentang perasaan. Engkau tidak ingin manusia merasa kosong seperti diriMu. justru itulah yang membuatMu tidak memberi manusia semua yang mereka inginkan. agar mereka menderita sehingga mereka mempunyai perasaan. karena perasaanlah yang membuat manusia menjadi sempurna. aku menderita maka aku selamat. aku menderita maka aku sempurna. dan dalam penderitaanku, aku mau tidak mau harus terus berjuang. berjuang untuk tetap hidup, meski hidupku pun akan tetap menderita. itukah aturan main yang Engkau buat untukku yang mau tidak mau harus kujalani? cukup adilkah itu bagiMu? mengapa tidak Engkau saja yang menjalaninya? Engkau pengecut.

lalu di akherat, apakah Engkau akan mengiming-imingiku dengan surgaMu?
sebagai sogokan agar aku tidak protes karena telah Engkau jebloskan aku ke dunia dengan semena-mena? atau sebagai upah karena telah memberiMu sebuah tontonan yang menarik dan membuatMu puas? atau apakah Engkau akan menghukumku dengan siksaan nerakaMu karena aku telah bermain buruk dalam sandiwara ciptaanMu? F*** Y**!

dan selama Engkau masih ada, manusia tidak pernah salah.
Engkau lah yang salah karena menciptakan Soeharto, Pol Pot, Hitler, Firaun, dan semua penjahat-penjahat itu. bagaimana pula Engkau akan menyalahkan mereka sedang Engkaulah yang menciptakannya, sedang mereka sendiripun tidak pernah minta untuk dilahirkan.
manusia baru bisa disalahkan ketika Engkau tidak ada.

mungkin aku harus belajar untuk memaafkanMu. meski itu berat. sangat berat.

{ 6 comments }

Rindumu Sesaat

by derry on June 3, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (64 votes, average: 3.78 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kebisuan ini menjadi naif seraya pasrah seperti alang..
kurasakan bidadari hati yang kelabu, menahan lirih seribu rindu..
jantung memang berdebar cepat, membuatku tak terkendali.. suara itu menusuk tepat di sanubari, terus berirama tiada henti..
ah, tapi aku tersadar ini hanya seperti bunga, bunga yang terlupa..
siapa yang tau? ini hanya dusta belaka, hanya aku terlalu meminta,.
so, bidadari hatiku yang kelabu terbanglah dengan sayapmu yang terbakar, kulepas harapku, kubuang jauh untuk melupakanmu..
aku tau, rindumu untukku hanya sesaat..

{ 11 comments }


Page 4 of 125« First...23456...102030...Last »