1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 4.63 out of 5)
Loading ... Loading ...

Sebahagian waktuku hilang, ini benar benar menghilang…

ntah di mana,tapi aku mencoba untuk tenang..

tenang,dan tenang ,sampai suatu saat dia datang..

bukan sebagai bintang ,yang menyentuh ku dengan begitu terang..

juga bukan bulan ,yang melihatku dengan sangat benderang…

dia hanya menyapa,tapi itu terlihat tak biasa.

Dan Aku juga mencoba menyapa dia, tapi itu yang tak ku bisa.

Atau Mungkin belum ku coba.

Aku bukan berjalan tanpa mata.

Aku melihatnya ,sungguh melihatnya.

dia bukan hanya sekedar cerita.

Dia nyata.dan dia ada..

Dan kini dia tiada..

benar,,,memang benar dia hanya menyapa.

Tapi aku merasa,dia ada walau pun tiada.

Andai dia kembali ,aku ingin lahir seperti..

Seperti daun,yang berjatuhan di taman yang mencoba untuk menenang kan,

Andai dia kembali ,aku ingin lahir seperti .

Seperti badut yang mencoba menghibur walau melelahkan.

Andai dia kembali,aku ingin lahir seperti.

Seperti merpati yang selalu setia dan tak tergoyahkan.

Tapi seandainya dia tak akan pernah kembali?

Mungkin aku akan lahir seperti ikan,yang mudah untuk melupakan.

Atau Mungkin juga aku akan lahir seperti penyair yang tetap mencintai walaupun di lupakan.

Apakah kata kata “kembali” terlalu jauh bagimu?

Apakah raut wajahku terlalu mudah untuk dihapuskan olehmu?

“Tersenyumlah” mungkin itu yang akan kau ucapkan.

Tapi tidak, aku tidak bisa. semua telah hilang sesaat kau menghilang.

Namamu adalah senyuman , sentuhan mu adalah kenangan.

Dan bagai mana bisa aku terbiasa..

Tapi…terimakasih atas waktu yang begitu singkat..

Kau merubah perjalanan ku yang semestinya berat.

Aku tau di dalam hati ini namamu akan menjadi pekat,dan tambah pekat .

Terimakasih…

dan aku tersenyum ….

{ 2 comments }

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

suara-suara jangkriklah yang menyebut-nyebut namamu kini,

mengkrik-krik sepanjang malam tanpa henti

disaat itulah aku tersadar
semua ruang beku mengenangmu

aku pun coba mengeja setiap bait perjalanan kasih kita

suara riang, suara sumbang,
datang
tiba-tiba mengejang

duduk sambil kipas-kipas,
kucoba menenang

tibalah aku memandang toples kaca
berisi seekor
kunang-kunang

yang dalam mimpi, diceritakan
itu wujudmu sekarang

aku terpana merana!

telah terbujur kaku tubuhmu
dalam raga sisa tanpa sayap melekat

aku tercekat!

seharusnya, aku melepasmu kemarin

sebelum nyawamu habis kurang udara

kukira kau akan bertahan

duduk di pinggiran, dan dapat menemaniku tidur
sambil mendengarkan ku bercerita tentang cinderela

namun kau payah!
tak dapat bertahan lebih lama

tidak ada airmata

tidak ada rasa sesal

tidak ada.
aku tahu besok kau akan datang dengan rupamu yang lebih rupawan..

seekor burung.

regina marlina [marcel.ars02@...]

{ 0 comments }

Bunga Kertas

by WebAdmin on July 19, 2010

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

Warna warni mencolok mata kau hadirkan
Tapi terkadang warna mu pucat pias tak berdarah
Padahal mahkotamu dibingkai empat kuntum kuncup
Kau tau pasti kau bunga yang tak mudah dipalingkan

Saat kuncup barumu menyembul
Semburat merona kau janjikan
Dan kau tak peduli duri yang menjalar di sepanjang rantingmu
Asalkan hadirmu memberi arti bagi sekitarmu

Setiap mata yang menanar ke arahmu akan tersejukkan
Meski kau bertahan menahan perih mentari membakarmu
Dan saat angin membelai daun dan kelopakmu
Kau meneduhkan prahara setiap jiwa yang memandangmu

Ketika badai datang menerjang ranting-ranting ringkihmu
Tangan-tangan yang rajin menjamahmu seketika tak lagi hendak memetikmu
Dan kau tak mampu menahan kelopak-kelopak rapuhmu
Hingga berguguran..tercabik duri-duri disekitarmu

Lalu masa mu telah usai..
Dan kau harus rela menunggu hingga musim semi kembali menyapamu
Meski duri-duri di rantingmu terus menajam dan mengakar
Kau tetaplah sekuntum bunga kertas yang rapuh!

12th July2010
aprilina hasan [aprilina2001@...]

{ 1 comment }

Aku Rindu Kamu

by WebAdmin on July 16, 2010

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (14 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Hari-hariku yang sepi
aku rindu kamu,
Apakah kamu tau itu?

Malam yang sunyi
memeluk jiwaku
yang gundah
karena memberontak orang tua
memberontak aturan
dan akhirnya tergoda dunia luar

Sia-sia kucari hatimu.
Ingin kuingat lagi wajahmu
yang kini menghilang.
Sia-sia
Tak bisa kuraih
Sempurnalah kesedihanku.

Angin marah
menyerang bumi.
Dan dua belas ekor singa
akan muncul
manghancurkan hatiku.

Berkali-kali aku rindu kamu
Di manakah kamu?
Apakah kamu telah menjadi kenangan?
aku rindu kamu.
aku rindu kamu.
Karena kamu kenanganku.
Tuhan ?
Tuhan adalah seniman ajaib
yang selalu ada
hanya perduli dengan hal yang besar

Seribu jari dimasa laluku
menudingku
Tidak akan
Aku kembali.

Saat aku rindu kamu
amarah yang suci
bangkit di malam ini
dan merusak diri di dunia luar
sebagai cowok penggoda
memberi harapan padaku
dengan wajah tulus.

sesudah itu
sebagai laut yang beku
dan aku pun beku.
Lihatlah, wajahku.
Terkaca di kesunyian.
Berdarah
terluka karena masa laluku

From: martha christina [marthacayangq@....]

{ 2 comments }

daun dan pena

by dewa on July 16, 2010

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 3.29 out of 5)
Loading ... Loading ...

saat jiwa ini telah terlelah oleh dekapan sang malam
di kala raga ini sendu oleh kenangan dari rindu yang terbuang
disaat itu jua siang menjelang embun menghilang

rantai dari perjuangan telah dibuat
oleh keinginan dan asa yang terpancar
untuk memeluk kisah yang akan segera hadir
dengan rasa kasih dan sayang

daun yang berguguran telah terkenang
sebagai satu kisah yang tersimpan
embun-embun telah menangis
beserta senyum yang menghiasinya

senja akanlah hadir
menggantikan siang yang menunggu
dan malam akan menjelang
menggantikan senja yang telah lelah
dan tertidur di balik tembok kesepian

satu waktu telah berganti
bukan menghilang ataupun tiada
tetapi tumbuh menjadi sesuatu yang baru
dan akan menjadi pena suatu saat nanti

menghadirkan kisah yang baru
menorehkan jawaban yang lama
dan melupakan kenangan yang pahit

kita tiada perlu mengerti semua
yang kita harus lakukan hanyalah percaya

20/04/2010

dewa 4 U

{ 1 comment }

duri senja

by dewa on July 16, 2010

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 2.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

saat waktu yang berharga telah terbuang
menanti hari di ujung diri
senja menyulam kenangan pun terdiam
marah manghampiri jiwa yang sepi

lelahnya hati genggaman tangan
riak berlalu menyapu rindu
setetes embun diam bukan kerana angin
angin yang elok indah rupawan

berlalu hari di ujung rindu
walau air mata tetesan sang awan
daun yang gugur kerana kasih
menyemai padi indah tergerai

senja tenang di kala malam
bayangan cermin menemani diri
berjalan ia kerana dahaga
mencari air penawar rasa

mawar hitam laksana embun
menutupi diri dengan durinya yang tajam

akhir pertanyaan adalah suatu jawaban
walau terkadang berlalu lagi dengan pertanyaan
suatu pertanyaan adalah suatu keresahan
suatu pertanyaan adalah suatu kebimbangan
yang diinginkan hanyalah suatu kenangan

yang hadir dengan suara ceria
yang muncul dengan wajah berseri

yang menyapa dikala dahaga menghampiri

Bear

22/04/2010

{ 1 comment }

Cinta Adalah Realita

by WebAdmin on July 15, 2010

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 4.71 out of 5)
Loading ... Loading ...

cinta itu teman
teman itu cinta
dalam cinta ada teman
dalam teman ada cinta

tak ada topeng
tak ada pura-pura
aku cinta kamu
aku benci kamu
semuanya nyata

bukan karna takut kehilangan
bukan karna takut sendirian
tapi memang adanya

cinta itu nyata
nyata itu cinta

pahit dibilang pahit
tidak serta merta dibilang manis
lezat dibilang lezat
tidak sekedar pujian
walau sesekali ditambahi gurauan

dalam tawa ada air mata
dalam air mata ada tawa

saling melengkapi
bukan karena kesamaan
walau sesekali bertengkar
namun akhirnya kembali berpelukan

aku ingin kamu
karna aku ingin kamu
dan di matamu hanya ada aku
karna itu yang kamu mau

tidak selamanya bergandengan tangan
kadang jalan berjauhan
tapi tetap saling jaga

tidak selamanya berpelukan
kadang berpunggung-punggungan
tapi tetap saling sapa

cinta adalah teman
teman adalah cinta
dalam cinta ada teman
dalam teman ada cinta

karna cinta adalah realita
bukan sinetron belaka

03 April 2010

http://sampiran.blogspot.com/

deesiey [deesiey@...]

{ 5 comments }

Selubung Luka

by WebAdmin on July 15, 2010

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3.25 out of 5)
Loading ... Loading ...

Semoga luka-luka ini cepat sirna
semoga rasa perih cepat reda
agar wajah ini terasa bersih menatapMu
agar hati ini terasa basah mengejaMu

pada warna senja yang begitu ungu
di ujung langit
kutitipkan selembar luas mendung
yang pernah kulukis

dengan tinta hitam, suram
bagai getah lekat, erat melekati kulit batang-batang pohon
dari patahan dahan dan daun-daun dari ranting kepundung
atau seperti pekatnya cairan malam
menitis pada kain sebentang
membentuk gambar-gambar rumit bercorak kawung

akh, senja yang ungu
bagaimana aku bisa memintamu
menempa warna-warni lukisanku

sedang tinta-tinta itu terlalu pekat
sedang gambar-gambar itu terlanjur lekat

semoga luka-luka ini cepat sirna
semoga rasa perih ini cepat reda
agar hati ini mampu merunduk
agar hati ini mampu bertawadu’

April 2010 (Rabiul AKhir 1431 H)

lailatul kiptiyah [laila_kip@......]

{ 1 comment }

songkok haji dan baju koko

by WebAdmin on July 11, 2010

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Tergesa berlari mendahului mentari pagi
Bangun lebih pagi
Mandi lebih cepat
Berjalan seperti berlari
Tak cukup waktu memilih angkot yang lebih lapang
Tak cukup waktu memandang langit pagi
Tak cukup waktu menikmati lalu lalang kendaraan
Tak cukup waktu menghirup udara pagi dalam dalam
Tak cukup waktu melihat wajah wajah yang juga tergesa

Sampai juga,,,,
Sedikit tanya sedikit jalan sedikit becek
Sudah panas sudah pengap walaupun masih pagi
Kios itu berada di tengah tengah
Diapit kios buah dan toko kelontong
Lalu tanya lalu pilih lalu tawar
Pura pura tidak tertarik pura pura hendak beranjak

Lega,,,,
Kantung plastik putih berisi songkok haji dan baju koko untuk suami sudah didapat
Tidak sempat menuju kios sayuran maupun ikan karena sudah pukul setengah delapan
Saatnya kembali bekerja
Hingga waktu beranjak ke pukul tujuh malam
Lalu kembali pulang ke rumah membawa kantung plastik putih berisi songkok haji dan baju koko untuk suami

08:06 14/05/2010

Septy [misyaty@....]

{ 2 comments }

It is as it is

by WebAdmin on July 11, 2010

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Jangan katakan kepadaku begitulah hidup, sebab aku bernapas dengannya: keberadaan, juga ketiadaan. Puncak-puncak peristiwa yang sepertinya sekedar menumpuk di laci ingatan, sampai kita tidak lagi menyadari mana yang nyata dan tidak nyata. Sebab yang nyata hanyalah saat ini, di tempat ini. Here and now! Begitulah dikatakan penganut Zen Budha atau aliran yang sejenis itu.

Dan begitulah, kita melepaskan apa yang kita temukan. Mengosongkan diri dari segala yang kita kumpulkan dengan tetes keringat dan air mata, membebaskan diri dari segala kelekatan dan penderitaan. Sebab yang pergi tidak akan kembali, tetapi tidak pernah meniadakan segala sesuatu yang tinggal – sesedikit atau sebanyak apa pun itu. Dan aku sudah cukup lama berdamai dengan kenyataan itu. Bukan karena aku menyukai kerumitan. Mungkin aku terlalu menginginkan segalanya. Secara sempurna. Sempurna dalam segala ketidaksempurnaannya.

Ketidaksempurnaanku. Ketidaksempurnaan hidup. Bukankah itu yang menjadikan segalanya utuh?

-ina-

aahs75 [aahs75@...]

{ 1 comment }


Page 30 of 125« First...1020...2829303132...405060...Last »