dalam sakit, terbaring sunyi
tak ada sajakmu menghampiri
hati ini semakin perih
sendiri di sini
dalam genangan sepi
Tangerang, 20 Oktober 2011
{ 0 comments }
dalam sakit, terbaring sunyi
tak ada sajakmu menghampiri
hati ini semakin perih
sendiri di sini
dalam genangan sepi
Tangerang, 20 Oktober 2011
{ 0 comments }
Akhirnya kembali letih
Entah percuma suara terdengar lirih
Meski lama nian menanti lelah
Entah mengapa mata tak mau terpejam
Kembali menatap langit
Membayang indah beribu tatap
Sayang tak mungkin ada
Hanya khayal putus asa
Dengan hembus sejuk lembayu
Meski tampak sendu
Tersenyum sebelum terpejam
Hingga mimpi memeluk lelah hati
Indah mimpi membuat enggan
Selalu entah pagi entah sore
Ketika terbangun dengan sadar
Kembali terpejam
Menanti kantuk dan mimpi
Meski waktu berdetik menghampiri
Menampar setiap detak detik berlalu
Dengan segala hembus malas
Air dingin menghumbar pengat
Membasuh keringat
Mimpi tiada lagi teringat
Meski nanti kembali mencari hangat
Lalu terpaksa pergi
Pertama menyeret pasti
Kedua henti menatap diri
Lalu pergi yakinkan diri pasti kembali
Meski tersiksa nyata
Indahnya tak mungkin tersentuh
Melukai mungkin tiada sentuh pasti
Hanya perlu menatap dari jauh
Menyembuhkan berbagai luka
Meski kian membekas
Dan ketika nanti susah terpejam
Berkhayal kembali
Demi sebuah mimpi
Yang tak terwujud di dunia nyata
{ 0 comments }
Mencoba sekuat hati
Menanggung galau bukan sendiri
Melepas mimpi bidadari
Merenung bersama sahabat sejati
Membahas hati nurani
Membentuk kuat jati diri
Mencoba membalas kejam mulut palsu
Namun pasrah mengindar biar waktu
Biar waktu yang beri lalu
Biar lalu hingga terlupa aku
Terlupa aku akan bidadari bisu
Bisu terpasung cabik pilu
Lalu aku tertawa nyaring bersama kawanku
Karena sempat bersama bidadari meski bisu
Berteriak girang tiada lagi pilu
Meski teringat nanti meski nanti galau
Biar nanti dendang lagu
Teringat pilu berganti senandung merdu
{ 0 comments }
Berjalan ku tak tentu arah
Di hatiku berkemelut resah
Kulihat bunga mawar terindah
Yang tumbuh dari genangan darah
Darah dari mimpi-mimpi
Darah dari isak tangis
Para pejuang revolusi
Para pemuda negeri ini
Yang berkuasa hanya melihat
Yang berkuasa hanya terbata
Yang berkuasa hanya terdiam
Yang berkuasa ternyata hanya tertawa
Tertegun hatiku tersentak
Amarah menyala serentak
Melihat tubuh tergeletak
Diam dingin tak berdetak
Kecewa merayap di dada
Mengutuk ku pada mereka
Yang duduk terdiam disana
Menganggap dirinya Tuhan
Yang berkuasa tidak mendengar
Yang berkuasa tidak berkata
Yang berkuasa tidak bertindak
Yang berkuasa ternyata tak berkuasa
Perjuangan kami dari hati
Kami berjuang sampai nanti
Perjuangan kami tiada henti
Kami berjuang sampai akhir
Perjuangan kami kan abadi
Kami berjuang sampai mati
Yang berkuasa hanya mengelak
Yang berkuasa hanya membantah
Yang berkuasa hanya berdusta
Yang berkuasa ternyata harta semata
By: Maggothz MoronChay
{ 0 comments }
Kau mentari pagi
Memberi harap dan kasih
Kasih ini murni
Bersemi indah di hati
Sadarkah dirimu
Kasih ini untukmu
Walau ku tak milikimu
Walau rasa tak terbalas
Namun kasih tak memilih
Aku adalah kekasihmu
Dalam khayalan indahku
Aku adalah pangeranmu
Dalam istana anganku
Ku inginkanmu
Ku cintaimu
Melebihi batas anganku
Belai embun pagi
Beriku dingin dan sepi
Bagai hati ini
Membeku di dalam sunyi
Sadarkah dirimu
Sakit ini darimu
Karena dia telah milikimu
Walau perih tak terperi
Namun cinta tak mendendam
Aku adalah nahkodamu
Dalam samudera mimpiku
Aku adalah mentarimu
Dalam dunia fantasiku
Ku mendambamu
Ku memujamu
Melampaui batas anganku
Cinta berakarkan hati
Menjalar tiada henti
Hingga temukan cinta sejati
Berbunga hingga akhirnya mati
By: Maggothz MoronChay
{ 0 comments }
Luka hati belum tertutupi
Tangis diri menipu mimpi
Rasakan dan coba tuk resapi
Cinta dalam belenggu sepi
Soneta di dalam hati
Menjerat tangis lirih
Dalam lantunan memekik iri
Membara cinta dalam fantasi
Kucumbu si cantik ilusi
Membakar jiwa dalam imaji
Kukubur dibalik jeruji
Bias cinta menembus jiwa
Warnai jiwa yang kian riskan
Senja melayang diatas awan
Mencari cinta tuk menghamba
Galau hati belum terobati
Sirna asa bagaikan mati
Meracuni jiwa tanpa henti
Perih rasa mencengkram hati
Soneta di malam hari
Terjerat desir mimpi
Dalam lamunan mencekik diri
Biar cinta merenggut jiwa
Nodai jiwa yang kian rentan
Senja menghilang ditelan malam
Mencuri cinta dan menghilang
By: Maggothz MoronChay
{ 0 comments }
Sepi kurasa melebur hati
Rindu kurasa membalut imaji
Tertawa melihatku sendiri
Keheningan iringi langkah diri
Ku menangis dalam tawaku
Ku tertawa dalam tangisku
Terisak-isak mencari hatimu
Terbahak-bahak temukan kasihmu
Kerinduan yang tak pernah berujung
Membimbingku ke ujung tiang mimpiku
Menghujamku dan tinggalkan luka pilu
Dengan parangnya penggal bahagiaku
Luka hati yang tak terobati
Terasa perih dan mengoyak diri
Jerit hati bak lautan tangis
Mengejekku dengan pandangan miris
Ku bermimpi dalam sadarku
Ku tersadar dalam mimpiku
Dalam mimpi ku mengejar kasihmu
Ketika kusadar dapatkan bencimu
Kerinduan yang tak pernah berujung
Menyeretku ke ujung tiang mimpiku
Membelenggu dan tinggalkan luka baru
Dengan parangnya renggut harapanku
By: Maggothz MoronChay
{ 0 comments }
mengapa ku harus memilihmu yang tak pernah memandangku?
mengapa ku harus memujamu saat kau tak pernah pedulikanku?
mengapa?
racun apa yang kau tanamkan padaku?
hinggaku harus selalu mendekatimu
mengapa harus selalu mengapa bersamamu
mengapa akhirnya begini?
andaiku dapat mengulang waktu
ku ingin bukan mengapa yang hadir
{ 0 comments }