Rindu Bersalut Pilu…

by lembayung on January 31, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (16 votes, average: 4.31 out of 5)
Loading ... Loading ...

Tanpa sapa dan bertanya…
kilatan tatapanmu telah bercerita tentang keangkuhanmu..

mengadu disaat hadir gundahku,
menghadirkan pilu bukan kedamaian seperti yang kuingin…

tanpa sadar ceritamu
‘tentang cintamu yang kian membara padanya’
tlah merajam ngilu ulu hatiku..

kau tak peduli setiap kata yang kau urai
‘tentangnya’
membuat nafasku mendengus perih..

meratap didinding hati yang sunyi..

sekian lama jalinan kita semai,
kini terlerai tanpa ada arti salam perpisahan..

alunan lagu rindu, menjadi kelu dan perlahan mengeras batu..

Haruskah aku mengadu pada setiap helaian nafasmu…?

dalam sepi aku bertanya…
apakah bisa diseiringkan lagi jalan yang sudah tak searah tujuan…?

sangat jelas untuk dihempas, bahwa dirimu tak selalu ada untukku…

biarlah kuberputih mata asal kau bahagia,
dan pintaku
‘jangan lagi bercerita tentang dia dihadapanku…

tak perlu kulontarkan bagaimana rasaku yang mulai meredup sinarnya untukmu…

maafkan aku…
ijinkan aku pergi membawa kisah ini…
dan biarkan terus kurawat rindu bersalut pilu dilaman hati ini…

sampai nanti…
sampai waktuku usai…

By_lembayung

{ 0 comments }

kalau tadi ku kata cinta ..

by zulfadzly on January 28, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 4.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

KALAU TADI KU KATA CINTA..

Kalau tadi ku kata cinta ,semalam, benar aku rindu ..
Sehari ku hela tanpa manja suaramu ,seharian ku sunyi ,tanpa rengetan tawamu,..
Tak bisakah suara mu lari dari penjara sepi?
Tak bisakah rintihanku membawa kau pergi?
Kau mempersonakan..,,
dan sungguh, aku merinduimu..

Kalau tadi ku kata cinta , semalam,benar aku rindu ..
Berkicaunya pipit jika hadirnya bunga..,bernyayi lah aku hadirnya kamu..
Perlukah kau membisu jika aku suaramu?
Perlukah rindu sebegini pilu?
perlukah aku dakapan suaramu?
Haaah..mengeluh aku bersama jawaban,ukiran senyuman telah ku iringkan siulan..,,
Kini hanya potret menjadi peneman..,,dikala hati menantikan teman,ku poetkan kau 1 nukilan..
kerna di sudut hati ini terasa jauh..
Ku rasa cukup jauh… berhimpun bintang jauhmu..
Teguhlah memori ku terhadapmu nanti,
saat bergemanya melodi sangkakala ,saat aku berhenti merinduimu..
Kini ku rapuh,,dan sungguh,aku merinduimu..

Kalau tadi ku kata cinta , semalam benar aku rindu..
Kan aku bisikan pada bulan,terangilah malam mu .,,runtuhlah langit malam,agar menyembah sinar matamu..
Jawablah,apalah pelangi tanpa warna hatimu? mungkinkah nnt mata menipu?
Ungkaikan ,kata ku ,ungkaikan..
Kerna Ku rapuh..
Terpingga aku,terkaku aku..,terhenti..! tanpamu disini,tanpamu disisi,tanpamu dihati..
Kau membunuhku.,
dan sungguh,aku merinduimu..

Sayang ,kalau tadi ku kata cinta..
Ketahuilah , aku benar cinta..

Hasil Nukilan Zulfadzly bin Shahrum ; “Kalau tadi ku kata cinta”
Senja Pertama Ramadhan ‘ 2010.

{ 4 comments }

bukannya?

by aneez on December 29, 2010

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (28 votes, average: 4.07 out of 5)
Loading ... Loading ...

cinta aku tanpa terkata.
rindu aku tanpa terungkap.
bukannya lebih menyiksa?
teriak aku tanpa suara.
bukannya lebih memilukan?
menangis aku tanpa isak.
bukannya lebih menyedihkan?
terluka aku tanpa keluh.
bukannya lebih menyakitkan?
tertawa aku tanpa rasa.
bukannya lebih mengkhawatirkan?
begitulah aku.
begitulah diriku.
hidup bagai hantu.
kalau sudah begitu, aku tak tau.

{ 1 comment }

Kereta Senja Kedua…

by lembayung on December 26, 2010

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (11 votes, average: 3.36 out of 5)
Loading ... Loading ...

Naluri tengadah…
ada bening disudut mata
terjatuh dan pecah…

Seraut wajah pucat, membawa raga berjalan tergesa…

Ada gerih disudut hati..

Seiring nyanyian angin gersang yang menawarkan kidung kerontang…

Dia berdiri diatas trotoar tua…
menantikan kereta senja yang dulu membawa kekasih pujaan hatinya mengembara…

Tiada sungging disudut bibir..
hanya gumam lirih

Sembari menghitung bait-bait datang dan pergi bersama ranting berpatahan..

Sementara jemari keriput kian berkeringat rindu…

Jam tujuh empat belas purnama kedua..

Dia masih bertahan…
Bertahan dari keputus asaan…
Bertahan dari ketidakpastian…

Sejauh angan berharap…
Kereta senja…
tiada jua kunjung tiba membawa pulang kekasih pujaan hatinya…

Ntahlah…
Akankah penantiannya akan berakhir ataukah banyak…

Dan aku akan tetap menjadi pengamat sejati…

_Lembayung_

{ 0 comments }

Rindu Yang Terpendam…

by lembayung on December 26, 2010

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (24 votes, average: 4.54 out of 5)
Loading ... Loading ...

saat hanya tatapan yang bisa kubiaskan untukmu

sesungguhnya kidung kerinduan ini ingin menyampaikan sebuah rasa padamu

meski kata terbatas pada keberanian untuk melafadz

mestinya sudahlah cukup buatmu bisa mengartikan rasa yang kupendam

saat kita duduk berdua
menatapi lembayung senja yang menjuntai

ada makna dalam setiap tarikan dan hembusan nafas…

ada harapan dalam degup jantung…
semua bernadzar kepadamu…

disini…
didadaku tersimpan harapan…
dihatiku bersemayam keinginan…

namun bagaimana kuharus sampaikan kepadamu jika setiap menatap wajahmu bibirku kelu…

bagaimana harus kuluahkan kejujuran atas rasa cinta dan rinduku

hasratku ingin membangun mahligai indah diatas titian ikrar…

rasaku inginkan kedamaian bersamamu…

rakit kecilku ingin bersandar disatu dermaga

dermaga nan asri tempat menambatkan penat jiwa dan hasrat hati

tak jemu kuberharap pada angin keikhlasan tuk mengiring rakitku bertemu dengan dermagamu..

seandainya rasaku ini sama dengan rasamu…

keindahan cinta dan rindu ini lakarkan dengan kecup hangat dikeningku…

karena sebenarnya hanya satu lafadz yang ingin kuluahkan dihadapanmu

“Aku Mencintaimu”

kuingin miliki dirimu seutuhnya tanpa harus berbagi….

_Lembayung Kelam_

{ 1 comment }

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (26 votes, average: 4.46 out of 5)
Loading ... Loading ...

Sorot tajam mata Sang Garuda sudah tiada,
Hanya ada tetesan air di bawah matanya…
Bukan karna tetes embun pagi jam lima,
Juga bukan karna hujan kemarin lusa…

Percuma bersenandung lagu Indonesia Raya,
Jika kita cuma duduk diam di atas sofa.
Membiarkan Sang Garuda tenggelam dalam nestapa…

Sekarang paras Sang Garuda merah padang,
Bukan karna sinar Sang Surya yang benderang…
Tapi karna titik terang yang sudah hilang,
Karna meja hijau & lencana dapat dilelang!

Mereka bukan pahlawan!
Membenarkan yang salah demi lembaran-lembaran,
Melempar jauh keadilan yang membimbing ke depan!
Sudah terlalu lama lampu merah menyala kawan,
Waktunya mengisi senapan & bidik sasaran!!

{ 1 comment }

Ketika resah merekah tanpa daya

by just_me on November 22, 2010

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 3.71 out of 5)
Loading ... Loading ...

Seharusnya
Aku tak bertanya
Mungkin
Kamu memang tak yakin

Atas rasa
Untuk cinta
Demi asa
Kita…

Meski kubilang
Akan menunggu
Sampai menghilang
Semua ragu

Namun masih pantaskah?
Aku percaya
Ketika resah merekah
Tanpa daya…

{ 1 comment }

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 2.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Senandungku
Tentang cerita kelak
Kau dan aku
Membuatku bermimpi indah
Melayangkan harapan
Pada langit khayalan…

Bersama angin
Engkau membenamkan hujan
Dalam gelisah langit malam
Ketika bintang tak berpendar

Selayaknya angan
Kumeminta…
Atas nama cinta
Yang membisik perlahan
Di relung pelangi

Jadikan nyata
Semua semburat jingga
Di langit senja…
Biar lembayungnya
Menaungi sisa malam
Menemani, kau dan aku…

{ 0 comments }


Page 20 of 125« First...10...1819202122...304050...Last »