Kereta Ekonomi

by nurhadi cahyono on December 1, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Berdesak-desak dalam kereta
Penuh sesak mengucurkan keringat
Melunturkan wewangian ketiak
Terjepit disela-sela penumpang
Bergeser terdesak orang memberi jalan
Asongan menjajakan dagangan
Pengemis meminta belas kasihan
Suara pengamen memekakkan telinga
Mengumpulkan uang recehan
Kondektur berjalan cepat serampangan
Memeriksa tiket murahan penumpang
Didampingi pengaman sekedar berjalan
Penumpang di atap duduk teratur tenang
Maut mengintai mencari korban
Perjuangan mencapai tujuan
Tak lagi menjadi keluh kesah
Penderitaan adalah cerita harian

{ 0 comments }

Harus Terlupakan

by omegachaos on December 1, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 4.14 out of 5)
Loading ... Loading ...

Melangkah dan terus melangkah

Tertatih melangkah menjauh berlari

Dari siapa ia berlari?

Ibliskah itu yang gelap merajai?

Buruk rupakah yang mengejarnya dari jauh?

Pudar pandang tak mengerti

Ia memang berlari pergi

Namun tak ada yang mengetahui

Bahwa nilai pandang bumi

Sungguh benar tak berarti

Karena itu ia berlari

Berlari…….

 

Pernah sejenak ia berhenti

Namun tersesali meski lelah terpenuhi

Peluh dalam sanubari

Lalu ia berhenti menghinggapi

Dan kembali berlari

Melangkah pergi

Salahkah mencinta bidadari

Bila memang congkaknya setajam duri

Sakitnya tak lebih baik dari sepi

Meski kini menyesali

Karena memori menancap abadi

Dalam hidup yang ia jalani

Maka ia berlari

Berlari……..

 

Meski indah berbalut rapi

Namun awal tetap harus mengakhiri

Dengan segala daya ia beralih

Namun laknat orang itu

Bukan teman bila bantu sakiti

Bukan teman bila selalu interogasi

Tak sadarkah kau?

Dia harus pergi….

Atau aku kan selalu berlari

Bukan menghindari sebuah memori

Namun mengais tanah dan mencari

Nikmat sebuah rasa cinta

Benar tak sekadar rasa

Bila teman bantulah melupa

Kini ada pengganti dia

Cinta ini berbeda

Oleh karenanya……

Bila teman janganlah bertanya

Tentang dia yang harus terlupakan

{ 0 comments }

Karangan Belaka

by omegachaos on December 1, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Tak mengerti

Begitu besar kau tampung

Indahnya senja dalam mimpi

Megahnya tampak matahari dalam senyum

Tapi tak gentar menyakiti

Tak segan tersakiti

Demi indah yang lain

Indah yang sama

 

Mengapa tak nampak waktu?

Tak tampakkah di indah irismu?

Betapa bodoh….

Tak pertimbangkan rasa yang lain

Buta sudah cara pikir

Hilang sudah memori masa

Kala bersama tersenyum

Kini tak berlaku

 

Hadirku dalam memorimu sirna

Sungguh siapa yang bodoh?

Mengapa harap begitu besar

Untuk sadarkanmu akan perasaan

Dengan pincang yang adalah aku

Dengan buruk pikiranku

Tentu pilihmu dirinya

Yang indahnya setara

Yang gemulainya sama

 

Kini dengan hitamku

Kering darah takkan tampak

Dari luka yang kau beri nyata

Demi berlari bersamanya

Perihnya tak dapat dipercaya

Dalam remang gelap aku bertanya

Bagaimana semua berawal?

Dalam gelap aku sadar

Aku terjebak dalam gilanya cinta

Abnormalitas antara sesama wanita

Kini semua gelap dalam tawa

Dalam tawa tak lagi terasa

Akhir yang begitu nyata

{ 0 comments }

Makhluk Apa Aku Bagimu?

by omegachaos on December 1, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Jangan kasihan karena kesendirianku

Tak perlu kasihani karenaku kesepian

Kasihani diriku yang tak kuat beriman

Kasihanilah aku karena dunia tak memberi teman

 

Atau tiada kasih kau beri

Hingga terasa tiada nilaiku ini

Karena layak gila aku selalu tersenyum

Selalu tertawa seakan dunia panggung lawak

Saat sepi menemani

Saat sadar aku sendiri

 

Meski ramai sanak kau bawa

Meski pesta gemerlap canda

Tiada arti untuk temanmu ini

Maaf daku beribu kali

Sepilah sungguh arti

Sendiri sadarku penting semua itu

 

Tak usah kutuk diriku

Atau hujat tanpa tahu kasih

Sudah sering tersiksa sendiri

Sudah lama dingin sepi menghampiri

Hingga melodi indahmu keluar telinga kiri

Hangat sapamu kudapat tuli

 

Jangan kasihaniku karena sendiri

Tak juga perlu karena sepi

Karenaku biar sadarmu

Bersyukur banyak teman menerima

Bersujud cinta pernah bersandar lama

Bandingku denganmu

Jangan kasihaniku……

{ 0 comments }

Hampir Seluruh Kehidupan

by WhyShyDude on December 1, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Irvan, Januari 2002

Dalam dunia yang gelap…….
Kau seharusnya menjadi penerang yang berarti
Namun aku adalah lobang hitam di jagad raya
Aku adalah noda hitam di bintang-bintang
Aku lah yang membuat kalian semua berbeda dengan ku
Dan kalian akan berbeda dengan siapapun
Bagaimana indahnya setiap hari kehidupanmu?
Ini semua adalah gunung-gunung dan lembah kita sendiri….
Gemuruh guntur dan kilatan halilintar kita
Jika ombak menghantam gunungmu biarkanlah….
Percayalah sungai akan terus mengaliri dunia ini
Apalah arti semua ini teman-temanku?
Kita sebagai penerang di lautan tanda tanya
Kita sebagai pejalan di jalan penuh percabangan
Janganlah engkau mati sebelum waktunya
Sampai gila engkaupun hadapi tekananan kehidupan
Itu semua sedikit ringan dari melayang tanpa gravitasi
Bersama semua perasaan yang mengikatmu
Bebaskan dengan pikiranmu
Ikuti anugerah kehidupan yang mengalirimu {semua ini dari Alloh}
Di masa yang akan datang engkau bertemu masa lalumu
Di masa lalumu engkau berjalan dengan diriku
Mengelilingi seluruh perjalanan waktu
Kalian tidak percaya dengan keberadaanku
Sungguh menakutkanku kawanku
Sakit, sedih, air mata saat kekasihmu pergi
Biarlah semua itu terkubur dalam masa-masanya
Dirimu tidak akan melupakan kepulanganmu padaku
Rayakanlah hari kehidupanmu ini
Segalanya ada di dalam pesawat kita
Menuju hal-hal baru di angkasa……

{ 0 comments }

Jangan Menjadi Dungu [2]

by WhyShyDude on October 29, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (30 votes, average: 4.27 out of 5)
Loading ... Loading ...

Aku adalah cinta yang selalu melayani dan dilayani

Aku adalah kehidupan yang tidak menentukan segalanya

Seandainya aku telah mati mungkin kah aku bertemu denganmu disana

Jika aku tenggelam dalam cinta, mungkinkah cinta selalu mendekapku erat lagi

Seumpama aku abadi dalam kehidupan, hanyalah cinta yang mampu membuatku bertahan

Ketika cinta, kehidupan, dan kematian datang siapakah yang mampu halangi

Aku hanya melihat jiwa-jiwa yang menginginkan imbal balik

Semua itu selain untuk yang lebih, hanyalah minim untuk yang survive

Tentang perlindungan yang diperlukan seorang kekasih

Yang melindungi keadilan dalam hati

Seorang kekasih yang harus kita lindungi dan temani

Bukalah luas hatimu untuk menerima kebenaran yang ada

Mungkin waktu dan ruang memisahkan kita

Tetapi cinta akan tetap menggema di jiwa selamanya

Dan cinta tidak bisa dipaksakan pada hari dan tempat

Cinta mungkin lebih kuat dari kematian itu sendiri

Engkau tahu kenapa orang melakukan sesuatu yang tidak kau sukai?

Karena sudut pandang yang kita sukai adalah sangat berbeda

Dan semesta raya ini tidak membela apapun yang terjadi

Dari Adam dan Hawa, sebagai lambang manusia dan cinta

Telah banyak cerita yang bermotif sama

Tentang obsesi, keinginan dan sekedar bertahannya manusia

Manusia menggunakan akal pikiran dan tenaganya

Seperti sekarang mungkin ini semua tidak berarti

Namun di saat yang lain ini merupakan makna dari semuanya

Yang selalu ada pada masa-masa itu

Atau akan hilang begitu saja ditelan waktu

Biarlah aku sebagai hampa kinala {jangan hampa, tapi isi dengan Islam}

Yang menggemakan seluruh isi hati Adam

Biarlah aku sebagai hampa kinala

Yang selalu memberi ruangan seluruh jiwa Hawa

Meskipun tidak bisa berbuat apa-apa

Hanya hampa dan luas membentang di setiap hati

Tugasku bukanlah membuat peraturan karena itu tak perlu

Tugasku hanya mengingatkan mengenai pilihan yang tercipta

Yang masih bisa dipilih atau tidak

Aku sangatlah dingin dalam mengingatkan

Aku adalah kematian dari hari dan jiwa

Sehingga menyelimutimu dengan kehidupan kosong {Isilah dengan Cahaya}

Aku adalah cinta dari waktu yang hilang

Yang mencoba menghangatkan kehampaanmu

Biarlah diriku yang tak nampak ini hadir

Dan mencoba melayanimu oh kekasihku

Aku mati, sangatlah mati terpaku di kuburku {kau hidup}

Namun rohku masih mencoba tetap memberikan sayap

Sayap untuk Adam dan Hawa baru

Sayap untuk membisikan kenikmatan kesadaran

Melalui tanda-tanda yang bersemayam dalam remang

Dan hanya melalui api keyakinan tanda itu nyata

Bila sekarang engkau terbakar dalam neraka kehidupan

Engkau bisa terus terbakar hingga menjadi abu

Atau engkau berusaha untuk mendapatkan surga yang menjadi hakmu juga

Permasalahannya bagaimana caranya?

Aku mati, dan tidak ada cara kecuali berusahalah…..

Kebahagiaan tidak berarti senyum dan tawa

Kebahagiaan adalah kepuasan yang kita tahu alasannya

Penderitaan tidak berarti tangis dan kesedihan

Penderitaan adalah kekecewaan yang kita mengerti sebabnya

Karena saya sangat mencintai posisiku di hutan ini

Aku membangun benteng untuk berlindung dari musuhku

Bangunan yang terbuka untuk setiap orang yang bersahabat

Di antara kabut hutan yang tebal

Aku duduk merenungi Adam dan Hawa dalam perjalanan waktu

Adam menangisi perpisahannya dengan Hawa

Akupun sedih melihat dirimu menjauhi bangunanku

Atas nama biologi cinta adalah seonggok reaksi kimia dari hormon

Yang membuat makhluk hidup berupaya untuk menghasilkan keturunan

Dan akan begitu terus diwariskan secara generasi ke generasi

Demi kehidupan demi kesadaran akan keabadian

Namun buat apa itu semua?

Jawabannya adalah berada pada muasal segalanya diawal masa {Hikmah disisi Alloh sang pencipta segala yang ada ini}

Dari kemungkinan yang tak terbatas manusia berusaha menemukan kebenaran

Kebenaran atas pertanyaannya sendiri selamanya

Dengan imagenasi dan logika menapaki sang waktu yang terbentang {Petunjuk Alloh lah yang akan menyelamatkanmu}

Apakah benar pada intinya segalanya tak berawal dan berakhir? {semua ada awal dan akhir kecuali Alloh dan apa yang dikehendakiNya}

Seperti sifat ada yang dimiliki tuhan selama ini, ada selamanya

Sebagai manusia apakah yang engkau lakukan seandainya engkau sang “ Ada “ ?

{Kita tetap saja manusia makhluk ciptaan Alloh, tidak akan pernah lebih dari pada itu yang akan mati sampai waktu yang telah ditentukanNya}

Dan apa yang akan kamu rasakan serta sudut pandangmu atas segala hal

Apakah semua akan dipenuhi ketakterbatasan dan tetap tak terdefinisi {tersesatlah kau}

Dan apakah semua akan dipenuhi kemungkinan dan tetap mungkin terjadi

Yang ada itu adalah kematian itu sendiri {kehidupan juga ada, dan hal-hal ghoib}

Yang ada itu adalah tidak ada itu sendiri. {yang ada itu ada, yang tidak itu tidak}

Hawa dan Adam adalah simbol batasan sesuatu {mereka memang ada}

Dimana semua teknologi di masa apapun tidak bisa menandingi

Dimana semua perjalanan waktu itu tidak bernama

Makna dari segalanya adalah definisi dan kesadaran kita {Allohlah yang lebih tahu mengenai segalanya, ada hal yang diberitahukanNya ada hal yang pengetahuannya hanya pada sisiNya}

Melalui bisikan alam aku membisikan bisikanku kembali

Pikiran adalah subjek dan lainnya adalah objek {Pikiran manusia adalah lemah, perlunya manusia untuk berpedoman pada petunjuk Alloh}

{ 0 comments }

Jangan Menjadi Dungu

by WhyShyDude on October 29, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.20 out of 5)
Loading ... Loading ...

Irvan 26 Februari 2002

Setiap orang adalah puisi yang hidup
Yang semua adalah menoreh ke kehampaan hari {hari yang bermakna}
Setiap orang adalah lagu yang mengalun di bumi
Semua mungkin mengenang kesedihan waktu silam
Dari mana engkau berasal?
Siapakah engkau?
Setiap hari orang tidak bisa menikmati
Kesadaran yang dimilikinya
Karena kehidupan ini begitu tak terkira
Setiap orang adalah debu-debu yang berterbangan di tepi laut
Yang kebanyakkan tidak tahu kemana angin akan membawanya
Namun jauh sebelum kita mengerti artinya
Suatu saat dibawah sinar rembulan
Adam mencium Hawa tanpa kata terucap di bibirnya
Dan apakah kehidupan akan terus berlanjut?
Apakah kesedihan itu melukai kita?
Tidak bisa dibayangkan tangan tuhan bekerja
Bekerja melalui hati yang kita punyai ini {prasangka?}
Percayalah pada remang yang tidak jelas itu {percayalah yang jelas}
Yang membuat api berkobar meneranginya
Telahkah mukamu mampu menatap kegelapan kenyataan?
Terbakar dalam neraka kehidupan dan duka {semoga terhindar dari ini semua}
Jika berenang di lautan luas ini tak henti
Apakah berbeda dengan melintasi angkasa dengan pesawat!
Apa beda merokok dengan minum?
Dipelukan Adam, Hawa melayang melintasi waktu
Sampai saat ini, sampai saat ini
Mereka masih merasuki tubuh kita dan masa depan {tidak, mereka telah mati}
Adam bersama pedangnya, Hawa berselendang lembut
Hidup yang diwakili oleh pedang Adam
Menatap dengan penuh kecurigaan dan hati-hati
Semuanya merah penuh dengan darah
Menghancurkan atau dihancurkan adalah pilihan
Hidup diwakili oleh selendang Hawa
Menghibur hati yang galau dan menenangkannya
Mengaburkan kekerasan yang meracuni kehidupan
Membangun atau dibangun adalah pilihan
Dari berbagai segi Ibunda Hawa begitu cantik
Dari berbagai sudut Ayahnda Adam begitu tampan
Udara malam ini berisi cinta bagi jiwa yang merindu
Alunan gairah memendam dendam dan kebencian jauh di dalam
Mampukah engkau bertahan dalam neraka cinta ini?
Yang melumatkan seluruh kehidupan yang indah ini
Yang membanjirinya dengan perih dan kepedihan
Mampukah engkau bertahan? Mampukah?
Memang sesekali alam kedamaian diperlukan
Untuk menyadari keberadaan semua yang ada
Menyelamatkan air mata, darah dan jiwa
Jika teringat masa lalumu engkau masih mempunyai masa depan
Begitulah yang berat akan memberikan kesan yang lain bagimu
Jika malam dan mengantuk, engkau akan mampu terjaga
Begitulah yang menderita akan memberikan imbalan lain juga
Setiap hari engkau terus berlari menjauhi jiwamu
Untuk menuju irama yang lebih pelan dalam kehidupanmu
Aku adalah kematian yang mendatangkan kesedihan dan air mata
Aku adalah cinta yang mengantarmu pada kekasih
Aku adalah kehidupan yang mulai di benci karena membosankan
Aku adalah kematian yang merupakan batas akhir perjuangan
Aku adalah cinta yang selalu abadi di hati
Aku adalah kehidupan yang memberi harapan masa
Aku adalah kematian yang akan datang padamu
Aku adalah cinta yang memberi arti di hidup dan matimu
Aku adalah kehidupan yang tiada henti memberi kesempatan
Aku adalah kematian yang membedakan antara pemberani dan penakut

{ 0 comments }

Suatu Saat Nanti

by baskorodj on October 25, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (16 votes, average: 4.44 out of 5)
Loading ... Loading ...

Sekarang..
Kamu bisa menolak
Kamu bisa membenci
Kamu bisa mempermainkan
Kamu bisa menuduh
Kamu bisa mencaci maki
Kamu bisa angkuh
Kamu bisa menyiksa
Kamu bisa menghancurkan hatiku

Tapi tidak untuk suatu saat nanti..
Ketika semua telah mati
Ketika semua dihidupkan kembali..

Suatu saat nanti..
Aku akan mencarimu
Aku akan menemukanmu
Aku akan mendekatimu
Hingga aku tepat didepanmu..

Suatu saat nanti..
Kulihat matamu
sayu, tidak sebinar dulu
Ku lihat mulutmu
rapat, tak sebesar dulu
Ku lihat lidahmu
Kelu, tak setajam dulu
Ku dengar suaramu
Lirih, tak selantang dulu

Suatu saat nanti..
Matamu akan melihat terang
Mulutmu akan berkata apa adanya
Hatimu tak akan berdusta
Tanganmu tak bisa membantu

Kakimu tak bisa berlari
Wajahmu tak bisa berpaling

Suatu saat nanti..
Aku akan bertanya padamu :
“Apa yang telah kamu lakukan dulu ?”,
“Ada apa di hatimu ?”,
“Sedangkan kamu sadar, sedangkan kamu tahu,
kamu melukaiku ?”.

Suatu saat nanti..
Kamu akan berlutut seraya berkata :
“Aku telah berpura-pura”,
“Aku telah bersandiwara”,
“Aku telah berdusta”,
“Maafkan aku”,
“Sebenarnya aku rapuh, saat membutuhkanmu”,
“Sejujurnya aku menangis bila rindu”,
“Aku sungguh menyayangimu”,
“Aku benar benar mencintaimu”.

Suatu saat nanti..
Aku raih tanganmu
Aku dekap erat tubuhmu
saat air matamu berlinang perlahan
berderai, luruh berjatuhan
menimpa dan menyatu
dengan airmataku dulu..

{ 0 comments }

somewhere

by ray on October 25, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

where it is a place i belongto

only fear and sadnes i feel

i searching it

thinking about it night and day

somewhere

where i feel safe

where someone wanted to save me

form this pain

form this fear

that planted deep inside of my heart

{ 0 comments }

hati

by ray on October 25, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (10 votes, average: 3.60 out of 5)
Loading ... Loading ...

aku adalah seorang moralis
mendengar puisi indah aku menangis
mendengar kata keras menyayat hati
aku menangis keras dalam hati
dengan luka mengangasedalam lautan

ingin aku berkata
dengan nada halus menyen tuh hati
tapi telinga mereka tertutup
dan hati mereka keras bagai besi

ingin aku bermimpi indah
walau hanya sekali saja
melihat dunia
lewat awan tanpa ujung

{ 0 comments }


Page 2 of 12512345...102030...Last »