Kata selembar kertas seputih salju,”Aku tercipta secara murni, kerana itu aku akan tetap murni selamanya. Lebih baik aku dibakar dan kembali menjadi abu putih daripada menderita kerana tersentuh kegelapan atau didekati oleh sesuatu yang kotor.”
Tinta botol mendengar kata kertas itu. Ia tertawa dalam hatinya yang hitam, tapi tak berani mendekatinya. Pensil-pensil beraneka warna pun mendengarnya, dan mereka pun tak pernah mendekatinya. Dan selembar kertas yang seputih salju itu tetap suci dan murni selamanya -suci dan murni- dan kosong.
:+: Khalil Gibran :+:
Menggapai awan sepenuh jiwa
Berbekal tulang, asa dan cinta
Terkadang hampa, sesak di hati
Terkulai lesu tangisi diri
Namun kubangkit teguhkan hati
Masihlah ada awan menanti
Walau menempuh jalan mendaki
Akan kucoba langkahkan kaki
Sampai kujatuh terdera batu
Ragaku kaku hati membeku
Seolah tak kuasa untuk melaju
Terduduk ragu menangis pilu
Kucoba lagi kumpulkan asa
Tabahkan hati cairkan luka
Terus melangkah terus mendaki
Menggapai awan sampai kumati
29 Mar 06? 20:12
Arleen Amidjaja
arleen315.blogspot.com
Ikranagara:
BANTUL 2006
tak ada lagi kata
tatkala bumi berguncang
amatlah kerasnya
di bantul
mata yang menatap ke atas
langit merah
puncak gunung merapi
segera berpaling ke bantul
tak juga ada kata
sungai opak terperangah
bisu
tatkala guncangan bumi
meruntuhkan rumah-rumah
serentak
bergemuruh
sang maut
merenggut nyawa
korban demi korban
bergelimpangan
di timbun reruntuhan
di bantul
di klaten
di imogiri
di panggungharjo
di trumulyo
di sleman
di yogyakarta
tak juga ada kata
diguyur hujan deras
hanya angka-angka yang tersisa
menghitung kehancuran dengan tenda pengungsian
menghitung luka dengan kapas berdarah
menghitung lapar dan dahaga dengan suara lirih
melahirkan satu kata
: ?tolong??
bersahut-sahutan dari mulut ke mulut
: ?tolong??
menerobos batas kota demi kota
: ?tolong??
merambat dari pulau ke pulau
menyeberangi samodra
: ?tolong??
membaluti seantero permukaan bumi
tatkala usailah sudah bumi berguncang
kita pun hanyalah mampu menghitung kuburan yang harus kita gali
dengan butir-butir air mata
butir-butir tasbih zikir & doa
untuk mereka yang telah berangkat mendahului
dengan kereta kencana
: ?amien??
rock creek di tepi twinbrook mei 2006
author: ikra_dc@yahoo.com
Nak, jadi perempuan kita harus pintar
Agar tidak mudah terpedaya rayuan gombal para pria
Nak, kamu harus bisa bekerja, nafkahi dirimu sendiri
Supaya tidak menggantungkan hidup mu pada orang lain
Percantik dirimu, bercermin setiap hari
Bukan untuk bergenit-genit pada lelaki
Tapi supaya kamu lebih percaya diri
Dan ingat, rendah hati dan jangan jadi lupa diri, ya?
Nak, jika nanti kamu punya suami
Pastikan ia setia dan mencintaimu dengan segenap hati
Jaga cinta kalian dan penuhi hatinya dengan dirimu
Supaya tidak ada ruang untuk wanita lain mengisi kekosongannya
Nak, bunda menyayangimu
Cuma cinta yang bunda punya
Jaga dirimu baik-baik ya?
Jangan mau disakiti dan jangan pernah menyakiti
Bunda tahu kamu pintar
Bunda tahu kamu sabar
Bunda bangga bisa membesarkanmu
Dan memberi sepotong cinta yang bunda punya
?..
Sore ini langit sangat indah berwarna biru
Dan bunda punya lebam berwarna sama di sekujur tubuhnya
?..
**love you mother
author : d_nesta13@yahoo.com
kususuri jalan cinta
yang dihiasi bermacam iklan cinta
“cinta, begitu dekat begitu nyata”
aku tak merasa cinta itu dekat dan nyata
“cinta,connecting people”
ah.. bukankah demi cinta terkadang orang saling membunuh
“cinta, setia setiap saat”
kenapa selalu masih ada perselingkuhan
“cinta, inside”
pada kenyataannya benci juga ada di dalam
kulalui terus jalan cinta ini
yang dipinggirnya dihiasi dengan rambu cinta
” P dicoret = tidak ada pria dan perempuan untuk dicintai”
” S dicoret = tidak boleh jalan sendirian di jalur ini”
” Terompet dicoret = tidak boleh menyatakan cinta secara lantang”
” Verbodden = cinta terlarang”
rambu yang kucari masih belum ditemukan
kupilih jalur tol cinta untuk menemukan cinta yang kucari
10 menit berlalu, terlihat sebuah papan penunjuk di tol cinta
“cinta sejati 60 km”
harapan terkuak, cinta yang kucari selama ini tidak jauh lagi jaraknya
20 km menjelang cinta sejati, kutemukan kembali rambu cinta
semua bewarna kuning dan bergambar
“tanjakkan”
“berlikuliku”
“banyak orang menyeberang”
“ada galian”
sungguh sulit ternyata jalan untuk mencapai cinta sejati
author : daudsj@gmail.com
Sayangku,
kenalilah musim hujan yang basah
dan kemarau yang meranggaskan daun-daun kering
di sepanjang hari dalam dua belas purnama
karena cintaku bersemi di dua musim
kenalilah gelisah angin di antara buluh-buluh bambu
yang meliuk ke kanan dan meliuk ke kiri
yang menggemerisik di antara sunyi
karena ada bisikan tentang gelisahku
ketika senja turun di bukit-bukit tak berpenghuni
ada rona yang dilukiskan pada latar langitnya
merah membara dan kadang-kadang lembayung
kenalilah warnanya yang disapukan dari rinduku
sayangku,
malam-malamku adalah catatan tentang cinta
dinginnya menghangatkan dan memberi aroma rasa
aku jejaki purnama yang tenggelam di antara awan
dan aku ingin terbenam bersama cinta yang kau bawa
author : bibib77@yahoo.com