Jejak Kekasih…

by lembayung on April 8, 2011

dingin pagi melingkup dunia
kecilku
kuingin kau selalu hadir disetiap
jaga dan lenaku

kujuga ingin kau temani aku
beriring dalam jalan gelap
maupun terang

jangan pernah menjauh apalagi
pergi meninggalkan diriku sepi..

dibahumu… kuingin sandarkan
lelah jiwa

berdua melarung mimpi sampai
nafas kan terjemput

ketukan dingin angin diwajahku
tak membuatku surut tuk tetap
bersimpuh dialtar kuasa ILLAHI
sembari kumengisahkan baitan
isi hati direruntuhan air mata
do’a

untukmu cinta ini abadi….

simpuhku dalam bening pagi
sisi anganku menyisir jejak kasih
yang kau tinggalkan

ada desah nyeri bercampur
ratap pilu dan harap
engkau ada dimana….

disini aku masih selalu
menunggumu..

jemput aku dan berikan seulas
simpulmu tuk menjadi penguat
hatiku agar kumampu menuju
dermaga impian yang telah
lama kita dambakan
kasih….

apakah tilas jejak cintaku telah
terhapus dipendopo hatimu..?

sungguh…
disini semua masih
tersirat nyata
jejak kasihmu yang tersisa kan
selalu kurawat tuk menjadi
tongkat pelipur dalam rana diri
dibenua sepi..

_LEMBAYUNG_

{ 0 comments }

Tercipta Bukan Untukku…

by lembayung on April 7, 2011

Cinta ini semestinya tak harus
kujalani jika hatiku kan kembali
dibajak sepi

Kita telah sama_sama melewati
lautan suka dan duka
tangis dan tawa

Dimana ada aku pasti disitu juga
ada kamu

Hingga kini kuharus terima
kenyataan yang sesungguhnya

Luka kembali mengiris perih
ditelungkup hati

Nyeri kurasakan hingga
membuatku sukar tuk bernafas

Lafadz cintamu hanyalah senda
gurauan semata

Kenapa mesti luka merentas air
mata jika hati merasa rela

Waktu menjinjing hari seolah
kian lamban menemaniku

Kuterpasung dikeranda nestapa
dalam dingin air mata

Kasih….
Kau rangkum luka yang
terdalam untukku…

Mulanya kutak percaya namun
ini nyata dan kenyataannya aku
tak mampu menepis suratan
takdirku

”Kembali terluka karena cinta”

‘satu pesan untukmu…

Terimakasih Cinta atas
sempalan waktumu yang
tersedia untukku,

Kini kuharus sadari bahwa
dirimu bukanlah untukku…

_lembayung kelam_

{ 0 comments }

Kamu dan Aku

by WebAdmin on April 7, 2011

Kalau aku ini satu maka aku adalah tiada
Kalau pijakmu jengah maka aku terbang saja
Kalau aku awan dan kalau saja kamu bintang
Maka layaknya sihir, lebih baik langit melenyap
Karna lalu buat apa ada renggang di antara jariku
Buat apa dicipta hati yang luas
Kalau bukan jadi tempatmu mengadu
Karna lalu buat apa ada dua
Kalau yang ada hanya aku
Dan di sisi yang lain hanya ada kamu
Jadi di sinilah kita, di satu peraduan yang sama
Belajar tertawa, belajar menangis
Belajar mengajar, belajar mendengar
Di sinilah kita
Belajar Cinta

From: Alice Ayu [ayu.adiningrum@xxx]

{ 4 comments }

Patah Sayap Cintaku…

by lembayung on April 7, 2011

samar kulihat bayang sosokmu
disebalik jendela bilik tidurku
sekuntum mawar kau
tinggalkan disana,
kau pikir aku senang dan
bahagia..?

sama sekali tidak…!
aku benci dan benci mengingat
sosok dan sikapmu

entah kemana kau akan
membawa hatimu
setidaknya kemana kau akan
membawa jiwamu
mengembara..?!

bagaimana kuharus menjalani
hari tanpa adanya cinta dan
kasihmu menemani..?

dan bagaimana pula kumelawan
badai duka yang kerap datang
menghampiri hidupku…?

kau meninggalkan aku pada
saat semua harap dan asaku
bernazar kepadamu…

dan ironisnya kau telantarkan
diriku pada tepian jurang
kehancuran,,

kau memutuskan simpul cintaku
tanpa tanya dulu bagaimana
inginku…?!

kau biarkan cinta ini tersia
hanya demi sebuah keegoan…

tanpa kau sadari ini adalah
petaka yang kau berikan
padaku…

awal dari jurang nestapa tak
berujung dalam hidupku…

kau telah nodai ikatan janji suci
kita..

semua madah janji dan juga
warkah cintamu dari awal kita
bersua
tercatat rapi dalam diary
hatiku…

masih ada waktu…..
dan aku selalu menunggumu…..

Cinta…..
kuingin kau datang
menjemputku…
dan meralat semua tuturmu…

biarkan aku terus bersamamu
dan bawalah aku kemanapun
kau berkelana…

_Lembayung Kelam_

{ 0 comments }

Maafkan Aku Cinta…

by lembayung on April 7, 2011

betapa ingin kukatakan bahwa aku masih sangat sayang padamu

betapa ingin jua kukatakan dengan lantang bahwa tak akan ada pengganti dirimu didalam hatiku

karena cinta ini abadi untukmu

sejuta kisah telahpun tercipta namun kini semua sirna

hanya meninggalkan serpihan kenangan terpahat rapi nan abadi

sempat jua tersirat rasa sesal…
‘mengapa itu harus kulakukan..?

namun karena takdir berkehendak membuatku rela berpisah walau hatiku tak ikhlas

kecupan terakhir dibatas kota cukuplah sebagai pelipur dalam rana hatiku

aku tahu engkau sangat terluka karena kepergianku…

tapi tahukah engkau perih didalam jiwaku ini melebihi perih yang engkau rasai…

suatu saat nanti kala engkau sadar…
mengapa aku pergi darimu…

harapku ada sejumput maaf datang dari hatimu untuk diriku…

dan jika nanti kita bersua rupa… tersenyumlah sebagai tanda engkau telah memaafkan aku…

biarkan hati ini lukai diri untuk tata istiadatmu…
untuk dia dan kebahagiaanmu…

izinkan aku mengiris perih yang ada untukmu

hanya do’a dan restu yang bisa kuberikan padamu

jauh dilubuk hati ini segumpal cinta masih bersemi tapi itu tak penting lagi untukmu…

bencilah diriku, aku pun rela engkau menganggapku penghianat dalam ingatanmu..

hingga ingatanmu lamur dimamah waktu dan sampai nanti…

sampai diambang hatimu bisa mengerti akan cinta suci yang kuusung untuk dirimu….

_KELAM_

{ 0 comments }

Untuk Yudha

by WebAdmin on April 6, 2011

siapakah dia???
terhampar di bawah alam semesta
melindungi insan-insan penuh dosa
tak terpikir untuk menghianati
bahari tercinta di ufuk kegundahan
putih bagaikan kesuciannya
biru melambangkan ketulusannya
menerangi kelam tak berujung
menghentakkan sayang di kala malam
mengheningkan rindu di kala senja
walau lelah berjalan bersanding
Yudha….
untuk yudha…
hamparan hijau di ladang dunia
senyum rawa-rawa terbentang
burung-burung biru di persembahkan
yudha…
hanya untuk yudha
lagu senang berdendang
tari poco-poco bergoyang
langkah kaki beradu
menanti kecerlangan cahaya sang kuasa

From: sri siska wirdaniyati [sri_siska_w@xxx]

{ 1 comment }

saat masih benih aku tak tahu dia ada
saat masih kecil aku tak mengindahkannya
saat sudah mulai merekah aku berpura-pura mengamatinya

tapi aku tak tahu mengapa aku menangis saat dia mati…….

From: mirsabayu [mirsabayu@xxx]

{ 2 comments }

Tak Seperti Biasa

by WebAdmin on April 5, 2011

Kumandang adzan
Menjadi saksi
Dalam lirih tawa
Melawan sedih gelisahku
Tak seperti biasa
Perkataanmu yang damai
Menggumpal dalam mendung resahku
Senyumanmu…
Yang teduhkan amarahku
Seakan-akan menguak terikku
Setiamu ….
Harapanku juga cemasku
Benarkah kau sudah bosan
Dengan rumahku
Yang tak sanggup lagi
Menampung hartamu, indahmu…
Dan mungkin juga
Cintamu….

2 Desember 2010

From: Amiruddin Hasan Al Faraby [farabyal015@xxx]

{ 1 comment }

Lelah

by WebAdmin on April 5, 2011

ada saatnya aku merasa lemah
seperti si tua tanpa tongkat
ada saatnya ku kehilangan harapan
meski hati terus menyemangati
ada kalanya aku ingin menyerah
walau hati tak pernah memberi
ada kalanya aku pasrah
merasa diri terlalu lelah
walau wajah ku hiasi senyum secerah mentari
sungguh adakalanya aku teramat rapuh

herna [herna.lusi@xxx]

{ 4 comments }

Hasrat

by WebAdmin on April 5, 2011

Terjerembab dalam hasrat yang begitu menggebu
Penjarakan setiap akal sehatku
Siksa setiap kepuasan yang tak berujung
Hingga akhirnya ku tak kuasa dan mati bak lelaki jalang

From: MaHaYaNa_CinTa [may_yudhy@xxx]

{ 0 comments }