RSSCategory: Religi

Do’a di ujung malam


Puisi ini ditulis oleh pada
20 July 2009 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (15 votes, average: 4.20 out of 5)
Loading ... Loading ...

Yaa ALLAH …berlinang air mata hamba saat ini….

Bertanya bathin hamba ini….

Bagaimanakah pandangan ENGKAU  pada hamba saat ini…?

Terlalu ngeri hamba tuk membayangkannya…

Yaa ALLAH…sedemikian kelam jiwa hamba terbalur dosa….

Adakah pantas tuk bersujud di duli TUAN TUHAN SEGENAP ALAM…???

Yaa RABB…masih pantaskah diri ini menghambakan diri pada MU ??….

Sedangkan hampir di setiap saat diri ini menjadi

hamba nafsu…

hamba harta..

hamba syahwat…

hamba angkara murka..

dan hamba dunia…

dan hamba-hamba selain ENGKAU..????

Yaa ROHMAAN Yaa ROHIIM…masih berkenankah ENGKAU dengar dan kabulkan apa yg hamba pinta ??

Saat ini…

hamba mohon dengan segenap jiwa raga yg dalam genggam-MU YANG MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG….;

“Peliharalah kerinduan di batin ini akan belaian karuniamu…

walau tak pernah kurang karunia MU.”

“Jangan tinggalkan hamba walau hanya sesaat”

“Jadikanlah apa yg menjadi keridlo’an MU adalah Keridlo’an hamba juga”

Senyum


Puisi ini ditulis oleh pada
20 July 2009 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Bergelut dgn kenangan..serasa berdendang dengan kegetiran…

Ternyata disini Yang ku CINTA…tersenyum manisss sekali      padaku…hingga aku terbodoh..

YAA RABB…ternyata kegetiran dari MU pun terasa nikmat di sanubariku….

Menuju Cahaya


Puisi ini ditulis oleh pada
2 May 2009 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

.

Kuhadapkan hati, jiwa ragaku kehadiratMu

Seraya syukur memuja asmaMu

Mengemis sepucuk padi, mengiba sepancar sinar

Sejuk hati, tentram jiwa, kala damai kian membelai

.

Namun ketika asap hitam kian menebal

Asap keindahan, kepedihan dan kegelapan

Meski ku berdiri tegap, segalanya bertabrakan

.

Ketika segumpal hawa berkobar dalam dada

dipacu segelintir mahluk api hina

Secuil takwa tenggelam diaduk darah yang mengalir dalam

Bagai tiada arti segenggam iman memeluk kalbuku

.

Aku seorang hamba yang tak kenal pahit dunia

Yang kutahu hanyalah sinar yang menyilaukan, menutup mataku

Ya Rabb, beri aku jalan, beri aku tangan

Kugapai bulanMu dalam gelap malam

.

Maret 2009

Aku tak tau . . .


Puisi ini ditulis oleh pada
13 January 2009 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 4.88 out of 5)
Loading ... Loading ...

Ada apa dengan semua ini

Aku tak tau

Mengapa semuanya terjadi pada diriku

Aku tak tau

Apakah semua yang benar-benar kita dambakan harus dilalui seperti ini

Aku tak tau

Mungkinkan semua dibalik kejadian ini akan mendapatkan apa yang aku inginkan

Mudah-mudahan begitu

Oh… Tuhan…

Tunjukkanlah jalan-Mu

Jalan kebahagian yang dirido’I oleh-Mu

Kuatkan lah diriku untuk melalui semua ini

Karma


Puisi ini ditulis oleh pada
13 January 2009 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (21 votes, average: 4.43 out of 5)
Loading ... Loading ...

Tersudut berlinang diujung kamar berdebu

Berselimut hangat karma yang menyiksa

Tak kuasa berpaling tuk menghindar

Derita terus mendera, menempa, menindih dari segala arah

Tak ingin kusesali

Namun wajar sakit ini meminta sedikit air mata

Hingga hampir kering jelaga rasa pelipur jiwa

Ragaku teguh namun tidak jiwaku

Tuhan semakin sakit saat namaMU terucap

Dari pecah rongga bibir berdarah

Kenapa kau benci aku, berucap pun ku hanya bisa tuk bertanya

Semua bicara tentang Engkau yang penuh asih

Penuh cinta dan kedamaian

Tapi……

Adakah akan asih buatku? Jika Kau cipta bayangpun berkhianat didepanku

Sebatas mana kan kaucoba diriku

Apa hingga udara juga ikut bersekutu tuk membenciku?

Jika memang benar begitu adanya

Kubisa hanya berterima kasih karena kutahu rahasiaMU

Karma ini kan kembali menghiburku

Mungkin nanti…….

Kecewa…


Puisi ini ditulis oleh pada
16 November 2008 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (16 votes, average: 4.13 out of 5)
Loading ... Loading ...

Aku kecewa pada diriku sendiri

Kecewa tidak bisa mandiri

kecewa tidak bisa menyelesaikan masalah sendiri

kecewa karna harus tergantung orang lain

kecewa karna harus dibimbing orang lain

kecewa karna harus di ajar orang lain

kecewa karna tidak bisa membahagiakan orang lain

kecewa karna meresahkan orang lain

kecewa karna menyakitkan hati orang lain

kecewa karna tidak bisa mendapatkan cinta sejati

Mungkin semua ini terjadi?

ya . . . benar . . . memang terjadi

mungkin karna aku takut

mungkin karna aku bodoh

mungkin karna aku tidak percaya diri

mungkin karna aku banyak berbuat dosa

atau juga karna aku ditakdirkan begini

yang jelas aku tak tau mengapa semua ini terjadi

Ya . . . Allah . . .

mengapa semua terjadi pada diriku

mengapa . . . ? mengapa . . . ?

berilah aku jawaban

berilah aku petunjuk-Mu

berilah aku jalan keluar dari semua ini

biar orang lain tidak merasa disakiti atas kehadiranku

Suatu hari . . .

terlintas dipikiranku untuk akhiri semua ini

agas semuanya berakhir

tapi . . . tapi . . .

karna aku masih mau berbuat yang lebih baik untuk orang lain

BUATMU


Puisi ini ditulis oleh pada
16 November 2008 dengan 7 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (36 votes, average: 3.69 out of 5)
Loading ... Loading ...

Ku benci kamu

Sungguh sederhana tapi tak mampu terbahasakan

Pilu rasa saat bicara, membara, lalu dingin seketika

Hidup denganmu bak dineraka hanya itu kupunya tuk mewakili

Sungguh sederhana hingga saat bicara ku tak lagi rasa apa-apa

Karena kusadar kau hanya datang untuk sementara

Andai tak ada besok mungkin ku kan bahagia

Tak perlu mencumbumu, merayumu, mengingatmu

Meski kau mencibir,menghujat dan meragukanku

Kuingin ini berakhir tapi tak kulihat ujung

Kini kusadar bukan raga yang menolakmu

Tapi jiwa dan nafasku

Untuk itu mesti pilu ku kan slalu ada disampingmu

Puisi Cinta Surga


Puisi ini ditulis oleh pada
16 November 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 4.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

Warna pelangi bersetubuh, kerapkali gaduh

Roh tujuh nada bersulang seluruh

Inginnya langit menabuh guruh-gemuruh

Sida-sida mengepak surga sampai utuh

Titah Raja nafas para nabi

Pangeran meneguk cawan pekat, menerjemahkan sempurnanya cinta

hingga berdoa dan berdarah dibalik serambi

lantak melafazkan cinta.

riap


Puisi ini ditulis oleh pada
26 October 2008 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.20 out of 5)
Loading ... Loading ...

TUHAN ,
ajarku mengerti apa yang terjadi ,
disaat semua pergi , agar aku tak sepi .
TUHAN ,
bimbing aku menata semua yang tercipta ,
agar segala terbina , tanpa sayatan asa .
TUHAN ,
pimpin aku menatap derita yang akan hadir ,
tuk jadikan kedewasaan menjadi di diri .
TUHAN ,
biarkan aku mengecap duka sebanyak yang Kau sedia ,
namun jangan tinggalkan aku sendirian , berjuang ..