Cinta

Yang Pertama

December 1, 2011

Yang Pertama Apa itu cinta? Cinta itu adalah rute trem bawah tanah London Mereka bilang cinta itu indah…? Cinta yang indah hanyalah kecintaan kita kepada keharmonisan Tetapi bukankah cinta juga menyakitkan? Cinta menyakitkan bagi mereka yang tidak bisa menjaga keseimbangan Apa kau percaya pada kesempurnaan dan kemurnian cinta? Even in the greatest masterpiece we can [...]

Read the full article →

Nisan Sang Pujangga

December 1, 2011

Sinar senja begitu merahnya Seakan langit terluka bersama sang pujangga Berlumur darah karyanya tertulis Dalam kertas lusuh yang terakhir Yang terakhir…. Bersandar di nisannya Ia terbata mengkhayalkannya Sinar mata sang putri tidur Yang kini terbangun Mengutuk gelapnya petang Gemetar memandang bayangnya Kecantikan poros tubuh Dan indahnya rambut cermin bulan Betapa mengerikannya… Keindahan yang mencabut nyawa [...]

Read the full article →

Harus Terlupakan

December 1, 2011

Melangkah dan terus melangkah Tertatih melangkah menjauh berlari Dari siapa ia berlari? Ibliskah itu yang gelap merajai? Buruk rupakah yang mengejarnya dari jauh? Pudar pandang tak mengerti Ia memang berlari pergi Namun tak ada yang mengetahui Bahwa nilai pandang bumi Sungguh benar tak berarti Karena itu ia berlari Berlari…….   Pernah sejenak ia berhenti Namun [...]

Read the full article →

Karangan Belaka

December 1, 2011

Tak mengerti Begitu besar kau tampung Indahnya senja dalam mimpi Megahnya tampak matahari dalam senyum Tapi tak gentar menyakiti Tak segan tersakiti Demi indah yang lain Indah yang sama   Mengapa tak nampak waktu? Tak tampakkah di indah irismu? Betapa bodoh…. Tak pertimbangkan rasa yang lain Buta sudah cara pikir Hilang sudah memori masa Kala [...]

Read the full article →

Makhluk Apa Aku Bagimu?

December 1, 2011

Jangan kasihan karena kesendirianku Tak perlu kasihani karenaku kesepian Kasihani diriku yang tak kuat beriman Kasihanilah aku karena dunia tak memberi teman   Atau tiada kasih kau beri Hingga terasa tiada nilaiku ini Karena layak gila aku selalu tersenyum Selalu tertawa seakan dunia panggung lawak Saat sepi menemani Saat sadar aku sendiri   Meski ramai [...]

Read the full article →

Suatu Saat Nanti

October 25, 2011

Sekarang.. Kamu bisa menolak Kamu bisa membenci Kamu bisa mempermainkan Kamu bisa menuduh Kamu bisa mencaci maki Kamu bisa angkuh Kamu bisa menyiksa Kamu bisa menghancurkan hatiku Tapi tidak untuk suatu saat nanti.. Ketika semua telah mati Ketika semua dihidupkan kembali.. Suatu saat nanti.. Aku akan mencarimu Aku akan menemukanmu Aku akan mendekatimu Hingga aku [...]

Read the full article →

Kobar Bunga Dalam Senja

October 3, 2011

Pernahkah mencinta api? Yang kobarnya memerahkan senja Perciknya menggubah hangat Namun tiada pernah bertuan Bebas sebelum redup Cahayanya memencar keindahan Dalam kengerian ia berkobar Ingatkah indah bunga? Yang warnanya tentramkan mata Harumnya tebarkan pesona Hingga khayal tidak henti Sebuah perbandingan keindahan Pada semua makhluk ciptaan Tuhan Dalam paradigma ia dibandingkan Maka saat sabit bulan datang [...]

Read the full article →

Jiwa Yang Rentan

October 3, 2011

Luka hati belum tertutupi Tangis diri menipu mimpi Rasakan dan coba tuk resapi Cinta dalam belenggu sepi Soneta di dalam hati Menjerat tangis lirih Dalam lantunan memekik iri Membara cinta dalam fantasi Kucumbu si cantik ilusi Membakar jiwa dalam imaji Kukubur dibalik jeruji Bias cinta menembus jiwa Warnai jiwa yang kian riskan Senja melayang diatas [...]

Read the full article →

Ujung Tiang Mimpiku

October 3, 2011

Sepi kurasa melebur hati Rindu kurasa membalut imaji Tertawa melihatku sendiri Keheningan iringi langkah diri Ku menangis dalam tawaku Ku tertawa dalam tangisku Terisak-isak mencari hatimu Terbahak-bahak temukan kasihmu Kerinduan yang tak pernah berujung Membimbingku ke ujung tiang mimpiku Menghujamku dan tinggalkan luka pilu Dengan parangnya penggal bahagiaku Luka hati yang tak terobati Terasa perih [...]

Read the full article →

Pengertian Sebatas Debu

October 3, 2011

Berapa kali air mata ini mengukir Sebuah arti kata cinta Yang selalu terwakili kata frasa Dari kisah debu lama Seharusnya tak berarti….berakhir Begitu saja….begitu saja….. Percuma bertanya….bila tak ada jawab Malam purnama saat tiada Mata ini terus mengutuk Air mata saat kilau itu tiada Bentang ribu getar suara Saat lembut itu hilang…. Lupa…lupa…. Hanya itu [...]

Read the full article →