December 1, 2011
Sinar senja begitu merahnya Seakan langit terluka bersama sang pujangga Berlumur darah karyanya tertulis Dalam kertas lusuh yang terakhir Yang terakhir…. Bersandar di nisannya Ia terbata mengkhayalkannya Sinar mata sang putri tidur Yang kini terbangun Mengutuk gelapnya petang Gemetar memandang bayangnya Kecantikan poros tubuh Dan indahnya rambut cermin bulan Betapa mengerikannya… Keindahan yang mencabut nyawa [...]
Read the full article →
December 1, 2011
Berdesak-desak dalam kereta Penuh sesak mengucurkan keringat Melunturkan wewangian ketiak Terjepit disela-sela penumpang Bergeser terdesak orang memberi jalan Asongan menjajakan dagangan Pengemis meminta belas kasihan Suara pengamen memekakkan telinga Mengumpulkan uang recehan Kondektur berjalan cepat serampangan Memeriksa tiket murahan penumpang Didampingi pengaman sekedar berjalan Penumpang di atap duduk teratur tenang Maut mengintai mencari korban Perjuangan [...]
Read the full article →