Bunga Matahari

Surat Untuk Ayah

February 9, 2011

siapa bilang aku tak boleh tidur di siang hari? bagiku langit biru terlalu menyilaukan untuk dinikmati. lebih baik kututup saja mataku dan menyimpannya untuk bulan nanti malam. ya. aku memang jauh dari terang kalau kau ingin tahu. tempatku tinggal hanyalah sebatas bayang-bayang di kakimu. merangkak terus di atas bumi seperti pesakitan kusta yang tak kunjung [...]

Read the full article →

Sosok Itu Di Ruang Hampa

February 9, 2011

Apa yang kau cari? Tak ada yang penting di sini. Hanya pemikir yang dikuasai isi kepalanya sendiri. Kau mencari matahari dalam ruang sempit ini. Sementara si penghuni sibuk menenangkan suara-suara sunyi. Cecar dan cercamu tak berarti. Memang sulit bagimu untuk mengerti. Bagimu, dia ibarat anomali, yang selalu memaki luka dan bersemayam dalam sepi. Ah, langkanya [...]

Read the full article →

Do’amu

February 9, 2011

Aku terlelap dalam gelap mendekap. Suaramu bergaung suram dalam kelam. Do’amu-kah, wahai kawan lama? Entah kenapa, kembali aku ingin mendengarnya. Rindu menyiksa, kejam setajam sembilu. Setengah mati ingin kusingkirkan haru, terlalu muak dengan air mataku. Harus kubunuh harap akan segala yang semu. Terlalu lama kutunggu pedih yang sulit terobati tak jua berlalu. Sebisa mungkin, kau [...]

Read the full article →

Jejak Kaki yang Hilang

February 9, 2011

Rabu pukul sepuluh malam lebih sepuluh menit Bangku besi peron satu stasiun kereta Duduk uncang dua kaki sendiri Sebelah kananku sepasang sejoli Tertawa kecil riang dalam canda Terngiang aku akan tawamu dalam ingatan yg lalu Malam ini sama kulalui Tanpa dirimu lagi Biasanya janji kita disini Pulang malam jemput mimpi Hingga lelah mata terkunci Dalam [...]

Read the full article →

Nyanyian camar

February 8, 2011

Petang bagiku adalah sarang dimana angananganku riang menerawang membawa lelah dan risauku pulang di hening dada karang kubawa serentetan lagu sendu lewat paruh dan sayapku setelah kuterdekap gemerlap pagi tempat kubaringkan penggalan mimpi kelak tak perlu kutakut pada sepi di taman surga Illahi Februari 2011 (1432 H) lailatul kiptiyah [laila_kip@...]

Read the full article →

Perpisahan Dua Malaikat

February 2, 2011

Kepada D yang masih saja bersemayam di dasar hatiku mempercayai segala dusta mereka tentangmu memang bukan sebuah kearifan namun inilah yang menjadi pilihan dan keputusanku! setelah aku sadar sepenuhnya bahwa ternyata hatimu lebih kejam dari bisa ular berudak Bisa saja aku memberimu kesempatan kedua namun bukankah kau dengan sadar pula, lebih memilih kemaksiatan itu sebagai [...]

Read the full article →

Waktu yang kian menipis

February 2, 2011

Bagaimanapun, perang ini harus kuhadapi seorang diri Tidak ada seorang pun Panglima akan berdiri disisiku Bahkan sebagian dari kolegaku, akan menjadi gundik-gundik daripada musuh-musuhku; Sudah pasti mereka ini akan berusaha mencabik-cabikku Tidak ada yang bisa kulakukan, selain membiarkan semua malapetaka ini menimpaku seorang diri Menang kalah…. Selamat mati. masih menjadi tanda tanya yang tiada mungkin [...]

Read the full article →

Seperti Apa Yang Kau Rasa Di Sudut Sana

February 2, 2011

eperti waktu yang diam-diam melaju mengaburkan kisah-kisah, memudar seperti tinta di halaman buku tua yang terlanjur basah seperti rindu yang diam-diam mengaduh dalam keramaian hari yang kian riuh kalah dengan jutaan suara yang berlomba memenuhi udara yang makin gerah Jeda. Lama. -Keheningan mengendap di dasar kelam membiarkan semua rasa mengambang tak terkatakan (Sementara itu, di [...]

Read the full article →

Mimpi

February 2, 2011

Aku tertegun dalam bangunku Terkenang mimpi yang baru saja berlalu Aku menyelam… Dalam lautan luas Berenang nyaman dalam biru dan dinginnya air Tanpa kesulitan… Aku menari di sana Aku tertegun.. Di atas sana kulihat cahaya Aku tahu aku harus ke sana Aku pun berenang Berenang Berenang Namun… Masih jauh… Lelah. Lelah. Lelah. Entah kapan aku [...]

Read the full article →

Buku Jiwa Bagi Para Penyentuh Kehidupan

February 1, 2011

Seseorang melangkahkan kakinya kepada lembaran-lembaran kisah hidupnya Lembaran-lembaran yang sudah lama tidak dihuni nya Ia berjalan mundur dan terhenti pada sebuah bab yang menceritakan tentang sebuah ruang yang usang Ruang itu berdiri atas nama memori dan luka Sebuah diorama yang dimainkan oleh bayang Sebuah cerita yang tidak dimulai dengan awal maupun akhir Mereka sudah disana [...]

Read the full article →