<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.9.2" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>#puisi.org</title>
	<link>http://www.puisi.org</link>
	<description>saat puisi mengangkat makna</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Feb 2010 02:18:41 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Knight in the Nightmare</title>
		<description><![CDATA[it suddenly creeps me, a wooden quintain
just the fist I miss, or about the mist I&#8217;ll blitz?
a cling to the air, my last thirst
a draw was revealed, but was the first I redeem?
the shade is there, but what?
sighing to the ground, I&#8217;m hung on tears
what&#8217;s this prejudice I can&#8217;t recall?
The stars stabbed me on dream, [...]]]></description>
		<link>http://www.puisi.org/2010/02/22/knight-in-the-nightmare/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Sampah segala Sumpah</title>
		<description><![CDATA[maka ketika kuucapkan selamat tinggal, padamu kutanggalkan helaihelai rambut yang memutih. bukan melati, bukan arca malaikat tanpa hati atau kecupan sebilah belati. akulah manusia.
Sementara ditiaptiap tembok persimpangan, graffiti nama kita terukir begitu saja. entah siapa yang teriak, tibatiba serentak semua bergejolak. meski akhirnya cuma kita yang setia pada derik gerobak. sampah segala sumpah.
kemana lagi melarikan [...]]]></description>
		<link>http://www.puisi.org/2010/02/22/sampah-segala-sumpah/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Elemen dalam duniaku</title>
		<description><![CDATA[Hadirmu bagai angin
Yang datang tuk segarkan hari-hariku
Namun datang tuk sekejap saja.
Hadirmu bagai air
Datang tuk melegakanku
Lalu kau mengalir kembali &#38; meninggalkan aku.
Hadirmu bagai tanah
Yang menyuburkan ladang keceriaan di hatiku Kemudian banjir datang &#38; membawanya pergi.
Dan hadirmu bagai api
Yang mencairkan hatiku yang tlah membeku Kemudian hujan datang tuk padamkanmu
Ku adalah bumi,
dengan kau sebagai elemen yg mengisi duniaku&#8230;
]]></description>
		<link>http://www.puisi.org/2010/02/22/elemen-dalam-duniaku-2/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Symphony Tanpa Nada &#8220;do&#8221;</title>
		<description><![CDATA[Beranjak naik, mengalun
kidung membebaskan bunyi dari makna.
kemudian jeda sepi, merambat pelan
terhenti, hening.
teeng &#8230;
riuh kembali, symphony beranjak
memainkan nada..terus mengalun
tanpa tanya, tanpa gamang.
sampai sebuah saat sang pendengar berseru lirih
&#8220;kenapa symphonimu tanpa nada do?&#8221;
(Kepada Rendra;selamat jalan/Agustus 2009/Katjha)
]]></description>
		<link>http://www.puisi.org/2010/02/22/symphony-tanpa-nada-do/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Tentang Sebuah Keindahan</title>
		<description><![CDATA[menari dan tertawa dalam hamparan rumput yang hijau..
memejamkan mata..
biarkan raga ini bergerak sesuka hatinya..
angin senja yang menata legak legok tarian keindahan..
burung senja pula yang menyanyikan lagu tentang keindahan..
damai..
sungguh damai..
ketika aku menari bersama senja..
perlahan aku lelah dgn tarian keindahan..
aku rebahkan tubuhku..
tenggelam dalam kasur rumput yang hijau..
dan sejenak aku mengatur nafasku..
deguban jantungku yg seirama nyanyian keindahan..
aku merasa [...]]]></description>
		<link>http://www.puisi.org/2010/01/22/tentang-sebuah-keindahan/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kupu Kupu Kertas dalam Senja Pantai Pasir Putih..</title>
		<description><![CDATA[berjalan di tepi pantai..
menggengam tanganmu dengan penuh keyakinan..
saat itu pula buih putih menyapa kita..
dan ombak menari dengan indahnya..
burung pantai yg bersautan..
menambah mengertinya aku akan hadirnya dirimu..
kupu-kupu kertas terbang kian kemari..
melukiskan sebuah keindahan dalam senyumanmu..
dan dalam deguban nafasku..
aku ada dalam ketegaran langkah hidupmu..
inikah yg disebut kedamaian..
yg sejak dulu aku tersayat dan terpuruk atas nama cinta..
inikah sebuah [...]]]></description>
		<link>http://www.puisi.org/2010/01/22/kupu-kupu-kertas-dalam-senja-pantai-pasir-putih/</link>
			</item>
	<item>
		<title>sebungkus trasi bau</title>
		<description><![CDATA[Seraut wajah luka sepi
Sepi lonceng tertampar mati
Mati sekejap menjerit-jerit lelah
Lelah trbiasa tawa asa
Asa brtemu guratan ayu
Ayu waktu lorong siang
Siang padam malam bintang
Bintang redup luka lalu
Lalu jiwa slalu senandung
Senandung abadi kobar hidup
]]></description>
		<link>http://www.puisi.org/2009/12/21/sebungkus-trasi-bau/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Narasi Di suatu Pagi</title>
		<description><![CDATA[Dan bukan karna,hujan,angin ataupun kemarau
Pada peta perjalanan masa jahiliyah…
Saat khilafah perjuangkan rakyat jelata
Dan bukan karna,asa,siksa,ataupun jera
Malaikat memjelma bagai seorang peminta
Pagi, yang menghujamkan seribu bahasa
Dimulai saat ejaan kata tak lagi mengisyaratkan wacana
Tercucur sudah darah-darah mengalir di kediaman angan
Menghela nafas…
Embun terasa di kulit tangan..
Menyelinap butiran-butiran harapan
Pandanganku hanya tertuju pada langit…
Tentang keteguhan,moral yang seakan dapat di bayar
Nadi ku [...]]]></description>
		<link>http://www.puisi.org/2009/12/21/narasi-di-suatu-pagi/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Boy In the First Rain</title>
		<description><![CDATA[Seperti hari yang lalu aku masih menanti kehadiran jiwamu dalam kesendirianku,
masih kucoba yakinkan diriku,
malaikatku akan datang senja kali ini,
seperti yang kau janjikan,
walau sudah sepuluh tahun yang lalu,
aku akan selalu menantimu,
dalam ketegaran hidup ini,
kau janji padaku akan menemuiku di pertama kalinya hujan akan membasahi pantai ini, dan saat ini yang kunantikan di tahun ini,
hujan yang pertama [...]]]></description>
		<link>http://www.puisi.org/2009/12/21/boy-in-the-first-rain/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Teman dan Cintanya</title>
		<description><![CDATA[Dalam sehari perubahan terjadi
Bagaimana rasa itu hilang dari hati
Dan dia pun kembali sendiri
Saat malam yang sepi menghampiri
Berlalunya malam takkan bisa
Menyingkap masa dulu bersama
Ketika indah berikat selalu dengan bahagia
Dan gundah takkan ada lama
Kini semua telah berlalu
Untuk melupakan semua itu
Apa arti teman sepertiku?
Yang hingga kini terdiam membisu
Membisu aku tak mengerti
Rasa apa yang hinggap di antara mereka
Percuma rajin [...]]]></description>
		<link>http://www.puisi.org/2009/12/21/teman-dan-cintanya/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
