<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#puisi.org</title>
	<atom:link href="http://www.puisi.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.puisi.org</link>
	<description>saat puisi mengangkat makna</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Feb 2010 02:18:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Knight in the Nightmare</title>
		<link>http://www.puisi.org/2010/02/22/knight-in-the-nightmare/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2010/02/22/knight-in-the-nightmare/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 02:18:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raxen</dc:creator>
				<category><![CDATA[English Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=1863</guid>
		<description><![CDATA[it suddenly creeps me, a wooden quintain
just the fist I miss, or about the mist I&#8217;ll blitz?
a cling to the air, my last thirst
a draw was revealed, but was the first I redeem?
the shade is there, but what?
sighing to the ground, I&#8217;m hung on tears
what&#8217;s this prejudice I can&#8217;t recall?
The stars stabbed me on dream, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>it suddenly creeps me, a wooden quintain<br />
just the fist I miss, or about the mist I&#8217;ll blitz?<br />
a cling to the air, my last thirst<br />
a draw was revealed, but was the first I redeem?<br />
the shade is there, but what?<br />
sighing to the ground, I&#8217;m hung on tears<br />
what&#8217;s this prejudice I can&#8217;t recall?</p>
<p>The stars stabbed me on dream, yet<br />
calls a moon to howl for a downed-Droon<br />
not a precious gift<br />
it causes a harder sorrow, when we<br />
hold our dear most tightly I fear<br />
same still, reminiscing<br />
what&#8217;s this swiftly-blink I can&#8217;t recall?</p>
<p>Now my sword of hope lasts hone<br />
a shield for someone, my dear<br />
still I can&#8217;t recall</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2010/02/22/knight-in-the-nightmare/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sampah segala Sumpah</title>
		<link>http://www.puisi.org/2010/02/22/sampah-segala-sumpah/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2010/02/22/sampah-segala-sumpah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 02:14:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu200687</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=1772</guid>
		<description><![CDATA[maka ketika kuucapkan selamat tinggal, padamu kutanggalkan helaihelai rambut yang memutih. bukan melati, bukan arca malaikat tanpa hati atau kecupan sebilah belati. akulah manusia.
Sementara ditiaptiap tembok persimpangan, graffiti nama kita terukir begitu saja. entah siapa yang teriak, tibatiba serentak semua bergejolak. meski akhirnya cuma kita yang setia pada derik gerobak. sampah segala sumpah.
kemana lagi melarikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>maka ketika kuucapkan selamat tinggal, padamu kutanggalkan helaihelai rambut yang memutih. bukan melati, bukan arca malaikat tanpa hati atau kecupan sebilah belati. akulah manusia.</p>
<p>Sementara ditiaptiap tembok persimpangan, graffiti nama kita terukir begitu saja. entah siapa yang teriak, tibatiba serentak semua bergejolak. meski akhirnya cuma kita yang setia pada derik gerobak. sampah segala sumpah.</p>
<p>kemana lagi melarikan mimpi. mata, hari, hati terlalu gersang. tongtong sampah penuh deretan usang catatan pelajaran anakanak kecil bertema keadilan. Entah apa yang makna. Toh buku harian selalu sejelaga tungku batu bara. Mungkin kita yang masih enggan mengerti, menggali airmata di kurusetra masih terlalu tanpaarti.</p>
<p>hanya andai mungkin masih kita punya. tentang esok, apalagi bulan depan, sungguh aku tak tahu. Hari ini lilin belum habis membakar diri. Nanti malam, kita bangun lagi mimpimimpi. Sambil menghancurkan mimpi yang kemarin lusa tak habis kita tangisi.</p>
<p>tapi. aku pergi dulu. Jangan menunggudanmencari bila senja aku tak kembali. tidur, dan jelmakan mimpi kita esok hari. atau mungkin seabad lagi!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2010/02/22/sampah-segala-sumpah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Elemen dalam duniaku</title>
		<link>http://www.puisi.org/2010/02/22/elemen-dalam-duniaku-2/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2010/02/22/elemen-dalam-duniaku-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 02:12:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enduu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=1771</guid>
		<description><![CDATA[Hadirmu bagai angin
Yang datang tuk segarkan hari-hariku
Namun datang tuk sekejap saja.
Hadirmu bagai air
Datang tuk melegakanku
Lalu kau mengalir kembali &#38; meninggalkan aku.
Hadirmu bagai tanah
Yang menyuburkan ladang keceriaan di hatiku Kemudian banjir datang &#38; membawanya pergi.
Dan hadirmu bagai api
Yang mencairkan hatiku yang tlah membeku Kemudian hujan datang tuk padamkanmu
Ku adalah bumi,
dengan kau sebagai elemen yg mengisi duniaku&#8230;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hadirmu bagai angin<br />
Yang datang tuk segarkan hari-hariku<br />
Namun datang tuk sekejap saja.<br />
Hadirmu bagai air<br />
Datang tuk melegakanku<br />
Lalu kau mengalir kembali &amp; meninggalkan aku.<br />
Hadirmu bagai tanah<br />
Yang menyuburkan ladang keceriaan di hatiku Kemudian banjir datang &amp; membawanya pergi.<br />
Dan hadirmu bagai api<br />
Yang mencairkan hatiku yang tlah membeku Kemudian hujan datang tuk padamkanmu<br />
Ku adalah bumi,<br />
dengan kau sebagai elemen yg mengisi duniaku&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2010/02/22/elemen-dalam-duniaku-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Symphony Tanpa Nada &#8220;do&#8221;</title>
		<link>http://www.puisi.org/2010/02/22/symphony-tanpa-nada-do/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2010/02/22/symphony-tanpa-nada-do/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 02:11:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>katjha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=1854</guid>
		<description><![CDATA[Beranjak naik, mengalun
kidung membebaskan bunyi dari makna.
kemudian jeda sepi, merambat pelan
terhenti, hening.
teeng &#8230;
riuh kembali, symphony beranjak
memainkan nada..terus mengalun
tanpa tanya, tanpa gamang.
sampai sebuah saat sang pendengar berseru lirih
&#8220;kenapa symphonimu tanpa nada do?&#8221;
(Kepada Rendra;selamat jalan/Agustus 2009/Katjha)
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beranjak naik, mengalun</p>
<p>kidung membebaskan bunyi dari makna.</p>
<p>kemudian jeda sepi, merambat pelan</p>
<p>terhenti, hening.</p>
<p>teeng &#8230;</p>
<p>riuh kembali, symphony beranjak</p>
<p>memainkan nada..terus mengalun</p>
<p>tanpa tanya, tanpa gamang.</p>
<p>sampai sebuah saat sang pendengar berseru lirih</p>
<p>&#8220;kenapa symphonimu tanpa nada do?&#8221;</p>
<p>(Kepada Rendra;selamat jalan/Agustus 2009/Katjha)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2010/02/22/symphony-tanpa-nada-do/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Sebuah Keindahan</title>
		<link>http://www.puisi.org/2010/01/22/tentang-sebuah-keindahan/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2010/01/22/tentang-sebuah-keindahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 01:11:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Just_ste</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=1997</guid>
		<description><![CDATA[menari dan tertawa dalam hamparan rumput yang hijau..
memejamkan mata..
biarkan raga ini bergerak sesuka hatinya..
angin senja yang menata legak legok tarian keindahan..
burung senja pula yang menyanyikan lagu tentang keindahan..
damai..
sungguh damai..
ketika aku menari bersama senja..
perlahan aku lelah dgn tarian keindahan..
aku rebahkan tubuhku..
tenggelam dalam kasur rumput yang hijau..
dan sejenak aku mengatur nafasku..
deguban jantungku yg seirama nyanyian keindahan..
aku merasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>menari dan tertawa dalam hamparan rumput yang hijau..</p>
<p>memejamkan mata..</p>
<p>biarkan raga ini bergerak sesuka hatinya..</p>
<p>angin senja yang menata legak legok tarian keindahan..</p>
<p>burung senja pula yang menyanyikan lagu tentang keindahan..</p>
<p>damai..</p>
<p>sungguh damai..</p>
<p>ketika aku menari bersama senja..</p>
<p>perlahan aku lelah dgn tarian keindahan..</p>
<p>aku rebahkan tubuhku..</p>
<p>tenggelam dalam kasur rumput yang hijau..</p>
<p>dan sejenak aku mengatur nafasku..</p>
<p>deguban jantungku yg seirama nyanyian keindahan..</p>
<p>aku merasa damai..</p>
<p>sedamai mentari pagi..</p>
<p>saat itulah aku ingin sebuah masa..</p>
<p>saat itulah aku ingin sebuah waktu..</p>
<p>tak ingin sendiri menari dalam sebuah keindahan..</p>
<p>tak ingin sendiri merasakan sebuah keindahan..</p>
<p>aku ingin seseorang tahu keindahan ini..</p>
<p>aku ingin seseorang pula menari bersamaku dalam keindahan..</p>
<p>namun kuyakinkan diriku..</p>
<p>keindahan hadir kala hati risau..</p>
<p>namun kunyatakan diriku..</p>
<p>menari sendiri dalam keindahan itu hanya secuil kebahagiaan..</p>
<p>kembali aku membuka mata..</p>
<p>aku melihat awan serupa malaikat..</p>
<p>aku hanya bisa tersenyum kala melihat itu..</p>
<p>aku hanya bisa menangis bahagia kala merasakan damai ini..</p>
<p>aku hanya bisa tertawa saat aku sadar akan kesendirian ini..</p>
<p>terhenyak aku melihat pasangan kupu-kupu pelangi melintasiku..</p>
<p>membawa lebih sekedar pertanyaan dalam benakku..</p>
<p>membuatku iri melihat mereka..</p>
<p>mengindahkan pula perasaan ini..</p>
<p>masih dalam rebahan tubuhku dalam hamparan rumput yang hijau..</p>
<p>dan aku semakin aku ingin lelap tertidur dalam keindahan ini&#8230;</p>
<p>perlahan aku merasakan tangan yang memelukku..</p>
<p>hangat dan membuat jantungku berdegub kencang..</p>
<p>tak sedikitpun aku membuka mata ini..</p>
<p>dia yang memelukku..</p>
<p>dia yang terbaring disisiku..</p>
<p>memanggil namaku..</p>
<p>&#8220;Cakrawala&#8230;&#8221;</p>
<p>samar tapi pasti aku tahu suara itu..</p>
<p>samar tapi pasti aku tahu harum itu..</p>
<p>samar tapi pasti segera aku membuka mata ini dan menatap mata indahnya..</p>
<p>&#8220;kau yang kusebut Keindahan&#8230; hadir dalam lelapku.. tiadakah kesalahan..&#8221;</p>
<p>&#8220;kau yang kusebut Cakrawala.. tak ada kesalahan aku ingin membuatmu tersenyum..&#8221;</p>
<p>dan kusadari&#8230;.</p>
<p>I&#8217;m not alone..<br />
dan aku tersenyum indah..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2010/01/22/tentang-sebuah-keindahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kupu Kupu Kertas dalam Senja Pantai Pasir Putih..</title>
		<link>http://www.puisi.org/2010/01/22/kupu-kupu-kertas-dalam-senja-pantai-pasir-putih/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2010/01/22/kupu-kupu-kertas-dalam-senja-pantai-pasir-putih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 01:09:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Just_ste</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=1994</guid>
		<description><![CDATA[berjalan di tepi pantai..
menggengam tanganmu dengan penuh keyakinan..
saat itu pula buih putih menyapa kita..
dan ombak menari dengan indahnya..
burung pantai yg bersautan..
menambah mengertinya aku akan hadirnya dirimu..
kupu-kupu kertas terbang kian kemari..
melukiskan sebuah keindahan dalam senyumanmu..
dan dalam deguban nafasku..
aku ada dalam ketegaran langkah hidupmu..
inikah yg disebut kedamaian..
yg sejak dulu aku tersayat dan terpuruk atas nama cinta..
inikah sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">berjalan di tepi pantai..<br />
menggengam tanganmu dengan penuh keyakinan..</p>
<p style="text-align: left;">saat itu pula buih putih menyapa kita..<br />
dan ombak menari dengan indahnya..</p>
<p style="text-align: left;">burung pantai yg bersautan..<br />
menambah mengertinya aku akan hadirnya dirimu..</p>
<p style="text-align: left;">kupu-kupu kertas terbang kian kemari..<br />
melukiskan sebuah keindahan dalam senyumanmu..</p>
<p style="text-align: left;">dan dalam deguban nafasku..<br />
aku ada dalam ketegaran langkah hidupmu..</p>
<p style="text-align: left;">inikah yg disebut kedamaian..<br />
yg sejak dulu aku tersayat dan terpuruk atas nama cinta..</p>
<p style="text-align: left;">inikah sebuah jalan yg indah..<br />
saat aku kehilangan arti dari sebuah ketegaran&#8230;</p>
<p style="text-align: left;">sesaat kita terpejam..<br />
dalam hati aku ingin berucap seribu kata,,..</p>
<p style="text-align: left;">tentang makna Cinta..<br />
tentang makna matahari terbenam..</p>
<p style="text-align: left;">Cinta yg terlukis dalam kanvas putih..<br />
merah semerah darah..suci sesuci matahari..</p>
<p style="text-align: left;">sesaat pula badai dan ketakutan datang..<br />
hanya ada kau disampingku..</p>
<p style="text-align: left;">dan aku Cakrawala&#8230;<br />
kutantang badai..<br />
kuubah sesuatu yg gelap dan ngeri.. menjadi sebuah keindahan sunset..</p>
<p style="text-align: left;">dan aku Kupu2 Kertas..<br />
menghapus letihmu dgn keindahanku..<br />
hingga kau menemukan ketegaran yg kau ingini..</p>
<p style="text-align: left;">aku berusaha yg terbaik untukmu..</p>
<p style="text-align: left;">I&#8217;m always Beside you.. My Sunset..</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;"><a href="http://romanticizt.multiply.com/photos/hi-res/1M/5"></a>I&#8217;m always in your beautifuly of your wings.. My Butterfly</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2010/01/22/kupu-kupu-kertas-dalam-senja-pantai-pasir-putih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sebungkus trasi bau</title>
		<link>http://www.puisi.org/2009/12/21/sebungkus-trasi-bau/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2009/12/21/sebungkus-trasi-bau/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 12:53:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>3simbol</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=1751</guid>
		<description><![CDATA[Seraut wajah luka sepi
Sepi lonceng tertampar mati
Mati sekejap menjerit-jerit lelah
Lelah trbiasa tawa asa
Asa brtemu guratan ayu
Ayu waktu lorong siang
Siang padam malam bintang
Bintang redup luka lalu
Lalu jiwa slalu senandung
Senandung abadi kobar hidup
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seraut wajah luka sepi<br />
Sepi lonceng tertampar mati<br />
Mati sekejap menjerit-jerit lelah<br />
Lelah trbiasa tawa asa<br />
Asa brtemu guratan ayu<br />
Ayu waktu lorong siang<br />
Siang padam malam bintang<br />
Bintang redup luka lalu<br />
Lalu jiwa slalu senandung<br />
Senandung abadi kobar hidup</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2009/12/21/sebungkus-trasi-bau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Narasi Di suatu Pagi</title>
		<link>http://www.puisi.org/2009/12/21/narasi-di-suatu-pagi/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2009/12/21/narasi-di-suatu-pagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 12:52:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bobby</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=1968</guid>
		<description><![CDATA[Dan bukan karna,hujan,angin ataupun kemarau
Pada peta perjalanan masa jahiliyah…
Saat khilafah perjuangkan rakyat jelata
Dan bukan karna,asa,siksa,ataupun jera
Malaikat memjelma bagai seorang peminta
Pagi, yang menghujamkan seribu bahasa
Dimulai saat ejaan kata tak lagi mengisyaratkan wacana
Tercucur sudah darah-darah mengalir di kediaman angan
Menghela nafas…
Embun terasa di kulit tangan..
Menyelinap butiran-butiran harapan
Pandanganku hanya tertuju pada langit…
Tentang keteguhan,moral yang seakan dapat di bayar
Nadi ku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dan bukan karna,hujan,angin ataupun kemarau<br />
Pada peta perjalanan masa jahiliyah…<br />
Saat khilafah perjuangkan rakyat jelata<br />
Dan bukan karna,asa,siksa,ataupun jera<br />
Malaikat memjelma bagai seorang peminta</p>
<p>Pagi, yang menghujamkan seribu bahasa<br />
Dimulai saat ejaan kata tak lagi mengisyaratkan wacana<br />
Tercucur sudah darah-darah mengalir di kediaman angan<br />
Menghela nafas…<br />
Embun terasa di kulit tangan..<br />
Menyelinap butiran-butiran harapan<br />
Pandanganku hanya tertuju pada langit…<br />
Tentang keteguhan,moral yang seakan dapat di bayar<br />
Nadi ku seakan merasuk otakku<br />
Teduh dalam kiasan..<br />
Sendu dalam lamunan..<br />
Embun itu merasuk hatiku…<br />
Apakah ini…bukan sekedar narasi<br />
Ataukah persepsi..<br />
Dari asa yang tertinggal…<br />
Dari hati yang berbekal…<br />
Pagi itu..hanya aku yang tau..<br />
Bunga mekar menakjubkan…<br />
Angin riang menyanyikan..<br />
Embun datang menyerukan<br />
Kar’na aku masih ada di suatu pagi<br />
Kar’na aku masih bisa bermimpi…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2009/12/21/narasi-di-suatu-pagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Boy In the First Rain</title>
		<link>http://www.puisi.org/2009/12/21/boy-in-the-first-rain/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2009/12/21/boy-in-the-first-rain/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 12:51:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Just_ste</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=1969</guid>
		<description><![CDATA[Seperti hari yang lalu aku masih menanti kehadiran jiwamu dalam kesendirianku,
masih kucoba yakinkan diriku,
malaikatku akan datang senja kali ini,
seperti yang kau janjikan,
walau sudah sepuluh tahun yang lalu,
aku akan selalu menantimu,
dalam ketegaran hidup ini,
kau janji padaku akan menemuiku di pertama kalinya hujan akan membasahi pantai ini, dan saat ini yang kunantikan di tahun ini,
hujan yang pertama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti hari yang lalu aku masih menanti kehadiran jiwamu dalam kesendirianku,</p>
<p>masih kucoba yakinkan diriku,</p>
<p>malaikatku akan datang senja kali ini,</p>
<p>seperti yang kau janjikan,</p>
<p>walau sudah sepuluh tahun yang lalu,</p>
<p>aku akan selalu menantimu,</p>
<p>dalam ketegaran hidup ini,</p>
<p>kau janji padaku akan menemuiku di pertama kalinya hujan akan membasahi pantai ini, dan saat ini yang kunantikan di tahun ini,</p>
<p>hujan yang pertama kalinya datang,</p>
<p>membasahi tubuh peluhku,</p>
<p>berharap kau datang mengusap basah ragaku ini,</p>
<p>namun kau masih saja tak hadir disini,</p>
<p>basah, dingin, kaku, retak, peluh, hitam, mewarnai hatiku di matahari terbenam pantai Heaven ini,</p>
<p>tak terbesit suatu ketidak percayaanku padamu,</p>
<p>karna tiada malaikat yg berucap omong kosong, kau malaikatku..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2009/12/21/boy-in-the-first-rain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teman dan Cintanya</title>
		<link>http://www.puisi.org/2009/12/21/teman-dan-cintanya/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2009/12/21/teman-dan-cintanya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 12:50:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omegachaos</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=1982</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sehari perubahan terjadi
Bagaimana rasa itu hilang dari hati
Dan dia pun kembali sendiri
Saat malam yang sepi menghampiri
Berlalunya malam takkan bisa
Menyingkap masa dulu bersama
Ketika indah berikat selalu dengan bahagia
Dan gundah takkan ada lama
Kini semua telah berlalu
Untuk melupakan semua itu
Apa arti teman sepertiku?
Yang hingga kini terdiam membisu
Membisu aku tak mengerti
Rasa apa yang hinggap di antara mereka
Percuma rajin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sehari perubahan terjadi<br />
Bagaimana rasa itu hilang dari hati<br />
Dan dia pun kembali sendiri<br />
Saat malam yang sepi menghampiri</p>
<p>Berlalunya malam takkan bisa<br />
Menyingkap masa dulu bersama<br />
Ketika indah berikat selalu dengan bahagia<br />
Dan gundah takkan ada lama</p>
<p>Kini semua telah berlalu<br />
Untuk melupakan semua itu<br />
Apa arti teman sepertiku?<br />
Yang hingga kini terdiam membisu</p>
<p>Membisu aku tak mengerti<br />
Rasa apa yang hinggap di antara mereka<br />
Percuma rajin membaca buku<br />
Tak ku dapat darinya sebuah jawab<br />
Mohon maaf teman<br />
Meninggalkanmu sendirian<br />
Semoga tak terjebak kau dalam kesedihan<br />
Dan kau terlahir kembali dengan kekuatan<br />
Masih banyak kesempatan<br />
Masih banyak teman<br />
Dirimu tak kesepian</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2009/12/21/teman-dan-cintanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
