July 6, 2007
sajakmu begitu pongah menunduk dan mendongak pada kata dan bait sendiri tak peduli ada kata lain yang juga mengenal sedih kata-kata tersiram marah terbungkus kecewanya merah sajakku seolah angin saja entah kau rasakan dingin atau gerah baitmu cuma satu tercipta dari gemertak angkuh ’siapa kamu?’ tanyamu ketika matahari memberi sapa dengan mata menyimpan bulir luka [...]
Read the full article →
July 6, 2007
biarkan kuterjemahkan matamu sebab tak ada yang lebih jingga dari segala kata di situ kugubah sebaris puisi kuletakkan di pinggir jendela tua saat fajar akan kau baca bumi berangkat tidur duka berangkat hancur leleh dalam pelukanmu tergenggam tangan rindu seperti matamu puisiku juga jingga kata dan baitnya memahat rindu yang datang bergemuruh akankah kau terjemahkan [...]
Read the full article →