Johannes Sugianto

Mengawali Maret

March 5, 2008

kau tahu aku sedang bersembunyi di balik tawa yang berdetak yang disebut senang merebak di situ aku bisa menikmati sepuasnya perih kubungkus dalam senyuman beriring rontoknya dedaunan dalam kelambu gerimis kau tahu ketika februari usai wangi tanah terus menggoda tentang penggalan kisah kita yang memang tak pernah selesai lalu kita bercanda di tepi senja sambil [...]

Read the full article →

Dengan Sajak

July 16, 2007

aku ingin memapas waktu yang begitu kejam merejam hingga untuk memejamkan mata kadang aku mesti memimpikan kata agar sajak saja yang tercipta dengan sajak aku bisa tuangkan rindu sejenak lupakan lajur perjalanan hidup yang merentang hingga kita baru bertemu dengan bebatuan hitam membeku biar tak bisa memapasnya tetaplah aku ingin menyeberangi sungai dengan batu berlumut [...]

Read the full article →

Kita Tak Bisa Mengerti

July 13, 2007

bagaimanapun kita tak bisa mengerti bagaimana cinta yang sederhana selalu meruang dalam jiwa petang lalu kau bertanya ada lelaki dengan kepala batu mempertahankan kelebatan cinta meski lebih banyak menerima kemarau apakah memang kita mau mencari kenapa kata-kata menjajah jiwa hingga lahirkan sajak renyah di tengah bait-bait luka jelangsiang, 13juli07

Read the full article →

Biar Berkelok Harap

July 11, 2007

mungkin bagimu masih banyak debu yang kubawa dari masa lalu puing-puing gerimis memenuhi kepala dengan sisa dedaun runtuh sudah kubersihkan dengan tiap abjad yang kau ucap padaku dan kuanggap sebagai mantra mengiringi semua langkah masihkah tetap tak kau percaya? bila kata bisa berubah bukankah begitu juga bait yang kubawa padamu belenggu yang membuat gigil hingga [...]

Read the full article →

Pongah

July 6, 2007

sajakmu begitu pongah menunduk dan mendongak pada kata dan bait sendiri tak peduli ada kata lain yang juga mengenal sedih kata-kata tersiram marah terbungkus kecewanya merah sajakku seolah angin saja entah kau rasakan dingin atau gerah baitmu cuma satu tercipta dari gemertak angkuh ’siapa kamu?’ tanyamu ketika matahari memberi sapa dengan mata menyimpan bulir luka [...]

Read the full article →

Biar Kuterjemahkan

July 6, 2007

biarkan kuterjemahkan matamu sebab tak ada yang lebih jingga dari segala kata di situ kugubah sebaris puisi kuletakkan di pinggir jendela tua saat fajar akan kau baca bumi berangkat tidur duka berangkat hancur leleh dalam pelukanmu tergenggam tangan rindu seperti matamu puisiku juga jingga kata dan baitnya memahat rindu yang datang bergemuruh akankah kau terjemahkan [...]

Read the full article →

Kau Tulis Juga

July 6, 2007

Karya Johannes Sugianto kau tulis juga akhirnya sebuah sajak tentang pertemuan antara kata dan bait lama seperti daun yang sering heran pada rimbunnya dedaunan selalu dicumbu buliran embun hingga menguning dan kerontang kau tulis juga akhirnya angin yang meliukkan tangkai-tangkai bunga kehidupan tentang kita yang kadang menang kadang kalah pagi,30Juni07 www.blue4gie.com

Read the full article →

Kabarkan Padaku

February 28, 2007

pastilah terselip di halaman buku rindu yang sering kau terima entah saat matahari baru merekah atau senja yang beranjak tenggelam pernahkah kau cari lembaran yang berisi sunyi kau bersihkan dari debu dan lipatan yang kaburkan isi sedang rindumu tetap ada kusimpan rapi di almari jiwa nanti jika kau datang lagi bisa kau baca ulang biar [...]

Read the full article →