wizurai

Belajar menulis, Kau mengeja

September 16, 2008

Tolong eja untuk ku sebuah kata; bahagia yang kulihat dalam khimar bunga berwarna merah muda tolong eja untuk ku sebuah kata; renjana yang kurasa dalam rongga dada bersama amuk raga bagaimana ku tulis syair tentang air yang mengalir dari elok rupa derasnya air mata bagaimana kutulis do’a tentang mimpi yang bergema dari seorang manusia penuhnya [...]

Read the full article →

Anak Gunung

September 16, 2008

Sepasang mata burung awasi kami dari gunung Sesaat lenyap melekat pada kulit-kulit kayu yang murung :langit berubah warna Warna api dan asap-asap mimpi Sepasang batu kali dari mata air kami jadikan kalung sesaat bening terkena air mata penjaga hutan yang mati bertarung :tanah berubah dingin Dingin kabut dan matras-matras butut Malam ini kami berbicara Melingkar [...]

Read the full article →

ESOK NANTI (kesandung mendung bag.2)

July 15, 2008

Baca sajak sebelumnya, ‘Buah hati (kesandung mendung bag.1)‘ Bocah berulah datang menodong Tagih janji bapak yg tidur di siang bolong Minta mainan seperti punya anak tetangga Mengamuk karena bosan bermain ular tangga Bocah menangis bersembunyi di bawah kolong Terisak tak mengerti kenapa bapak berbohong Minta mainan baru sejak hari rabu Merengek karena bosan bermain bambu [...]

Read the full article →

Pelita

June 16, 2008

………………A ………..aku ..ingin menyala …benderang ..meski mentari ..tak tergantikan ..dibawa bulan …tinggalkan ..siang ! Aku ini pelita Walau setitik Bintik terang. Kau ini dunia Walau sebutir Kecil tak ada. Aku ini lelaki Hidup dimaki Sendiri di sini. Menjaga bumi Dari gelapNya Hilang mentari Dibawa bulan. Sambut diriku Bersama tarian Awan telanjang. Aku ini pelita dan [...]

Read the full article →

Faraway

May 19, 2008

Over land, before the shining stars Catch the wind blew pleasing sound in my ears Over land, as a glimpse in my eyes Catch the rain to the dale, in tears Walk on the ground Behind the hill, listen to the fairy song Losing all we’ve found Runaway to the moon, but still not too [...]

Read the full article →

Buah Hati

April 29, 2008

geram si bocah pada khayalnya merengek campakan tangis dalam kelambu bangun berlari lalu terjatuh minta dibeli menyusut merangkul lutut di depan bale pagi cerah menunggu teman sebaya mengukur kebun buat mainan dari bambu tertawa haha! sambil semua bertingkah geli merambat senang gembira sampai tibanya sore ‘Aduh emak’ si bocah terlambat takut ditanya menggoda bercerita ada [...]

Read the full article →

GO AMUCK

April 29, 2008

Tak kenal diri ketika angkara Tertunduk malu kubaca aksara Keluh kesah dan dendam bergelora Kutimang gelisah di tumpukan lara ‘Membara’ Berilah lantunan walau nada resah Biar tersenyum hati yang marah Bagai bola api di langit berwarna merah Siap menghujam kencang menumbuk tanah ‘Amarah’ Aku ingin memecah semesta Padamkan matahari sampai jiwa gelap gulita Hentakan kaki [...]

Read the full article →

Bukan Tentang Cinta

April 29, 2008

Suara suara binatang malam Menambah khusyu kubaca kalam Mencari arti hidup Saat nur Ilahi kian meredup Hidupku mencari mati atau bergelimang harta dalam peti Nista Dan binasa Terbang di atas derita dalam jiwa Lalu melayang mengawang kecewa Bersujud tanpa wujud Ya Rabbi, Ya Rabbi, Jengah di tengah aku yang lengah Dendam dipadam kau yang menggenggam [...]

Read the full article →

Mazhab cinta

March 26, 2008

aku bercerita tentang rasa sengaja tak kubawa di dunia nyata begitulah cinta, menempuh gelombang adiwarna bagai cemeti bergelatar di dada begitulah cinta, menempuh puncak puncak dosa bagai jamuan yang datang dari surga begitulah cinta, wahai layla, jadilah bumi dan aku matahari kemudian diam dan berhenti biarkan matahari yg mengitari bumi karena aku bersaksi bahwa bumi [...]

Read the full article →

Kampung Mantra

March 26, 2008

‘Pedang’ meladang parang ‘kapak’ menapak tapak ‘galah’ membelah kalah ‘bocah’ memecah lincah ‘kampung’ dikurung gunung ‘sawah’ di bawah kawah ‘lumbung’ menggembung cembung ‘padi’ menjadi kendi kapak kapak selicin pedang banyak dipakai orang bocah bocah bermain galah berkelahi tak mau mengalah sawah sawah melengkung di kampung berkumpul di kaki gunung padi padi menggunung di lumbung di [...]

Read the full article →