Wimfi Three hady Irawan

satu canda buat dirinya

August 4, 2008

matahari tertawa turun kebumi lihat diri ku yg dilanda mabuknya cinta ku minta tolong bakar sisa2 nafas masa lalu kemudian rangkai rembulan diufuk timur tapi pindahkan agar ia terbit di ufuk barat ahhh… tak perlu takut akan akhir semua jadi bahagia semua yg tertutupi akan terlihat tak ada samar tak ada mega dan juga hanya [...]

Read the full article →

satu canda buat dia

June 12, 2008

matahari tertawa turun kebumi lihat diri ku yg dilanda mabuknya cinta ku minta tolong bakar sisa2 nafas masa lalu kemudian rangkai rembulan diufuk timur tapi pindahkan agar ia terbit di ufuk barat ahhh… tak perlu takut akan akhir semua jadi bahagia semua yg tertutupi akan terlihat tak ada samar tak ada mega dan juga hanya [...]

Read the full article →

ungkapan hati

June 12, 2008

daun gugur yg mendengar langkahku angin yg berhembus yg mendengar detak jantung ku katakan padanya aku merindukan lamunan merindukan tawanya aku mencintainya melebihi apa pun melebihi mentari terik melebihi purnama temaram tapi tak selebih mencintai pencipta wujud

Read the full article →

Sayap patah

June 12, 2008

Sayap2 aku yang patah… Aku bentangkan dengan jiwa terluka kucoba paksakan namun angin begitu kuat… aku mulai sadar begitu sempurna purnamaku… Aku jalan merangkak kelangit hanya tertatih dan melayang… jauh diatas kau tak tersentuh… kubalutkan luka sayapku… Ku tunggu angin reda diudara berdiri dipunggung merindukan bulan berharap menemukan satu jarum diantara ribuan jerami… oh takdirlah [...]

Read the full article →

pada dia yg selalu

June 11, 2008

kisah dalam mimpi kususun walau aku terjaga walau seribu jarum menusuk jantung buat diriku terdiam pada pola tingkahnya makhluk itu adalah indah ciptaan surgawi yg mengetuk sanubari yg membuat ku tersenyum suaranya tak membuat ku gentar parasnya membuat ku gemetar pada hari yg kulalui dia membuatku lupa pada luka perihnya yg kutanggalkan darahnya yg kukeringkan [...]

Read the full article →

Waktu yg berlalu

June 4, 2008

aku adalah daun yg gugur dalam musim semi yg kau ciptakan mengeringkan asa yg tercipta untuk masa sedemikian hidup ku rancang agar tak berserakan seperti mimpi dalam hening malam seperti doa yg tersusun rapi dalam ucap-ucap bibir aku nyanyikan lagu ini kau menarilah sedemikian lagu ini aku dendangkan dengan doa bulan purnama dengan nafas sang [...]

Read the full article →

satu canda yg ku ciptakan dari perih

June 4, 2008

matahari tertawa turun kebumi lihat diri ku yg dilanda mabuknya cinta ku minta tolong bakar sisa2 nafas masa lalu kemudian rangkai rembulan diufuk timur tapi pindahkan agar ia terbit di ufuk barat ahhh… tak perlu takut akan akhir semua jadi bahagia semua yg tertutupi akan terlihat tak ada samar tak ada mega dan juga hanya [...]

Read the full article →

mulai aku bersyair

May 24, 2008

Cinta ini Indah walau Tak pernah menghampiriku bertabur mimpi tak pernah nyata jalannya cadas dipenuhi krikil tajam di isikan isak tangis dari relung hati terdalam penuh luka penuh harap akan menyadarkan penuh doa penuh kata dia jiwa dan harapan ku dia kekasih yg ditanami mawar dia adalah dia aku cinta keabsahannya sebagai hawa selamanya… rei… [...]

Read the full article →

Sejak luka itu aku mulai mencintaimu.

March 24, 2008

pernah aku mengenggam seribu duri berikut oaknya yang menyesatkan perjalanan ku tapi tak selebih dalam luka yg kau timbulkan dan kau doakan aku belajar menyadari kemudian kau belajar memulai membenciku telah aku balas kisah indah mu dalam setiap bintang itu aku jejalkan nama mu mungkin kau tak puas dengan hasrat jadi kau lukakan tepat diatas [...]

Read the full article →

Malaikat

March 24, 2008

malaikat-malaikat pembunuh harap mereka diam duduk disudut hati menyulam hampa menjadi kata tapi hampa hanya sekedar canda diujung senja kutunggu setiap asa yg tertuju menjadi kabur tiap-tiap detik adalah harap seperti hitam menjadi ungu bahkan abu-abu ingin menjadi merah tak kumengerti akan adanya nafas bahkan teriakan menguncang jiwa semuanya samar termasuk canda dalam puisi ini [...]

Read the full article →