March 24, 2008
pernah aku mengenggam seribu duri berikut oaknya yang menyesatkan perjalanan ku tapi tak selebih dalam luka yg kau timbulkan dan kau doakan aku belajar menyadari kemudian kau belajar memulai membenciku telah aku balas kisah indah mu dalam setiap bintang itu aku jejalkan nama mu mungkin kau tak puas dengan hasrat jadi kau lukakan tepat diatas [...]
Read the full article →
March 24, 2008
malaikat-malaikat pembunuh harap mereka diam duduk disudut hati menyulam hampa menjadi kata tapi hampa hanya sekedar canda diujung senja kutunggu setiap asa yg tertuju menjadi kabur tiap-tiap detik adalah harap seperti hitam menjadi ungu bahkan abu-abu ingin menjadi merah tak kumengerti akan adanya nafas bahkan teriakan menguncang jiwa semuanya samar termasuk canda dalam puisi ini [...]
Read the full article →