Wildan Fauzi

Merah & Biru

May 2, 2009

. Dia yang merah Jahat menjilat penuh semangat Angin bertiup, bangkit gejolaknya Lancang nafasnya, panaslah udara Tumbuhlah ia sebagai pemusnah . Dia yang biru Lembut membelai hening malam sunyi Angin berhembus, dia tegar menari Kutembus dia, aku dimarahi Menunggu nyawa tuk ia curi . Mei 2008

Read the full article →

Menuju Cahaya

May 2, 2009

. Kuhadapkan hati, jiwa ragaku kehadiratMu Seraya syukur memuja asmaMu Mengemis sepucuk padi, mengiba sepancar sinar Sejuk hati, tentram jiwa, kala damai kian membelai . Namun ketika asap hitam kian menebal Asap keindahan, kepedihan dan kegelapan Meski ku berdiri tegap, segalanya bertabrakan . Ketika segumpal hawa berkobar dalam dada dipacu segelintir mahluk api hina Secuil [...]

Read the full article →