tembeliung

papa

February 26, 2008

Penantian ada kentara sesosok insan tiada bentuk tiada rupa pijar hidup bergemeletik sorot binarnya takterpungkiri geletar haru menyelubung kalbu percik karunia takterselami menit berlalu berlipat harap memahat rencana mengukir cita kita bukan satu lagi kita lebih dari satu kita lebih satu dari kita bukan lagi satu ah, akankah datang? bunyi yang kunanti dari artikulator mungil [...]

Read the full article →

hilang tumpuan

February 26, 2008

berjalan di tepian beringsut di pematang gigitan dingin menghunjam raga desir demi desir meronta merengkuh mengombang sendi bertelekan bergeser tumpuan berpusing gapai, gapai… lemparkan lengan ini tepian… cepat, tergesa, panik dimana dasar? di kiri, bukan di kanan, mungkin di belakang, di depan atas bawah berpindah berdesakan baku hantam mengeringkan leher membuang napas menegangkan urat aaa… [...]

Read the full article →

mengenang munir

February 26, 2008

kubaca lagi dirimu meski tahun-tahun berlalu dan kau telah menjadi debu disekujur tulang-tulangmu takurung kubergetar bila menyebut namamu kaubuktikan kesucianmu kegigihanmu kemuliaanmu kautunjukkan jalan terjal berliku itu meski kaurelakan napasmu terenggut mas, aku tak pernah menatapmu bicara denganmu menyentuhmu tapi entahlah engkau mengubah indonesia jadi lebih manis, lebih cantik engkau membuatku mau mencintainya lagi berkat [...]

Read the full article →

memburu waktu

February 26, 2008

takbanyak lagi waktu setiap kali selalu terburuburu entah apa yang dituju berdesakan berjejalan merangsek menggapai berteriak dari sejak dahulu takpernah waktu lebih maju sekali lagi entah mengapa kini kami begitu bernafsu dikejari waktu atau dikerjai waktu? lucu? tidak juga saat emosi meledak hanya karena waktu terserah kamu…

Read the full article →

puisi puisi

October 19, 2007

B E R T A H A N Mengetatkan simpul melelehkan ingatan Mengarungi waktu melayari peristiwa Pukulan demi pukulan menghantam Harus berdiri di atas karang Yang menang adalah mereka yang bertahan Mengupas lapisan kelembekan Sampai menemukan intan B I D U K M U Di bidukmu aku terpaku Hanyut di muara peluh dan tangis Memandangi [...]

Read the full article →