January 24, 2008
sesaat tercekat batinku buyarkan seluruh lamun perjalananku perhatikan selarik jalan sempit seorang renta coba lanjutkan hidup melangkah terseok sedikit terantuk, terbatuk sesaat lalu lelah letih menatap hari tak pasti sayu dongakkan wajah kuyu sesungguhnya apa yang kau tatap? tak ada yang indah hari ini hanya sedikit air dan setangkup bekal hari ini butiran keping dari [...]
Read the full article →
January 24, 2008
tak ragu campakkan tak terpikir untuk gundahkan hati tak terlintas untuk menatapmu lagi tak ingin… tak mungkin untuk tak perhatikan tinggi perangaimu tak jauh dari sombongmu terdengar angkuhmu tak ragu berlalu dari angkuhmu yang terhimpit belenggu picik naifmu sesudah lewati segala resah sesudah jauhi seluruh empati padamu sesudah semua berlalu sesudah segala… terusku berlari terusku [...]
Read the full article →