resverae

Q

January 3, 2008

dia. Datang seperti dalam adegan malam di sebuah bar, slide film hitam putih. Tatap matanya melebihi tajam, pada laki-laki yang seperti sedang terkena disentri. Dan sebuah ruang memanjang terlalu kecil tuk menampung percakapan dalam benak, laki-laki yang kehilangan taji. Misai laki-lakinya tak cukup melukiskannya lelaki. Hanya menduga, percakapan akan baur, sepeti asap rokoknya yang hilang [...]

Read the full article →

Bungalow 22

November 15, 2007

Angin sore seperti selembar sapu tangan menyeka Tiap Wajah ngelangut pepohonan Dan Daun-daun itu berjatuhan Menyampaikan pesan deru angin Pada santing cuaca berkata-kata Perihal kehilangan Suara bisiknya mendayu lembut Menjalar dari satu kehidupan ke kehidupan lain Ranting-ranting saling bersentuhan Terpekur akan deru dan bising dunia Tersampaikan satu makna tersirat Perih Siksa… Lewat pintu rumah yang [...]

Read the full article →

Sudut Beranda

November 15, 2007

Dan malam akan berakhir di sudut beranda Didekat kursi malasmu, tapestri itu ku taruh Pelan-pelan Saat lewat pemutar kaset tua Sebuah lagu mengiringi saat-saat Wahai…….Aku akan berdiam Kubiarkan harmoni menjadikanku makin wagu Pada suasana luluh lantak……. Di perjalanan Aku menunggu periode baru Sebuah episode……adegan tanpa dialog Hanya gelora memekik menghela Aku ada kau ada…… Yakini [...]

Read the full article →