January 3, 2008
dia. Datang seperti dalam adegan malam di sebuah bar, slide film hitam putih. Tatap matanya melebihi tajam, pada laki-laki yang seperti sedang terkena disentri. Dan sebuah ruang memanjang terlalu kecil tuk menampung percakapan dalam benak, laki-laki yang kehilangan taji. Misai laki-lakinya tak cukup melukiskannya lelaki. Hanya menduga, percakapan akan baur, sepeti asap rokoknya yang hilang [...]
Read the full article →
November 15, 2007
Angin sore seperti selembar sapu tangan menyeka Tiap Wajah ngelangut pepohonan Dan Daun-daun itu berjatuhan Menyampaikan pesan deru angin Pada santing cuaca berkata-kata Perihal kehilangan Suara bisiknya mendayu lembut Menjalar dari satu kehidupan ke kehidupan lain Ranting-ranting saling bersentuhan Terpekur akan deru dan bising dunia Tersampaikan satu makna tersirat Perih Siksa… Lewat pintu rumah yang [...]
Read the full article →