puisi.indonezia.net

penyesalan

July 16, 2008

mungkin engkau merasa bahwa aku adalah manusia paling bahagia di dunia ini, yang merasakan banyak cinta dari wanita merasakan kebahagiaan yang tak pernah kau rasakan dalam kehidupanmu tetapi sesungguhnya aku adalah manusia yang paling malang di dunia ini, aku merasakan pahit dan manisnya penyesalan , sungguh aku melalui kehidupan ini dengan banyak penyesalan.. takkan ada [...]

Read the full article →

berpisah

July 16, 2008

bila saat ini engkau ingin pergi, aku akan merelakanmu demi kebahagiaanmu aku ingin memastikan langkahmu adalah hal yang tepat untuk kita // apakah aku sanggup menghadapi siang malam, hujan badai tanpamu kini jejakmu telah hilang, di telan badai saat kau lambaikan tanganmu// apakah mimpiku tetap berarti , walau engkau telah menghilang di gelapnya malam? hilang [...]

Read the full article →

indahnya kematian

May 19, 2008

Sayang, Selimuti tubuhku, karna ia sedang berjuang melawan sakratur maut Tutupkan kedua kelopak matanya, agar ia dapat tenang dari deritanya Ia teramat lelah menantimu, hingga waktu menjemputnya ke alam yang membebaskan dari penderitaan duniawi Sayang, ia juga teramat lelah dengan perasaan cemburu padamu Ia teramat khawatir saat engkau teramat jauh padanya, hingga kini kukabarkan perasaan [...]

Read the full article →

pertukaran jiwa

September 7, 2007

betapa jiwa dan hatiku sungguh merasa bersedih;; pohon pohon seakan berbicara” kasihan engkau wahai pemuda” sungguh jejak jejak pikiranku terhapus benciku/ jiwa-jiwa dalam tubuhku menolak kedamaian; kepadamu yang tlah mengusik hatiku, kepadamu yang telah mengganggu pikiranku, dan kepadamu yang telah membangunkan lelap malamku// menista-kan hati , kurasa jiwa seakan-akan kaulah yang membunuhnya; kepadamu yang mengusik [...]

Read the full article →

untuk adikku tersayang

August 22, 2007

kepadamu adikku yang mencintaiku; kepadamu yang memberiku bahagia, impian dan jiwa// menemani getir melawan tegak tegar/; tak patah bahagiamu// ku hiasi mimpi beludru milikmu; bungkam sombongnya jiwa setan hatiku; adikku; sungguh hanya engkau hartaku// aku tiada cinta selain cinta kepadamu// tiada rindu ku hari ini kecuali untukmu; adikku yang manis; malam ini tidurlah, aku akan [...]

Read the full article →

kenangan yang tak tergantikan

August 22, 2007

disaat kau bersamaku; // cahaya rembulan membasuh kulitku dan kulitmu sedang cahaya bintang menyentuh wajahmu, membuat ia begitu indah dan menentramkan jiwa yang melihat pesonanya kekasih; kukatakan padamu/ kenangan kemarin adalah kenangan yang takkan tergantikan oleh kisah manapun di belahan dunia ini; ia adalah kenangan yang melekat; se akan-akan ia adalah bagian dari tubuhku, dan [...]

Read the full article →

kepadamu pencuri hatiku

August 19, 2007

kepadamu wahai pencuri cintaku// kemanapun kau lari, kemanapun kau bersembunyi; kukatakan kepadamu pencuri cinta-ku// aku mencarimu kepadamu // yang menambah berat perasaanku untuk pergi,; ku katakan aku mencarimu// jiwa, hati dan perasaanku tlah kau miliki,// cinta, kasih dan sayangku tlah kau miliki, kukatakan padamu; hatiku menginginkanmu kepadamu wahai pencuri cintaku// tidakkah kau merasa bahwa aku [...]

Read the full article →

aku

August 19, 2007

bintang hilang di gelapnya pantai; angin tak mau tau, aku menggigil ; raba sisi dinding langit, ia menggertak// l elah , patah, hampa, aku letih” kemana hilangmu? sedang aku mencarimu kemana jiwamu, sedang aku memanggilmu aku lelah di tulis penyair_kesepian at http://puisi.indonezia.net

Read the full article →

cinta tulus

August 19, 2007

tulus mencintaimu tiada perasaan lain yang kumiliki saat ini, kecuali perasaan cinta dan kasih sayangku terhadapmu tiada,rasa lain yang aku miliki kecuali rasa rindu ku yang sangat dalam kepadamu, dan kini aku teramat merindukan dirimu aku teramat merindukan kisah-kisah yang telah kita lewati saat-saat itu, sepertinya ingatan itu telah melekat, dan membekas dalam pikiranku dan [...]

Read the full article →

kepada bintang saksi bisu

August 13, 2007

bintang, ia berdusta padaku// ia berkata cinta-cinta yang semu ; bintang, ia ingkar-ingkar padaku// ia berkata palsu padaku; bintang, ingatkan ia tentang rasanya, ia- membuang jauh jiwanya demi nafsunya// bintang, mengapa kau diam? aku tengah dingin, membeku di bawah langit ku-tatapmu seraya berkata, “engkau-lah saksi cinta palsu itu” bintang, // ingatkan ia akan ingkar-nya source: [...]

Read the full article →