Pratama Arjuna

Rasa

August 4, 2008

Rasa itu datang Ku pun tak pernah memintanya Rasa itu mengalir Dalam hulu hatiku Dan rasa itu membuatku Bahagia Kau sirami dengan air sejukmu Berbunga kedamaian di hatiku Tak kan sanggup ku ungkapkan Rasa itu Tak kan sanggup ku ucapkan Rasa itu Karna aku lama tak rasakan Karna aku takut membuat luka Karna aku terlalu [...]

Read the full article →

Hariku

March 24, 2008

ketika ku buka mata di awal hari ta kurasa percik embunmu lagi untuk sejukkan mata hatiku ketika ku berjalan dalam rindang tak ku dengar kicau merdumu lagi bisikan kata indah di telingaku dan isi ruangku dengan gemamu pun tak kurasa hangat sinarmu di tengah hariku tertutup awan kelabu ataukah enggan menyinariku lagi dan ketika kau [...]

Read the full article →

Bayangmu

March 24, 2008

Relungku terasa hampa Saat bayangmu perlahan meninggalkan Ketika lilin itu dihembus angin dingin Tinggalah gelap penuhi relungku Andai angin itu menerpa wajahku Dan bisikan kata di telingaku Kucoba untuk tutupi relungku Walau ku tau kan hampa jua Bisakah relung itu tetap membuat ruang sebelum dinding meretak lunglai Bisakah lilin itu kembali dengan api kecilku Hadirkan [...]

Read the full article →

Tinggalah Aku

March 18, 2008

ketika ku buka mata di awal hari ta kurasa percik embunmu lagi untuk sejukkan mata hatiku ketika ku berjalan dalam rindang tak ku dengar kicau merdumu lagi bisikan kata indah di telingaku dan isi ruangku dengan gemamu pun tak kurasa hangat sinarmu di tengah hariku tertutup awan kelabu ataukah enggan menyinariku lagi dan ketika kau [...]

Read the full article →

Sendiri

March 17, 2008

Sesaat garis air itu di mataku Dan perlahan meninggi meninggalkan mata ini Terdengar nafasku sendiri Dalam kesendirian di tengah biru Kurasakan tubuhku melayang jatuh Perlahan.. Dan buih buih beterbangan menjauhiku Mencari kebebasan menuju awan biru Keindahan terhapar di kelilingku Namun terasa ku makin sunyi sepi Hingga ku terhenti Dalam hamparan pasir putih itu Aku pun [...]

Read the full article →