Author Archive

Perempuanku, Ikutlah Kau Kucuri

Malam agustus bulan membeku
Mengunyah malam yang jadi sunyi
Aromamu membius musim yang sendu
Wahai perempuanku
Kemarilah sini, hampiri aku, yang niat mencuri

Lukisan sejuta asa
Pepohonan waktu senja
Aku berbisik pada dahannya
Batangnya, rantingnya, daunnya, bunganya
Aku mintai segala mantra dan jampi
Perempuanku, ikutlah kau kucuri
Tanggalkanlah lelakimu
Mari sini balut aku dalam hasrat
Gelora bagai serat yang mengikat

Perempuanku, ikutlah kau kucuri
Aku tak mungkin (bukan tak ingin) membeli
Aku hanya mau mencuri
Potongan-potongan kecil
Yang diam-diam kuambil dari lelakimu
Dari sorot matamu, cerah bibirmu
Dan rambut hitam pendekmu yang mungil

Ciledug, 11 Agustus 2009

Belukar

buat Mei Lie yang gusar

orang lupa
siapa dia
siapa aku

kami pohon
dia daun
aku daun
rimbun

aku teduh
dia teduh
tiada gaduh
kami pohon

persetanlah dunia
aku mau
dia mau
kami setuju

aku akar
dia akar
menyatu jadi belukar

Jakarta, 13 Ramadhan 2009
hasrat menggelora kuat

Aku Terjaga di Malammu

Terlelap sebagai pemenang
Aku terjaga di malammu
Di tepian rambutmu yang kelam
Terhempas di ceruk matamu
Yang beriak menghempas dalam

Bisikkan rayuan
Wahai pahlawan jantan
Hinggap di tubuhku
Hisap dan rebut kemudaanku

Lalu aku tenggelam
Tersekat dalam kepekatan
Gambaran malam di tubuhmu
Dan saat aku tersadar
Aku cuma pecundang
Dilucuti senyummu yang jalang
Aku terjaga di malammu

Jakarta-Ciledug, Puasa 2009

Requiem Pagi Hari

akankah kita bercinta ?

diantara permainan tangkap lari

lalu tersekap bersembunyi

namun cukup bagiku

satu bahagia saja

gelora yang memuncak

di sela erangan nafsu merangkak

dicumbu padam

dendam yang memburu

apa yang ikat aku dan dia

dahaga atas marabahaya

kami berdua hanya pengembara

disana

nun jauh di ufuk utara

luka lama

kembali menganga

berperang abadi

tanpa henti

api lawan sepi

Jakarta, 13 Mei 2008

Busuk dan Membusuk !

di ambang

dua pilihan menyesakkan

mari meneruskan

sudah mencukupkan

tetap  bimbang

lupa terpaku waktu

ah betapa masa lalu terlalu matang

dan masa kini tak berkembang

aku mulai serakah

menuntut segala pasrah

menyerah  ?

ingat, aku tak mau remah !

aku serakah ?

Ya, aku memang serakah !

ini aku lapar benar

mau lahap kau punya gairah

hingga kumiliki kau benar

satu dan utuh

hati dan tubuh

kutunggu kau berkata

jangan banyak bicara

cintai aku, nikahi aku

lalu kita bersenggama

dan hidup bersama selamanya

ah, aroma mulai busuk dan membusuk !

seiring waktu terus melapuk !

Jakarta, 12 Juli 2009