Pandeka Merah

Perempuanku, Ikutlah Kau Kucuri

October 13, 2009

Malam agustus bulan membeku Mengunyah malam yang jadi sunyi Aromamu membius musim yang sendu Wahai perempuanku Kemarilah sini, hampiri aku, yang niat mencuri Lukisan sejuta asa Pepohonan waktu senja Aku berbisik pada dahannya Batangnya, rantingnya, daunnya, bunganya Aku mintai segala mantra dan jampi Perempuanku, ikutlah kau kucuri Tanggalkanlah lelakimu Mari sini balut aku dalam hasrat [...]

Read the full article →

Belukar

October 13, 2009

buat Mei Lie yang gusar orang lupa siapa dia siapa aku kami pohon dia daun aku daun rimbun aku teduh dia teduh tiada gaduh kami pohon persetanlah dunia aku mau dia mau kami setuju aku akar dia akar menyatu jadi belukar Jakarta, 13 Ramadhan 2009 hasrat menggelora kuat

Read the full article →

Aku Terjaga di Malammu

September 1, 2009

Terlelap sebagai pemenang Aku terjaga di malammu Di tepian rambutmu yang kelam Terhempas di ceruk matamu Yang beriak menghempas dalam Bisikkan rayuan Wahai pahlawan jantan Hinggap di tubuhku Hisap dan rebut kemudaanku Lalu aku tenggelam Tersekat dalam kepekatan Gambaran malam di tubuhmu Dan saat aku tersadar Aku cuma pecundang Dilucuti senyummu yang jalang Aku terjaga [...]

Read the full article →

Requiem Pagi Hari

July 20, 2009

akankah kita bercinta ? diantara permainan tangkap lari lalu tersekap bersembunyi namun cukup bagiku satu bahagia saja gelora yang memuncak di sela erangan nafsu merangkak dicumbu padam dendam yang memburu apa yang ikat aku dan dia dahaga atas marabahaya kami berdua hanya pengembara disana nun jauh di ufuk utara luka lama kembali menganga berperang abadi [...]

Read the full article →

Busuk dan Membusuk !

July 20, 2009

di ambang dua pilihan menyesakkan mari meneruskan sudah mencukupkan tetap  bimbang lupa terpaku waktu ah betapa masa lalu terlalu matang dan masa kini tak berkembang aku mulai serakah menuntut segala pasrah menyerah  ? ingat, aku tak mau remah ! aku serakah ? Ya, aku memang serakah ! ini aku lapar benar mau lahap kau punya [...]

Read the full article →

Angin Yang Tersesat Bebaskan Aku Dengan Cepat

July 20, 2009

sore itu angin yang tersesat gemulai menari penuh pikat aku terpesona masuk tergoda lalu tanggalkan pakaian ikut meliuk berputar bersamaan dengan itu namamu yang melekat terpatri kuat di kulit mencengkram dan melilit perlahan pudar tanpa kusadar aku tertawa sendiri menetes basah liurku jatuh ke bawah bersetubuh mesra memeluk tanah daun tua yang coklat ikut terbanglah [...]

Read the full article →

Jika Saja Kita Bercinta

July 17, 2009

Jika saja kita bercinta Tak perlu samsu racuni paru Rayu malam punya kelam hisap cahaya Hembuskan asap ke temaram sendu Jika saja kita bercinta Tak perlu kau seduh kopi di malam buta Temani gelora birahi Bermasturbasi buku biologi Jika saja kita bercinta Tak lagi perlu cahaya di kota kita Toh yang lain cemburu terbakar Panas [...]

Read the full article →

Tahun Cupang Aduan

July 3, 2009

Tahun Cupang Aduan Cukup sejentik cuk menggeliat Untuk makan setelah terpendam dalam gelap Selembar ketapang dan obat kuat Agar mereka tambah kalap Beradu cium hingga ujung nafas Saling bunuh dalam genangan Daya tarikmu bukan di warna Ekor yang tak pudar silau Kalian hanya makhluk laga Tak perlu indah cukup nafsu purba Rela bunuh demi sejentik [...]

Read the full article →