January 24, 2008
lama tak kutemui kau di pipi basah serambi pagi di lembar-lembar ma’tsurat senjakala juga hanya nihilmu yang terbaca dalam halaman huruf-huruf mesiu perinding dada tentara. bilakah kau akan letih berlari dan duduk kembali di sini meneguk puisi? aku begitu merindukanmu, diriku. (hidup dari bis ke bis, ujung 2007)
Read the full article →
January 3, 2008
andai datang suatu masa ketika persekutuan angin-bintang menjelma bukan lagi bayang, apa yang kau impikan? rumah dari semua puisi cinta yang belum sempat kita tuliskan? taman bunga dari selaksa rindu yang selama ini kita pendam kejam? bolehlah.. tapi karena kita adalah jelata yang akan meruntuhkan singgasana dan mencopot mahkota maka jangan banyak berharap selain bulan [...]
Read the full article →