katjha

Yang Pergi Tanpa Melambaikan Tangan

March 21, 2011

Hanyut dalam euphoria lantunan musik untuk menutup perjamuan hari itu, semua bubar melangkah pergi meninggalkan tanah lapang rumput-rumput hijau. dengan beberapa gengam keceriaan yang terus terbawa sepanjang jalan.   Sebelum berpisah, kami lupa untuk melambaikan tangan. hanya senyum bertemu dengan senyum di beranda hati kami. jauh dari sebuah sikap yang melankolis sebenarnya setelah perjamuan itu, [...]

Read the full article →

Kepada Gadis Manis Penggesek Violin X

March 21, 2011

Kisah ..   Manusia mencintai hidup dan membutuhkan sejarah, ingin berbagi dan merindukan setiap gerak hati untuk dicintai dan diperlakukan tulus.   Hidup bukan hanya pemberontakan, seperti juga nada-nada violinmu bukan hanya nada tinggi saja, apa yang kudengar dan apa yang engkau lantunkan tidak akan berarti sama. semua beralur.   Aku mengenal hidupmu, melihat gerak [...]

Read the full article →

Merindukan Gerak

March 14, 2011

Wahai betinaku.. di bawah langit biru bergaun merah soga, engkau terdiri tegak dengan rambut terurai ada sepasang kembang sepatu berwarna coklat muda terselip di kedua daun telingamu seolah tercerahkan senyummu yang terlampau manis.   Ketika pandang dari sosokmu, menerpa wajahku, aku bayangkan diriku adalah bukit karang menjulang dari deretan gugus-gugus karang di pantai yang terjal [...]

Read the full article →

Balada Orang Merindukan Pelangi

March 14, 2011

Tinggal kata, orang berucap berlalu terserak pandang, bayang menikung hilang dalam balutan mega-mega hitam bergurat warna perak kusam.   Bias sinar putih bagai lantunan nada menderas, menerpa sudut-sudut gelap tampak setengah bayang. saat kita menakar warna, mengurai benang-benang yang menjalin rajutan cahaya beraneka warna dalam pantulan piramida kristal.   Ini adalah pelangiku.. di langit pagi, [...]

Read the full article →

Derai Cemara Udang

March 14, 2011

Angin pantai disela gerimis mendera pelan, sejenak berteduh di bawah pohon-pohon cemara udang. kemudian lenyap ke arah gubuk-gubuk bambu yang reot tanpa atap di tepian jalanan pantai.   Senja ini.. tiada yang romantis atau membiuskan angan ke dalam khayal yang beku dan ratusan hari terkubur diam.   Pantai ini telah sepi.. hanya derai cemara udang.. [...]

Read the full article →

Kepada Gadis Manis Penggesek Violin VII

March 11, 2011

Beranjak keremangan subuh, temaram mentari berbagi dengan kabut pagi. saat beranda ini masih sepi, lampu disudut  menyala menghabiskan geliat-geliat malam.   Hening.. terhenti sesaat gerak mengenali diri. sejenak terasing, pandang kepada hati melambat. perlahan rona berbalik melekat pada citraan diri yang seolah dilihat oleh semua tampakan pagi ini; sebuah diri yang kecil, begitu lusuh dan [...]

Read the full article →

Sajak Gadis Kecil Untuk Dewi Permoni

March 11, 2011

Wahai dewiku … Maha Bathari kusentuh gemerlap embun pagi ketika engkau tampakkan wujudmu dalam cakrawati.   Berikan saktimu dalam pemujaanku, sebagai parasu yang besar dan tajam. sebagai busur yang kuat. sebagai senjata-senjata beracun.   Maha Bathari Permoni.. anugerahkan pada  kedua tanganku untuk meluruhkan langit dan cakrawala tunduk ke bumi penuh kidung peperangan.   Aku letakkan [...]

Read the full article →

Perempuanku

March 11, 2011

Bukan musim tanam padi, engkau datang dan memalingkan muka terdiri di pematang sawah kering, seulas senyummu, bagai ketegaran burung bangau menanti hujan.   Adakah yang salah ketika engkau datang, tanah tempat kita bermain dulu berubah gersang. hilang rumputan hijau, tanpa capung-capung merah. hanya pematang kering dan langit yang masih sama biru.   Perempuanku.. selamat datang [...]

Read the full article →

Sepekan Bersama Orang Sujenan

March 11, 2011

Raut teduh merona, ditelinga kirimu terselip kuncup setengah mekar berwarna putih, saat itu aku lupa menanyakan nama bunga yang kau selipkan tiap pagi dan sorenya kau ganti dengan bunga yang baru namun tetap berwarna putih.   Sering kulihat di dahimu tertempel butir-butir beras putih, entah berapa biji aku malu menghitungnya. setelah engkau khusuk dalam ritual [...]

Read the full article →

Hey

March 2, 2011

Memandang wajahmu, temaram dalam rentang hujan abu surya redup bagai mega turun mengaburkan bayang seolah ini di negeri salju. Hey.. senyum manis itu tetap lahir dari suasana remang. dimana sosokmu ketika kelopak mataku terpejam? kujawab pelan; “masih ada dalam sanubari dan berwarna ungu” (Magelang/November/2010/Katjha)

Read the full article →