Karuna

ANAK PANAH

October 20, 2010

jadi inikah semata wayang anak panahmu yang kepadaku kau persembahkan ia telah meledakledak dalam dadaku melukis harihari dalam warnawarna bunga tik-tok jam dinding menatapi sepi sebab waktu takkan pernah berdusta bungabungapun hanyut dalam warna pelangi pada percakapan tentang perjalanan fana (amargi gesang namung sakdermo nglampahi titah) semata wayang anak panahmu itu tetap hidup dalam hening [...]

Read the full article →

SURAT UNTUK KEKASIH

October 20, 2010

Jadi inikah sepasang sayap yang kau kirimkan kepadaku sebaris rasa sepi yang tajam memahat dinding dadaku melukis harapan yang seperti salju mulai dibelai matahari apakah tangisku akan sampai kepadamu? Akan kubasuh setiap huruf yang tercecer memenuhi lantai malam ketika kita menari dan tak ada sentuhan yang bisa lebih dalam dari selendang ungu penuh puji-pujian yang [...]

Read the full article →

PAGI INI KETIKA,

April 8, 2008

pagi ini ketika aku telanjang tiba-tiba aku ingin sekali menjadi koran :yang datang setiap pagi tanpa permisi yang bisa banyak bicara tanpa harus berucap

Read the full article →

Debu

March 24, 2008

masih adakah yang kita tunggu stasiun ini telah lama membeku kerna kereta terakhirpun sudah berlalu tak kau inderakah itu loncengpun mulai kehilangan talu musim-musim merayap tanpa waktu akankah kitapun memudar dalam ingatanmu seperti bunga ditinggalkan warna dan siang yang kehilangan cahaya menari dalam kidung sunyi membisu dibawah tatap mata yang tak mengenalku kuingin menjadi debu [...]

Read the full article →

ZIARAH

January 24, 2008

dilangitlangit kamarku huruf huruf bertebaran membentuk kata bersambungan dalam kalimat yang menyesakkan dada kubaca namun tak kutahu artinya (seperti nyanyian-nyanyian sakral yang kuindera berabad ketika aku dalam rahim ibunda) kubayangkan ribuan wajah dalam dongeng malamku; – sementara diluar jendelaku sepasang kupukupu sedang bercumbu pada kegetiran yang menyengat dalam semangat membeku membuat ziarah ke masa lalu [...]

Read the full article →

SERENADE PAGI

January 3, 2008

pagi ini matamu menelanjangiku di pembaringan lewat celah anyaman bambu senyummu penuh dan langit tanpa cela daun-daun cengkeh bersenandung tentang rindu tentang sepi burung-burung kecil berterbangan selesaikan sarang kicaunya riuh penuh birahi dan angin bawakan aroma bunga liar tapi aku disekap kecewa : pagi ini daun jendelaku memapas patah setangkai mawar yang hampir mekar

Read the full article →

KOTBAH

January 3, 2008

ada kotbah kotbah di rumah rumah ibadah tapi ia kehilangan katakata ada katakata yang mengendap didalam jiwa tapi ia kehilangan bahasa ada bahasa bunga berkembang didalam dada tapi mereka kehilangan warna warnawarna kidung persembahan di istana telah kehilangan makna hidup terus berlalu tanpa kesah sungai menata arus dalam riaknya muara menghitung jarak dengan senyap : [...]

Read the full article →

Jika terbayang pisau di jalan

January 3, 2008

Luka yang pernah menggurat nadimu tak pernah mampu kukenali wajahnya kerna ia selalu sembunyi dibalik topeng-topeng manis dan lembut Dan ketika kau dilambungkan oleh mimpi-mimpi merah-dadunya, saat kau menghadirkan surga khayalmu dia pula yang menikammu, dan melemparmu ke padang penghianatan Jika terbayang pisau di jalan tiba-tiba aku ingin membunuhmu : hatiku Sebelum kau mati lemas, [...]

Read the full article →

SENANDUNG LADANG JAGUNG

November 28, 2007

(ketika sia-sia aku mengusir wajahmu dari bilikku yang pengap) Dalam desah angin lembah yang kering, masih kudengar nyanyian resah daun jagung dan tanya-tanya lahir bagai asap ; mengembang, mengembara lalu musnah tanpa jawab selurus arus kali yang tak sudah bagai tik-tok detak jam dinding, yang pada malam-malam gaib : menikamku dalam lorong-lorong kehampaan Asaku adalah [...]

Read the full article →

Page 1 of 212