November 10, 2007
Untuk apa puisi ini, jika sahabat terdekatmu sejak 15 tahun yang lalu tiba-tiba memperkarakan ke-egoisanmu. “cengeng dan penghianat!” tambahnya. Engkau begitu terasing. Menuduh diri sampah dalam tumpukan sampah. Bagai terbuang di tanah terbuang, ribuan kilometer dari sorot matanya yang kaurindu. Lalu kauberkata, “apa lagi yang tersisa dariku selain sebongkah tubuh lusuh?” seluruhnya lusuh. Dia bahkan [...]
Read the full article →
October 11, 2007
Kekasihku, kemudian kita pun terjatuh Jauh ke dasar yang lain dari harapan Demikian seterusnya. Berkali-kali kita terperosok di jurang yang sama Aroma perempuan dan lelaki yang juga sama seperti tahun-tahun sebelumnya Tidak ada yang berkata, “mestinya tidak begitu,” Atau, “ah, ini sisi yang keliru dari cinta.’ Semua suara diam. Mendadak tersipu bila bertemu Apa yang [...]
Read the full article →