Hamdani

Insan Cahaya

June 4, 2008

Begitu rindunya sang Maha Kasih pada Kekasih hingga, Engkau tercipta Dengan cahayamu, ya habibi maka, lengkaplah cinta Duhai, Mustafa, junjungan semesta jagad buah hati Cahaya diatas Cahaya selain Engkau, tak ada yang lebih dicintaiNya sejatinya, jika bukan karena Engkau alam ini tak pernah ada salam untukMu, Ya, nurul ‘aini Shalawat, shalawat untukMu. Banda Aceh, Mei [...]

Read the full article →

Cinta Sang Nabi

June 4, 2008

Allah dan malaikatnya bershalawat untukMu, empat alam dan penghuninya jatuh hati padaMu, Kau, penghulu pembawa washilah cermin Tuhan di bumi Adam cintamu jalan lurus diatas neraka diluar barisanmu ada cuma kebinasaan Tapi, lihatlah wahai Rasul lihatlah umatmu, umatmu yang kau bela sepenuh cinta seolah tak ada lagi harapan kian membuncah pecah bagai serpihan buih di [...]

Read the full article →

Jalan Buntu

May 2, 2008

Ini jalan telah buntu tak ada lagi pintu tak juga celah bagi angin lalu Ibarat tangan kau sudah berbimbing aku yang harap memasang cincin cuma menampik seperti Seudati* bertepuk di luka (dada) sandiri sejak itu, kurelakan saja hati di pasung sunyi Banda Aceh, Feb’08 -Aimee-

Read the full article →

Ode Buat Azha

May 2, 2008

Tentulah terbuhul dalam adamu, aji pekasih yang memikat seluruh ingatan hingga aku serasa tagih, diasyiki mistik tak berkesudahan, tiap kali kuhayutkan, kepadamu kembali tertambat angan angan rindukah berdesir, apa sirap darah tak tertafsir? kala gigil dan sengkala menyeraikan aromamu, satu persatu tereja jua, lirik lirih romansa yang merasuki sejarah panjang air mata wajah pualamu terus [...]

Read the full article →

Sunset : Waktu terbenam dimatamu

April 10, 2008

Kau larungkan aku dalam renungan seribu penyair, terseruput kegaiban tak berujung, pada bait paling hening, di magis matamu, angin penyihir, dan cemara tak berdesir, menebar mantra mantra senja, menghantar senyap, menghantar seribu guna-guna, maka cobalah tinjau, di setiap kemabukan yang dikeramatkan hati pada cinta, lihatlah kepedihan ini! dari nanar sembilu yang kau ramu dalam anggurku [...]

Read the full article →