Author Archive

malaikat surgaku

ia yang dulu berbagi nafas denganku..
sampai sekarang tetap begitu..
ia yang dulu berbagi raga denganku..
sampai sekarang kita menyatu..
ia yang dulu berbagi lelah denganku..
ketika ini ia tak mau..
ia yang dulu berbagi nyawa denganku..
ketika ini ia tak ragu..

tiada yang seteduh laku pandangmu..
membuatku tahu ada yang mereka sebut nirwana..
hingga aku tak takut melangkah di dunia..

ku dengar saatku tertidur..
namaku kau sebut berulang kali hingga jatuh air matamu..
ku yakin kau berbincang dengan penciptamu..
sekali lagi ku yakin itu doa..
doa tulusmu padaku..

maaf aku hanya diam membatu..
tak banyak membantu dalam hidupmu..
malah nyenyak menyenderkan bahu..
tanpa tahu bagaimana kau selalu bersenandung lagu tidur untukku..
karena ku terlelap terlalu cepat..
hingga tersenyum pun tak sempat..

kini..
aku bukan seseorang yang pantas merengek lagi..
tidak seperti dulu aku yang tak mau tahu..
kau..
kau menangis saat rengekan pertamaku di dunia kau dengar..
tangis bahagia..
entah rengekan ku beberapa hari lalu..
tak sampai hati jika kau kini sendu..

aku kesal padamu..
kau membuat sesuatumu kekal..
sedang aku hanya orang tak tahu malu..
malu akan sesuatu yang tulus..
oia..
mungkin selama ini..
aku diam..
karena memang tak ada kata yang sepadan untuk mu..
kau..
kau..
adalah superior!!!
karena perasaan mu merobek bahasa..
tak kenal usia..

di atas semuanya..
aku hanya ingin berucap..

“terima kasih”

untuk ibuku..
malaikat yang nyata bagiku..

angin

musim dingin..
musim saat hangat menahan nafasnya..
saat angin mencari jati dirinya..
saat salju menyombongkan kesuciannya..
dan yang hidup sebelumnya seakan mati membatu..
hanya menyimpan mimpi..

musim ini..
ada sesuatu yang ingin ku bagi..
kelu lidah ku dan hangat darahku..
mereka mencoba mengungkapkan..
ada waktu yang terlewati dan kenangan yg diresapi..
ada jiwa yg tertinggal dan tersimpan dengan kekal..

kita menanti dengan pasti..
jelmaan harapan dalam hati..
kan datang dengan berlari..

walau tampak kabur..
tersiram air mata..

dinding kamar

kedinginan ia saat kudengar bisikannya.
dengan lembut mengalir kelembaban.
yang saat malam terlihat angkuh.
yang saat terang tersirat lusuh.

langit-langit seakan ingin bersetubuh karena rapuh.
derit pintu menyayat merintih mengaduh.
dari lelah ia memandangiku.

potret diri masa lalu tersenyum kaku.
entah pilu ia melihat aku yg bersandar d sudut tak hiraukan waktu.

temaram..
karena lebam ia padam.

kelam..
karena lebam ia padam.

muram..
karena terjaga. .

jujur..

sampah terurai menjadi tanah..

kotoran terurai menjadi pupuk..

bersyukurlah..

manusia terurai menjadi keduanya..

mengintip dunia

wajah yang lusuh memutar asa
menjalani pelik kehidupan
tulus ia karena setia

nurani suci tunduk bertasbih
tak sudi sedikit pun terpercik
dosa kelam tergantung mendung

walau tak ada kolom derita di koran
tak ada galaunya di media massa
mereka berpeluh dalam langkah
menangis dalam doa

tak lelahkah ia berjalan
meniti pilu tanpa ada tanya

tak terbenamkah hatinya
tertutup kilau hasrat yang fana

tak ragukah ia meminta
tulusnya cinta menimang luka

mengimani kata sejahtera
indahnya sebuah kata sahaja
tak ingin larut dalam serapah

walau terajam keringnya hina
tertikam pedang ego manusia
tersisih terang cahaya
menari dalam sekam

tersangkut duri ia berlari
tercebur lumpur ia selami
menjemput ia mutiara
jelaga menyamarkan