November 10, 2007
angin dan batu-batu kerikil.. rerumputan bahkan senyum bidadariku, datang kepadaku memandangku aneh : siapa kamu? angin enggan tuk ku hirup, kerikil taksudi ku injak rerumputan takmau tampakkan embunnya dan.. dan… dia.. yang biasanya tersenyum indah sekali : hingga labirin hatiku bergetar hebat yang darah ini berdesir kencang yang dengan selalu tak kurang rona merah di [...]
Read the full article →