:to nenen semalam angin lirih berbisik padaku, “kemana arahmu?” sesaat kuterhenyak, namun kujawab, “ketempatmu bertiup, sobat.” kemudian angin bermadah sendu, madah yang biasa kudengar sambil terkantuk di depan meja kerjaku tak lama, angin berbisik lagi, “kemana arahmu?” tertegunku sejenak pada pertanyaan yang sama, namun kujawab juga, “ketempatmu bertiup, sobat.” kembali sang angin bermadah dan hampir [...]
