May 30, 2009
1. “aku lelah”, katamu. atau mungkin deru ombak telah mengaburkan suaramu, ditelingaku? 2. kubaca pesanmu, pagi tadi menempel di pintu lemari pendingin “aku di pantai. sedang membakar diri. membuang sisasisa sesal, kesal dan sial. tak usah mencariku” 3. maaf tuhan, kalau malam ini langit menjadi tak berbintang atau bulan sebab, aku sedang menggambar wajah kekasihku [...]
Read the full article →
May 2, 2009
keriput dilelangit café ini menyiratkan, begitu lama kau aku menapaki perjalanan ini. begitu juga dengan rekahan yang tampak didindingnya. akankah mengisyaratkan akhir dari cerita ini? aku masih sering berlama tenggelam dalam keharuman kopi, sambil terus berusaha mengulang kembali memori tentangmu. tapi tak pernah bisa. ada tabir yang menyelimuti. seperti potret muram dalam pigura berdebu, di [...]
Read the full article →