Farhana

Ketika kupu bukanlah kupu-kupu

May 2, 2009

Rumput pun kembali bersemu hijau, ketika air tercurah membasahi jiwa-jiwa yang kering kerontang, segersang hatimu kawan.. Apa yang kau cari dalam diriku? Pelangi tak pernah pudar di matanya, untuk itulah kita harus tetap tegakkan wajah, karena matahari tak pernah memilih untuk menyapa. Apa yang kau cari dalam diriku? Kau dendangkan keputusasaan lewat bibir hitammu, menafikkan [...]

Read the full article →

Cinta Terhapus Hujan

January 31, 2009

Bila memang kau ada untukku, mengapa angin berlalu bisu? Rinduku membelenggu hati, bebaskan aku dari hukuman mati ini! Sayap-sayap jiwaku mengelana bebas, haturkan tanya pada setiap risau; kemana kau cinta? Bila memang kau ada untukku, mengapa hati teriris perih? Penjaga takdir diam di sudut hari, tak membuka mata meski bintang terus mengiba. Mimpiku tercabik nyata, [...]

Read the full article →

Kata yang nakal

January 13, 2009

Kata, kemana saja kau berkelana? pulanglah sayang, sebelum kering pena ini. ….. Dan lagi-lagi kau bermain, tinggalkan kelu pada lisan. Kata, pulanglah! Aku ingin menyapa dunia. Tapi kau terus bermain, sedang aku makin kehilangan wajah.

Read the full article →

dan kaulah (sang penonton)

January 5, 2009

-sudahkah kau basuh wajahmu?- malam kian dingin, dan gelap kian merangkul kesunyian, mungkin saja angin sedang marah pada daun-daun, yang memilih diam meniru bebatuan. perang tlah usai, api tlah tercabik hujan, dan bulan tetap berlari menghindar. “di mana kuntum bunga yang kujaga dengan pedangku?” kau bertanya pada kunang-kunang yang menghilangkan cahayanya, hingga dia mendesis marah [...]

Read the full article →

timelines

December 9, 2008

pukul 21.00; kita saling menyalahkan waktu yang terus beranjak tak terdengar hinggar terdampar di pagi. pukul 06.00; kubekap teriakan dengan selimut yang tlah memprovokasi hingga ke ubun. pukul 01.00 tidur, terkapar, mimpipun enggan.

Read the full article →

Keputusan

December 9, 2008

Pagi itu seribu cemas menunggu akhir pos kesatu Lembaran ketukan palu dimakmumkan ribuan orang yang dibaiat tuk setia pada negara ratusan tawa membahana, ratusan gumaman perantara bergema, sisanya nanar. Pagi itu, mungkinkah raga bersua namun jiwa tlah berpisah?

Read the full article →

Mimpi buruk terindah

December 9, 2008

Sayang.. Senyum-senyum sang dewi tlah kukalungkan di lehermu, penanda engkau adalah milikku, di hati kita. Sayang.. Engkaulah keindahan di sudut hari yang gersang, angin yang terbangkan beban, juga malam yang jinakkan siang. Sayang.. Mimpi-mimpi seribu malam tlah kulalui, dan tak lelah kumendaki tuk mengetuk pintu cinta, namun mengapa istanamu makin tertutupi kabut? Sayang.. Kaulah purnama [...]

Read the full article →