November 24, 2007
tugu yang berjemur tidur, berapa banyak catatkan diri terkubur masihkah kau seperti kemaren, mengerjaiku dengan bahasa sunyimu yang semakin ku urai semakin ku dibantai bersama letusan bedil yang hingga kini masih kami ributkan “kita belum merdeka, kita belum merdeka…†kemudian jalan seribu pasir tetap bergeming. Ibu Tiwi bersenandung dalam linangan air mata berkaca-kaca, mengenang mas [...]
Read the full article →
November 24, 2007
di keningmu. telah aku lama menerka-nerka jalan yang patut untuk kubaca bersama angin disanalah pelan kau menyindirku dalam sejemput malam yang buat aku gamang “keranjang apa kiranya yang kau bawa bersama kereta kuda†selalu demikian. kau pampang pintu lebar yang bersahut-sahut memanggilku untuk duduk bersila “ambil lah sesukamu saja!†sembari menyodorkanku segala apa kau punya—walau [...]
Read the full article →