arif_rizki

TENDA SEBERANG MAKNA

November 25, 2007

tiga ratus meter seberang jalan menuju perempatan tenda mega bersulam biru keemasan dalamnya cuap-cuap manusia gelak tawa pesta betapa bahagia! suara penyanyi orkes terdengar sampai ke tenda murah di depan sebentuk rumah bendera hitam diikat di tiang listrik tak jauh dari tenda biru keemasan berisik satu tenda menyanyi lain tenda mengaji satu tenda bersuka lain [...]

Read the full article →

pembelok jalan

November 24, 2007

PEMBELOK JALAN I apa yang kau tangkap dari percik hujan yang jatuh di selokanmu? tidak lain hanya riuh yang masih akan sama sampai adzan magrib menggema belentara telah menganga hampa. kitalah yang merambah ilalangnya ketika perpacuan peradaban yang masih selalu menantang untuk menyelesaikan perlombaan yang kau kau bilang akan sangat menetukan tinggi dagumu. lalu apa [...]

Read the full article →

Tugu Batu

November 24, 2007

tugu yang berjemur tidur, berapa banyak catatkan diri terkubur masihkah kau seperti kemaren, mengerjaiku dengan bahasa sunyimu yang semakin ku urai semakin ku dibantai bersama letusan bedil yang hingga kini masih kami ributkan “kita belum merdeka, kita belum merdeka…” kemudian jalan seribu pasir tetap bergeming. Ibu Tiwi bersenandung dalam linangan air mata berkaca-kaca, mengenang mas [...]

Read the full article →

GRAVITASI DI KENINGMU

November 24, 2007

di keningmu. telah aku lama menerka-nerka jalan yang patut untuk kubaca bersama angin disanalah pelan kau menyindirku dalam sejemput malam yang buat aku gamang “keranjang apa kiranya yang kau bawa bersama kereta kuda” selalu demikian. kau pampang pintu lebar yang bersahut-sahut memanggilku untuk duduk bersila “ambil lah sesukamu saja!” sembari menyodorkanku segala apa kau punya—walau [...]

Read the full article →