Archive for January, 2013

Mati di Tanganmu


Puisi ini ditulis oleh pada
7 January 2013 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Dingin…

Hujan menemani sedari senja

Asap rokok terbatuk dari nafas

Mencoba percuma mencari hangat

Demi dirinya dia

Dia bersandar lemas

Dinding-dinding kayu kasar

Puing merah-merah kelam

Terkait daging-daging busuk

Dari koyak luka-luka

Sejak kapan tak sadar

Buram menggema dalam ingatan

Mereka berlari tanpa dirinya

Asap rokok terbatuk dari nafas

Dingin merajalela….

Hujan tak juga reda

Tiada kata kutuk untuk mereka

Mereka siapa?

Buram menggema dalam ingatan

Sakit tiap detik melihatnya

Ketika hangat hanya mimpi

Bahagia dengan senyum mereka

Kini pun sama

Hanya kini luka untuk mereka

Mereka siapa?

Dingin tiada terasa….

Bukan…bukan untuk mereka

Demi dirinya…

Tenggelam dalam buram

Tercabik-cabik luka

Tersenyum dia

Terakhir untuk dirinya

Dirinya yang mulai menangis

Di hadapannya dirinya menangis

Meski dia berharap senyum

Di saat akhir dirinya menangis

Entah tersadarkah dirinya

Atau hanya bersalah dari hatinya

Hujan tak berhenti

Meski hingga akhir

Hingga sadar dirinya

Dia mati untuknya

Seraya berbisik dia berkata

“Aku mati di tanganmu….”