Penjaga Mawar dan Kehidupannya


Puisi ini ditulis oleh pada
1 December 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (22 votes, average: 4.23 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Bulan tak juga penuhi
Malam itu sinar bulan tak menyapanya
Namun tak sesunyi malam
Gemerisik bunga mawar
Memberinya alunan nada
Menidurkannya dengan pelan
Layaknya belaian ibunda
Yang telah tiada

Tak ada lagi selain malam
Yang ia inginkan
Meski tak berbulan
Ia tetap dapat hilang
Dalam khayal menjauhi realita kehidupan

Tetap terjaga
Mawar dengan merah darah
Meski dalam mimpi terjaga
Hanya untuknya
Meski tajam duri melukai
Tetes darah hanya untuknya
Saat tersenyum mekarnya kala pagi
Takkan ada yang mengganti

Kala terbangun mawar itu pun tersenyum
Dengan merahnya yang indah
Monoton….
Inilah hidupnya….
Meski darah tetap tertetes
Saat ia di dekatnya
Hanya mawar itu…
Hanya merah itu…
Ia dapatkan indahnya hidup ini

Torehan puisi-puisi lainya :

    Mati di Tanganmu by omegachaos (0 comments)
    Dingin… Hujan menemani sedari senja Asap rokok terbatuk dari nafas Mencoba percuma mencari hangat …

    Puisi Hati Biru by sight_cla10 (2 comments)
    dari mekarnya kelopak mawar merah kutemukan arti dari sebuah gairah dari tetesan embun didaun hijau …

    Ndayah(lili muzdalipah) by oebay (0 comments)
    adalah sebuah nama..mengalir hangat d pembuluh nadi,mengintip dalam celah pori dan trsmbunyi dalam r …

    Hujan Merah Darah by omegachaos (0 comments)
    Mungkin memang salah Bila mengagumimu Ketika sang hujan membasahi dirimu Saat berusaha menyembunyika …

    Pongah by Johannes Sugianto (0 comments)
    sajakmu begitu pongah menunduk dan mendongak pada kata dan bait sendiri tak peduli ada kata lain yan …

    Bunga-bunga Kopi Menebar Senyum by katjha (0 comments)
    Kala itu waktu pagi yang remang dan masih berselimut kabut. sebuah penggunungan yang sepi dengan keb …

    taman bunga by irul (3 comments)
    pagi pagi ditaman bunga ini, semalam mekar, kuncup bunga harum semerbak dirimbun semak belukar . dih …

    MIDNIGHT by Kiki Febriyanti (0 comments)
    pagi mulai merayap tapi aku belum juga hendak terlelap aku kangen melihat wajahmu yang nyenyak dihia …

    geeks?? by andripr (0 comments)
    takdir seorang geeks hanya di temani lembutnya salju dan dinginnya malam hanya kepingan logika di al …

    Nisan Sang Pujangga by omegachaos (5 comments)
    Sinar senja begitu merahnya Seakan langit terluka bersama sang pujangga Berlumur darah karyanya tert …

Tags: , , ,

Category: Alam, Bebas

Leave a Reply