Kumuntahkan Dalam Bahasaku


Puisi ini ditulis oleh pada
10 May 2011 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

sudah sekian lama kupendam pertanyaan ini
yang kucoba tahan sedari entah tak kumengerti
pelan dia mencoba untuk merangkak keluar
dari kuncian hatiku yang semakin penasaran
.
memang…sudah lama kuterima jawaban
dan iya, kuakui kalau sudah kutelaah
entah rasa apa yang kutelan dengan terpaksa
namun akhirnya kumuntahkan dalam bahasaku saja
.
andai yang kuterima bukan butiran nestapa
jika yang kuterima bukanlah pemutus rasa
pastilah semburat senja warna jingga
kan terasa indah membalut ini mata
.
entah dari mana itu menjadi salah
dan tak ada pembenaran di dalamnya
dan terus kuputar kepalaku hingga lelah
untuk menemukan sedikit saja alasan di dalamnya
.
dan kuncian hatiku sudah lelah menahan
segumpal pertanyaan yang mencoba untuk keluar
kumuntahkan dalam bahasaku
dan sekarang tercecer di hadapanmu
.
salahkah aku untuk mencintaimu?
dan jika itu tetaplah salah
kutanyakan sekali lagi pada dirimu
salahkan seorang lelaki untuk mencintai sesosok wanita?
.
Seto Danu
www.setodanu.com
Batam.Best 1 Internet.03.12.07.19:15

Torehan puisi-puisi lainya :

    Cinta Terlarang ? by Galang (7 comments)
    Apakah salah jika aku mencintai seseorang yang sudah dimiliki orang lain?, Apakah salah jika aku ing …

    Di Sudut Ini Kutenggelamkan Diri by setodanu (1 comments)
    Bukan sejenak kutelantarkan diri Terjerembab dalan duka dan tak tahu kemana Entah jiwa ini berpaling …

    Bayang Pilihan Itu by syariful (0 comments)
    sederhana dalam kata seperti pujangga-pujanga dulu dan coba meraba-raba ketika mengatakan rindu buah …

    Memutus Asa by WebAdmin (0 comments)
    Hiruk tak lagi pikuk Malam kembali temaram Sekat senja terus turun, capai tanah dunia Tak lama muncu …

    22 JUNI by BackPackerz (3 comments)
    kenangan yg tak seharusnya hadir telah turut mengisi lembaran cerita perjalanan hidupku entah siapa …

    kau dan rasa ini by pujangga_muda (0 comments)
    aku bukan penyair melihatmu, syair ku seolah menari dengan indah seperti setiap senyummu menatapmu b …

    Hallo Tuhan, Ini Aku by WebAdmin (0 comments)
    Hallo Tuhan, selamat malam Mari duduk di sini denganku Sekedar berbincang-bincang ringan Itupun jika …

    Dimalam ini by WebAdmin (1 comments)
    di malam ini… tanpa kusadari aku menangis… mengingatmu dan mengenangmu sekian lama aku menunggum …

    Kejamnya Dirimu by Galang (8 comments)
    Ketika aku mengenalmu Ku kira kau begitu baik Tapi aku salah menilaimu Sejak aku tau Kau tak anggap …

    Nak, Belajarlah Untuk Mengerti Luka by WebAdmin (0 comments)
    nak, belajarlah untuk jatur lebih dahulu sebelum kau mengepakkan sayapmu dan membumbung menjangkau l …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Free Poem

Comments (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. Tata Tomboy says:

    benci dendam beriring bersaan,fakta perih terus bersmayam,,trus tersenyum meski berteman dngan kpahitan,tanya nurani tiada jwbnya,ingn teriak sia” q trima,detak terhenti tercekik rongga,,kni terus tercatat dan mejadi jumlah kamus dalam dosa,terus dan terus tiada jwbnya, hanya mampu q pasrah pada yang esa.

    HongKong yang terluka

Leave a Reply