Kang, Titip Bungkusan Ini

by WebAdmin on May 5, 2011

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kang, titip bungkusan ini untuk rumah
kotak roti rasanya mewah sekali
tak terbayang bagaimana muka anakku nanti
menikmati apa yang selalu di dalam mimpi
.
kantong plastik berisi kotak roti
kudapatkan dari seseorang pagi ini
katanya dia bersyukur diri
atas apa yang dicapainya sampai saat ini
.
senyum mengembang pastilah anakku ciptakan nanti
gelak tawa bersenang diri
begitu kembung pipinya akan terisi
mengunyah roti yang entah setahun sekali bisa terbeli
.
kantong plastik berisi kotak roti
jadi berkah dan rejekiku sedari pagi
tak sabar ingin rasanya kuserahkan sendiri
dan kudapatkan sebuah pelukan kecil sang bidadari
.
Kang, titip bungkusan plastik ini
dan bilang ku kan terlambat pulang nanti
karena rasanya tetaplah begitu rugi
satu jam lebih tentulah sangat berarti
.
.
Seto Danu

Cogito Ergo Sum
Batam.BigRoom.16.07.07.07:35

Similar Posts:

    Pesta Galau by omegachaos (0 comments)
    Mencoba sekuat hati Menanggung galau bukan sendiri Melepas mimpi bidadari Merenung bersama sahabat s …
    songkok haji dan baju koko by WebAdmin (2 comments)
    Tergesa berlari mendahului mentari pagi Bangun lebih pagi Mandi lebih cepat Berjalan seperti berlari …
    Ingin Lagi by WebAdmin (4 comments)
    ingin rasanya aku mengulang waktu lagi ingin rasanya kugenggam kokoh jemarimu lagi ingin rasanya kuh …
    Yang Selalu Terapung Diatas Gelombang by WebAdmin (4 comments)
    Seseorang dianggap tak bersalah, sampai dia dibuktikan hukum bersalah. Di negeri kami, ungkapan ini …
    dari bapak… by Clare (0 comments)
    Anakku…. Selangkah semi selangkah kupijak bumi ini.. Beban yang kupikul memang berat, seakan tak a …
    Selasa pagi by ck’e (0 comments)
    Selasa pagi ini…. Aku berjalan sendiri tanpa kau disisi Terasa sunyi ditingkah deru roda kereta Se …
    Aku Dimakamkan Hari Ini by WebAdmin (1 comments)
    Perlahan, tubuhku ditutup tanah, perlahan, semua pergi meninggalkanku, masih terdengar jelas langkah …
    Setangkai Mawar Di Sudut Beranda by setodanu (0 comments)
    kuletakkan setangkai mawar disudut beranda dimana kau biasa ada walau kutahu kalau kau tak kan perna …
    Besok — Pagi pagi Sekali by WebAdmin (3 comments)
    Besok — Pagi pagi Sekali (Surat Untuk Suamiku) Bisakah kau jemput aku besok. Pagi pagi sekali. Sebe …
    Di Sudut Ini Kutenggelamkan Diri by setodanu (1 comments)
    Bukan sejenak kutelantarkan diri Terjerembab dalan duka dan tak tahu kemana Entah jiwa ini berpaling …

Last 5 posts by WebAdmin

Leave a Comment



Previous post:

Next post: