Surat Untuk Ayah


Puisi ini ditulis oleh pada
9 February 2011 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (24 votes, average: 4.29 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

siapa bilang aku tak boleh tidur di siang
hari?
bagiku langit biru
terlalu menyilaukan untuk
dinikmati.
lebih baik kututup saja mataku
dan menyimpannya
untuk bulan nanti malam.

ya. aku memang jauh
dari terang
kalau kau ingin tahu.
tempatku
tinggal
hanyalah sebatas bayang-bayang di
kakimu.
merangkak terus di atas bumi
seperti pesakitan
kusta
yang tak kunjung sembuh.
ya. begitulah aku di siang
hari.
hanya seonggok bayang penuh koreng.
tapi lihat jika
senja mulai surut
dan gelap mulai datang.
tubuhku
yang hanya sepetak itu
akan membengkak
dan akan
meluap–
membanjiri segenap ruang
dalam planet aneh ini.
dan
semua luka yang ada padaku
akan berputar
dan akan
menari–
menjadi sekawanan bintang
berkerjapan
pelan-pelan.
ya. aku memang jauh dari terang.

dan mataku

mereka hanya untuk bulan nanti malam.
dan bukan untuk
langit biru
yang selalu menyilaukan ‘tuk
dinikmati.
jadi siapa bilang aku tak boleh tidur di siang hari?

selesai: 13 agustus 2000

*judul lengkap:
“surat untuk ayah yang tak akan pernah tertuliskan”

violet_eye_1979

Torehan puisi-puisi lainya :

    Melawan Cahaya by omegachaos (0 comments)
    Aku tidur di antara tawa dan doa Terlelap dalam selimut cahaya Aku tertidur setelah sekian lama Tiad …

    Bintang by anjasberguna (0 comments)
    Apakah arti sesungguhnya dari sebuah bintang? Yang kita tahu, bahwa bintang hanyalah sebuah benda as …

    Dari Jauh by omegachaos (0 comments)
    Dari jauh telah kutahan Rasa yang muncul begitu saja Ketika mendengar semua tawa dan tangismu Meskip …

    TENDA SEBERANG MAKNA by arif_rizki (1 comments)
    tiga ratus meter seberang jalan menuju perempatan tenda mega bersulam biru keemasan dalamnya cuap-cu …

    Puisi untuk Ibu by Hasbullah (34 comments)
    Di malam yang dingin Dengan berselimut kesendirian Kuterbangun menatap langit langit kamarku Terlint …

    Malam malam denganmu by WebAdmin (3 comments)
    Malam tadi kau ganggu aku lagi Dengan hadir dalam mimpi Bagaimana aku bisa melupakanmu Kalau kau sel …

    Elegi Dua Hati by WebAdmin (0 comments)
    Dari kaca jendela matamu kutemui bayang wajahku Inilah bentuk rinduku yang kau punguti satu persatu …

    Untukmu Ibu by Hasbullah (3 comments)
    Di malam yang dingin Dengan berselimut kesendirian Kuterbangun menatap langit langit kamarku Terlint …

    Bulan Sabit Menutup Bintang Cinta by katjha (1 comments)
    Andai aku bisa menggapai bulan sabit di atas mega-mega kelam hanya sekedar untuk melihat, kemudian …

    IBU by ngurah (0 comments)
    IBU Bu ingatkah janjiku dulu Saat sandikala perlahan datang menumpu hari Saat potongan ayam kita bub …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Bunga Matahari

Comments (2)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. via says:

    aku rindu ayaaaaaaaaaaah . .
    knapa secepat itu kau meninggalkanku.. ;-(

  2. nadahra says:

    ayahhhhhhhhh ku rindu kli ma ayah
    knp ayah prgi dngn cra yg gak wajar
    kk mw ayah balek lgi
    soalnya kk syank kli ma ayah
    melebihi siapapun :’(

Leave a Reply