Do’amu


Puisi ini ditulis oleh pada
9 February 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (14 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method SimilarPosts::execute() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/post-plugin-library/common_functions.php on line 586

Strict Standards: Non-static method SimilarPosts::check_post_plugin_library() should not be called statically in /home/puisi/public_html/wp-content/plugins/similar-posts/similar-posts.php on line 57

Aku terlelap dalam gelap mendekap.
Suaramu bergaung suram dalam kelam.
Do’amu-kah, wahai kawan lama?
Entah kenapa, kembali aku ingin mendengarnya.
Rindu menyiksa, kejam setajam sembilu.
Setengah mati ingin kusingkirkan haru,
terlalu muak dengan air mataku.
Harus kubunuh harap akan segala yang semu.
Terlalu lama kutunggu
pedih yang sulit terobati tak jua berlalu.
Sebisa mungkin, kau tak perlu tahu.
Aku juga enggan menyiksamu
dengan rasa bersalah yang tak perlu.

Masih berdo’a, wahai kawan lama?
Terima kasih, karena aku masih membutuhkannya.
Hanya demi kau, rela kupalsukan tawa
atas nama cinta yang tak boleh cemar,
atas persahabatan yang jangan sampai bubar.

Semoga do’amu terkabul sepenuhnya,
mengingat aku masih butuh percaya
cinta akan seadil Sang Pencipta
bukan lelucon kejam belaka
pengundang iblis ‘tuk tertawa
menghina semua luka…

(Jakarta, 11/12/2010)

“kucing3warna” [kucing3warna@...]

Torehan puisi-puisi lainya :

    Deklarasi Cinta by katjha (0 comments)
    Hanya kata berbahan jiwa hati yang tulus aku katakan kerinduan. Ingin aku bernyanyi, tetapi desahan …

    To be brutally honest by edreamj (0 comments)
    jelaskan padaku, cinta… apakah kau masih bertengger di dalam sana? lepaskan aku, sayang… biarkan a …

    Sahabat dan Cinta by Galang (0 comments)
    Satu hari CINTA & KAWAN berjalan dalam kampung… Tiba-tiba CINTA terjatuh dalam telaga… Kenap …

    Permohonan : Cabutkan Cintaku Tuhan Andai Itu Siksa by noran sans (0 comments)
    Wahai kekasihkuuuuu…. Sampai saat ini hatiku hanya untukmu Telah lama kau tinggalkan aku Berharap …

    Dunia Tanpa Koma by katjha (7 comments)
    Bagai lantunan sonata, dentang-dentang bersambung cepat, riuh mendendangkan sebuah lantunan bunyi. K …

    Surat Untuk Ayah by WebAdmin (2 comments)
    siapa bilang aku tak boleh tidur di siang hari? bagiku langit biru terlalu menyilaukan untuk dinikma …

    Freedom ! by Raxen (0 comments)
    Kalau boleh tuk ditepis aku laku sangsangkan saja mimpi bual itu sekian juang tuk meraih, menggapai …

    Menjelang Sidang Skripsi by WebAdmin (2 comments)
    Telah Nyeri Seluruh Sendi Telah Luruh Lemak Separuh Itu Semua Demi Hari Ini Ibunda Tengah Menanti Sa …

    Requiem Pagi Hari by Pandeka Merah (0 comments)
    akankah kita bercinta ? diantara permainan tangkap lari lalu tersekap bersembunyi namun cukup bagiku …

    Beri Aku Ruang Di Hatimu by bugi santoso (0 comments)
    Ku akui kisah ini…terlalu cepat tuk berjalan Tapi kuyakin akan hasratku padamu Coba kusentuh hatim …

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Category: Bunga Matahari

Leave a Reply